Gugatan 2BHD Diterima, Ketua MK Pimpin Langsung Sengketa Pilbup Kotabaru Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel

Tito Karnavian: Vaksinasi Perdana Covid-19 Dilakukan pada 13 Januari

- Apahabar.com Selasa, 5 Januari 2021 - 15:54 WIB

Tito Karnavian: Vaksinasi Perdana Covid-19 Dilakukan pada 13 Januari

Mendagri Tito Karnavian. Foto-Humas Kemendagri via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan pemerintah akan menjadwalkan penyuntikan perdana vaksinasi Covid-19 yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo secara simbolis pada 13 Januari 2021.

Mendagri Tito Karnavian, mengatakan vaksinasi tersebut kemudian dilanjutkan pada pada 14-15 Januari 2021 mendatang.

Mendagri menekankan, walaupun vaksinasi massal akan gelar, protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M) harus tetap ditegakkan.

“Kita jangan sampai kendor mengenai 3M ini, bukan hanya memakai masker jaga jarak dan cuci tangan secara benar dan sering, tapi kerumunan. Ini bisa menjadi superspreader, percuma kita melakukan tracing, nggak ada gunanya kalau masih ada kerumunan,” kata Tito Karnavian di Jakarta, dilansir Antara, Selasa (5/1).

Mendagri pun mengingatkan agar pemberian vaksinasi massal ini disosialisasikan dengan baik agar jangan sampai menimbulkan keributan atau rush di masyarakat.

“Jangan sampai terjadi terjadi keributan juga karena vaksin seolah seperti emas bisa terjadi rebutan, kerumunan, lain-lain”, kata Mendagri Tito.

Untuk itu, Mendagri meminta kepala daerah membuat aturan terkait situasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan berkoordinasi dengan TNI/Polri dan Satpol PP serta mendirikan Posko Covid-19 di tiap daerah.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan masyarakat harus disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker menjaga jarak dan tidak berkerumun.

“Narasi tentang vaksin ini jangan sampai nantinya membuat masyarakat menganggap setelah ada vaksin itu semuanya akan selesai, tidak, vaksin tidak akan seketika menghentikan Covid-19, vaksin tidak akan bisa membuat orang yang tidak divaksin itu juga luput dari Covid-19,” ucapnya.

Doni juga meminta kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bekerja keras untuk menambah kapasitas ruang isolasi rumah sakit dengan didukung oleh pemerintah pusat.

Pemda juga diminta untuk mendirikan posko mulai dari tingkat provinsi sampai tingkat kelurahan.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Sambangi Rumah Pahlawan Nasional Fatmawati Soekarno
apahabar.com

Nasional

Tunjang PJJ, Siswa SMA di Jabar Akan Dapat Jatah Kuota Internet
apahabar.com

Nasional

Kalteng Berbenah untuk Hadapi Rencana Pemindahan Ibu Kota
apahabar.com

Nasional

KPK Dikhawatirkan Kehilangan Taring Jika RUU Disahkan
apahabar.com

Nasional

Tsunami Selat Sunda, ACT: Tidak Ada Libur untuk Urusan Kemanusiaan
apahabar.com

Nasional

Negoisasi Gagal, Perang Turki dan Suriah di Ambang Mata

Nasional

Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam?
apahabar.com

Nasional

2 Petani di Poso Diduga Disandera MIT, 1 Ditemukan Tewas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com