Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel BREAKING NEWS: Usai Pasukan Katak, Giliran Paskhas Mendarat di Kalsel Meletus! Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer Edan! 2 Pria Pembawa Sabu 11 Kg Tertangkap di Duta Mall Licin, Bos Travelindo Terduga Penipu Jemaah DPO Sejak Tahun Lalu

Vaksin Covid-19 Anak dan Dewasa Bisa Beda, Begini Penjelasan Ahli

- Apahabar.com Jumat, 8 Januari 2021 - 07:52 WIB

Vaksin Covid-19 Anak dan Dewasa Bisa Beda, Begini Penjelasan Ahli

Ilustrasi tes Covid-19. Foto-CNN Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Tidak semua Vaksin Covid-19 hanya bisa digunakan untuk orang dewasa berusia 18 hingga 59 tahun.

Ahli biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo menyatakan tidak semua vaksin hanya bisa digunakan untuk orang dewasa berusia 18 hingga 59 tahun. Dia mengatakan target pengguna vaksin tergantung dari proses pengembangan awal.

“Itu tergantung dari pilihan yang ditetapkan oleh pengembang vaksin dalam merekrut relawan,” ujar Ahmad, kutip CNNIndonesia.com.

Ahmad mencontohkan pengembang vaksin Sinovac yang memilih relawan dalam uji klinis berusia 18-59 tahun. Sinovac disebut cenderung mengeksklusi lansia ketika memulai uji klinisnya meski dalam perjalanan waktu mulai merekrut lansia juga.

Sedangkan vaksin Moderna, Pfizer, dan AstraZeneca, dia berkata bisa digunakan oleh lansia karena sejak awal melibatkan lansia dalam melakukan uji klinis.

Lebih lanjut, Ahmad mengatakan ada sejumlah alasan pengembang vaksin menargetkan relawan dalam usia tertentu. Misalnya, dia mengatakan target usia ditentukan dari populasi di mana mereka melakukan uji klinis.

“Sinovac dari China mungkin awalnya mentargetkan non lansia karena demografi Asia memang cenderung muda. Sedangkan pengembang dari Eropa atau Amerika cenderung melibatkan lansia karena demografi mereka proporsi lansia cukup besar,” ujarnya.

Di sisi lain, Ahmad menyampaikan usai penerima vaksin idealnya harus sesuai dengan usia relawan dalam uji klinis. Namun, dia mengaku tidak bisa memastikan dampak apabila usia penerima vaksin tidak sama dengan yang ada dalam uji klinis.

“Kalau berbeda kita tidak tahu apakah ada manfaat atau bahayanya. Jadi memang harus konservatif,” ujarnya.

Ahmad menambahkan Pfizer dan Moderna sedang melakukan uji klinis pada anak usia 12-18 tahun. Namun, dia mengaku tidak mengetahui secara spesifik komposisi dari vaksin tersebut.

Melansir laman Satgas Penanganan Covid-19, uji klinis vaksin Covid-19 masih dibatasi pada umur 18-59 tahun yang merupakan kelompok usia terbanyak terpapar Covid-19. Pengembangan vaksin untuk anak-anak disebut masih direncanakan pada beberapa kandidat vaksin.

Selain itu, Satgas menyampaikan sudah ada beberapa kandidat vaksin yang dapat diberikan untuk mereka yang berusia 60 hingga 89 tahun. Namun, tahap awal vaksinasi di Indonesia diberikan pada orang dewasa sehat usia 18-59 tahun yang merupakan kelompok usia terbanyak terpapar Covid-19.

“Selain itu, dikarenakan mayoritas kandidat vaksin di dunia saat ini baru diuji coba kan pada orang dewasa usia 18-59 tahun yang sehat, dan akan membutuhkan waktu uji klinis tambahan untuk bisa mengidentifikasi kesesuaian vaksin COVID-19 untuk mereka yang berusia di atas 60 tahun dan dengan penyakit penyerta,” kata Satgas Penanganan Covid-19.

 

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Menpar Ingin Pegunungan Meratus Jadi Geopark Internasional UNESCO
BPPTKG

Nasional

Kegempaan Meningkat, BPPTKG: Erupsi Gunung Merapi Menguat ke Arah Eksplosif
apahabar.com

Nasional

Penghitungan Terbaru KPU di Kalsel, 4 Mei: 01 (35,94%) 02 (64,06%)
apahabar.com

Nasional

Sempat Diulang, Prabowo Unggul di TPS Wiranto
apahabar.com

Nasional

Diatensi Luhut Pandjaitan, Warga Kalsel yang Abai Protokol Kesehatan Terancam Pidana
apahabar.com

Nasional

Kemenhub Larang Penerbangan ke Wuhan China
apahabar.com

Nasional

Terkait Kasus Eks Bupati Cirebon, KPK Cegah GM Hyundai ke Luar Negeri
apahabar.com

Nasional

KPK Obok-Obok Ruang Kerja Mendag Enggartiasto..!!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com