Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel BREAKING NEWS: Usai Pasukan Katak, Giliran Paskhas Mendarat di Kalsel Meletus! Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer Edan! 2 Pria Pembawa Sabu 11 Kg Tertangkap di Duta Mall Licin, Bos Travelindo Terduga Penipu Jemaah DPO Sejak Tahun Lalu

Tragedi Sriwijaya Air SJ182, DVI Polri Identifikasi 16 Kantong Jenazah

- Apahabar.com Senin, 11 Januari 2021 - 12:42 WIB

Tragedi Sriwijaya Air SJ182, DVI Polri Identifikasi 16 Kantong Jenazah

Sejumlah petugas membawa kantong jenazah yang ditemukan tim gabungan penyelam dari TNI Angkatan Laut. Foto: Detik

apahabar.com, JAKARTA – Tiga hari pencarian korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh, Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah menerima 16 kantong jenazah korban.

Proses pencarian pesawat yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu itu memang terus dilakukan. Proses ini didukung 53 kapal dan 13 pesawat, serta 2.600 personel.

Sudah ditemukan sejumlah potongan-potongan tubuh pesawat, penumpang dan beberapa properti. Bahkan titik koordinat black box juga sudah dikunci.

Selanjutnya potongan-potongan tubuh korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan identifikasi.

“Sampai sekarang DVI telah menerima 16 kantong jenazah dan 3 kantong properti,” jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, seperti dilansir detikcom, Senin (11/1).

“Selanjutnya petugas postmortem melakukan identifikasi. Di sisi lain, petugas antemortem tetap mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dari keluarga korban,” sambungnya.

Data antemortem itu didapat dari ciri umum korban, seperti umur, berat badan, hingga rekam medis korban sebelum meninggal dunia.

Selanjutnya data antemortem tersebut dicocokkan dengan data postmortem, sebelum diambil kesimpulan.

“Dokumen seperti ijazah yang menggunakan sidik jari, dapat digunakan untuk mencocokkan sidik jari postmortem. Itu dipastikan sangat membantu,” jelas Rusdi.

“Kami pun sudah menerima 40 sampel DNA keluarga korban yang berada di beberapa daerah,” imbuhnya.

Sementara proses pencarian juga diperluas dari sebelumnya empat sektor, ditambah menjadi enam sektor.

“Pencarian dikonsentrasikan di bawah air dan permukaan sampai ke pantai-pantai, sesuai perhitungan teknis SAR,” papar Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman.

“Pencarian di bawah air menggunakan Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) untuk jenazah penumpang, serpihan potongan bagian pesawat terbang, maupun black box,” tandasnya.

Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak tersebut mengangkut 50 penumpang dan 12 kru. Sempat hilang kontak, pesawat dipastikan jatuh di Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1) sore.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Duh, 14 Pasien Baru Covid-19 Ditemukan di Batola
apahabar.com

Tak Berkategori

Baca Burdah Bareng, Bupati Banjar: Jangan Panik Berlebihan
apahabar.com

Tak Berkategori

Jadwal Timnas U-19 Indonesia vs Qatar Minggu, Live Mola TV & NET TV, Brylian cs Waspada
apahabar.com

Tak Berkategori

Jumatan di Al-Karomah: Teratur di Dalam, Rapat di Luar
apahabar.com

Politik

Kampanye di Mantewe, SHM Pastikan Kesehatan Gratis Bakal Kembali Dirasakan Masyarakat Tanah Bumbu
apahabar.com

Tak Berkategori

Lagi Asik Rekap Judi Kupu, Pria Mambulau Kapuas Kalteng Diciduk Polisi
apahabar.com

Tak Berkategori

3 Destinasi Wisata Memikat di Palestina
apahabar.com

Tak Berkategori

113 Polisi Dipecat Sepanjang 2020, Ini Kasus Terbanyak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com