Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu

Vaksin Covid-19 Masuk Banjarmasin, Kenali Efek Sampingnya

- Apahabar.com Senin, 4 Januari 2021 - 12:44 WIB

Vaksin Covid-19 Masuk Banjarmasin, Kenali Efek Sampingnya

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac bakal disalurkan pemerintah dalam waktu dekat ini ke Banjarmasin. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Vaksin Covid-19 sudah ditemukan. Dalam waktu dekat ikut edar di Banjarmasin.

Secercah harapan untuk mengakhiri pandemi pun muncul. Meski, terdapat efek sampingnya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin memastikan vaksin Covid-19 yang bakal diedarkan aman. Karena telah melalui banyak eksperimen.

Kepala Dinkes Banjarmasin Machli Riyadi menjamin vaksin itu halal. Izin edar dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makan (BPOM) telah dikantongi.

“Insyaallah dijamin aman karena sudah mendapatkan izin edar,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Banjarmasin ini kepada apahabar.com, Senin (4/1) siang.

Vaksin asal Tiongkok tersebut bakal diedarkan dalam waktu dekat ini

Itu melihat dengan kesiapan sumber daya manusia dan kulkas tempat penyimpan vaksin Covid-19.

Kulkas khusus mesti disiapkan. Dengan suhu minus 70 derajat celcius.

“Kalau semuanya sudah lengkap dalam minggu ini, bisa kita laksanakan,” ucapnya.

Soal gejala atau efek samping yang bakal diterima oleh masyarakat setelah divaksinasi, Machli tak menampik hal itu.

Efek samping dari vaksinasi, kata dia, mulai gejala demam hingga ruam di daerah bekas suntikan.

“Itu hal biasa, kaya imunisasi anak anak,” pungkasnya.

Machli mengatakan setiap vaksin pasti memiliki efek samping. Tapi, tak lebih besar daripada manfaatnya.

Machli berharap vaksinasi Covid-19 di Banjarmasin dapat tepat sasaran.

Terutama, tenaga kesehatan (Nakes) dan warga yang belum terkonfirmasi positif Covid-19. Termasuk warga berusia 19 sampai 59 tahun.

“Orang yang terkena Covid-19 tidak perlu divaksin lagi karena sudah terbentuk antibodinya,” ucapnya.

Machli turut menjamin program vaksinasi Covid-19 untuk warga Banjarmasin disalurkan secara gratis.

Selain Banjarmasin, pemerintah pusat juga mendistribusikannya ke 34 provinsi se-Indonesia, mulai esok.

“Tentu sifatnya tidak boleh dipungut biaya atau gratis untuk masyarakat,” pungkasnya.

240 Juta Dosis 

Pemerintah pusat telah menyiapkan peta jalan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Terdiri atas vaksin mandiri dan program pemerintah dengan total target 240 juta dosis untuk disalurkan kepada 107 juta orang, PT Bio Farma Persero akan mendistribusikan vaksin dalam dua skema.

“Untuk program vaksin pemerintah, Bio Farma akan menyalurkan vaksin ke dinas provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga ke fasilitas layanan kesehatan [fasyankes] di setiap wilayah,” ujar Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Budi Gunadi Sadikin saat Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, akhir pekan kemarin.

Vaksin dari program mandiri, proses distribusi akan melibatkan sejumlah perusahaan selain Bio Farma, yakni PT Indofarma Global Medika dan dan Kimia Farma Trading and Distribution.

Ketiga distributor akan menyalurkan vaksin ke Kimia Farma Apotek dan Kimia Farma Diagnostika, rumah sakit, serta klinik, baik milik pemerintah maupun swasta.

Fasyankes dalam program vaksinasi Covid-19 terdiri atas 10.134 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) serta 2.877 klinik dan rumah sakit milik pemerintah dan swasta yang dipastikan telah menjangkau seluruh wilayah di Indonesia dengan vaksinator lebih dari 29.635 orang.

Dari sisi kesiapan logistik, cold chain atau tempat penyimpanan vaksin Covid-19 telah tersedia di seluruh fasyankes di Tanah Air dengan jumlah yang berfungsi mencapai 97 persen.

Bisa Bertambah

Vaksinasi


Pemerintah sedang menyiapkan pengadaan vaksin virus corona dan pelaksanaan vaksinasi, termasuk untuk Kalimantan Selatan. Foto ilustrasi: Antara

Program vaksinasi nasional akhirnya menemukan titik terang. Pada tahap pertama, Provinsi Kalimantan Selatan akan mendapatkan sekitar 54 ribu dosis vaksin.

“Rencana packing dari Biofarma hari ini. Kira-kira dari sana ke Kalsel sekitar besok atau paling lambat tanggal 6, tergantung penerbangan,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel, HM Muslim dihubungi melalui gawai, Senin (4/1) pagi.

Sekitar 54 ribu dosis vaksin akan dikirim ke Kalsel pada tahap pertama ini. Kata Muslim, estimasi jumlahnya bisa saja terus bertambah tergantung usulan yang memenuhi kriteria penerima vaksin.

“Ada sekitar 26 koli yang akan datang, tentunya bertahap. Kita telah menyusun rundown untuk dikirim ke kabupaten/kota. Kuotanya akan diupdate terus,” bebernya

Pada tahap pertama ini, vaksinasi akan diprioritaskan pada tenaga kesehatan (nakes). Serta yang bersinggungan langsung dengan penanganan Covid-19, seperti asisten nakes di fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta, TNI/Polri, sipil dan lainnya.

“Estimasi kita, jumlah nakes dan lain-lain sekitar 30 ribuan. Sampai malam tadi di-entry, sudah 97 persen dari lebih 400 fasilitas kesehatan di Kalsel,” sebut Kepala Dinas Kesehatan Kalsel ini.

Seperti diketahui, vaksinasi akan dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Sehingga pembagian kuota setiap daerah akan menyesuaikan jumlah vaksin yang tersedia.

“[Masyarakat] nanti, setelah selesai keberadaan. Vaksinasi ini kan dua kali, jadi harus menyesuaikan,” imbuhnya

Muslim menegaskan vaksin Covid-19 buatan Sinovac ini aman, karena telah melalui proses uji dan perizinan dari Balai POM. Pemberian vaksin juga ditentukan, sebab ada kriteria khusus bagi penerimanya.

“Kelompok mereka yang berusia 18-59 tahun, kemudian tidak ada komorbid [penyakit penyerta]. Jadi dikriteriakan yang mana yang bisa, tergantung hasil uji klinis tahap tiga,” papar Muslim.

Selain itu, penerima vaksin juga telah didata secara resmi oleh pemerintah. Sehingga, diharapkan tepat sasaran dan merata sesuai kuota vaksin yang dibagikan.

Dalam prosesnya, Kemenkes mengirimkan SMS Blast kepada kelompok prioritas penerima vaksin Covid-19.

“Insyaallah vaksin ini aman. Jangan termakan hoaks yang tidak-tidak mengenai vaksin ini,” pesannya mengakhiri

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Polsek Anjir Muara Pastikan Panen Raya Bersama Paman Birin di Anjir Muara Aman
apahabar.com

Kalsel

Musim Hujan, Dinkes Kalsel Gencar Sosialisasi Gerakan 3M Plus
apahabar.com

Kalsel

Deteksi Kanker Payudara Perempuan Binaan Rutan Rantau
Ditarget PAD Rp 750 Juta, Disperdagin Banjarmasin Curhat dengan Dewan  

Kalsel

Ditarget PAD Rp 750 Juta, Disperdagin Banjarmasin Curhat dengan Dewan  
apahabar.com

Kalsel

DPRD Banjarmasin Masih Menunggu Pimpinan Definitif
apahabar.com

Kalsel

Laporan ke Ombudsman Didominasi CPNS
apahabar.com

Kalsel

Pasien Covid-19 Meningkat, RSUD Ulin Tambah Tempat Tidur
apahabar.com

Kalsel

Di Era Modern, Karya Sastra Dituntut Merepresentasikan Kejadian Kini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com