Aglomerasi Banjar Bakula Ditiadakan, Banjarbaru Tetap Sekat Pemudik! Lucky Birthday Bjb 60versary Tawarkan Hadiah Jutaan Rupiah, Ayo Ikuti Promonya Hilal Belum Nongol di Kalsel, 1 Syawal 1442 H Tunggu Sidang Isbat Tak Mau Kecolongan Pemudik, Aktivitas Kapal Tradisional di Kalsel Diawasi Ketat Detik-Detik Longsor Maut di Desa Batu Bini HSS Timbun 4 Pencari Batu

Waduh! Sri Mulyani Pungut Pajak Penjualan Pulsa dan Token Listrik

- Apahabar.com Jumat, 29 Januari 2021 - 16:14 WIB

Waduh! Sri Mulyani Pungut Pajak Penjualan Pulsa dan Token Listrik

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Foto-antara

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengeluarkan beleid yang tercantum dalam PMK No 6/PMK.03/2021 tentang penghitungan dan pemungutan PPN dan PPh terkait dengan penjualan pulsa, kartu perdana, token, dan voucher.

Kemenkeu melalui DJP mengatur kegiatan pemungutan pajak yang masuk kategori PPN atau Pajak Pertambahan Nilai dan PPh atau pajak penghasilan atas pulsa, kartu perdana, token, dan voucher secara terperinci sesuai mekanisme.

“Bahwa kegiatan pemungutan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan atas pulsa, kartu perdana, token, dan voucher, perlu mendapat kepastian hukum. Untuk menyederhanakan administrasi dan mekanisme pemungutan pajak pertambahan nilai atas penyerahan pulsa oleh penyelenggara distribusi pulsa,” tulis pertimbangan dikeluarkannya aturan ini dilansir CNBC Indonesia, Jumat (29/1).

Tertuang pada pasal 2, ditegaskan atas penyerahan barang kena pajak (BKP), berupa pulsa dan kartu perdana, oleh pengusaha penyelenggara jasa telekomunikasi dan penyelenggara distribusi dikenai PPN.

Dengan kata lain, penyedia pulsa dan para penjual pulsa yang akan dipungut pajaknya.

Pulsa dan kartu perdana dapat berbentuk voucher fisik atau elektronik. Penyerahan BKP berupa token oleh penyedia tenaga listrik dikenai PPN.

Token yang dimaksud merupakan listrik yang termasuk BKP tertentu yang bersifat strategis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

PPN dikenakan atas penyerahan Barang Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) oleh:

  1. Pengusaha Penyelenggara Jasa Telekomunikasi kepada Penyelenggara Distribusi Tingkat Pertama dan/ atau pelanggan telekomunikasi;
  2. Penyelenggara Distribusi Tingkat Pertama kepada Penyelenggara Distribusi Tingkat Kedua dan/ atau pelanggan telekomunikasi;
  3. Penyelenggara Distribusi Tingkat Kedua kepada pelanggan telekomunikasi melalui Penyelenggara Distribusi Tingkat Selanjutnya atau pelanggan telekomunikasi secara langsung; dan
  4. Penyelenggara Distribusi Tingkat Selanjutnya.

PMK ini juga menegaskan penyerahan beberapa jasa kena pajak (JKP) yang dikenai PPN :

  1. Jasa penyelenggaraan layanan transaksi pembayaran terkait dengan distribusi token oleh penyelenggara distribusi.
  2. Jasa pemasaran dengan media voucher oleh penyelenggara voucher.
  3. Jasa penyelenggaraan layanan transaksi pembayaran terkait dengan distribusi voucher oleh penyelenggara voucher dan penyelenggara distribusi.4. Jasa penyelenggaraan program loyalitas dan penghargaan pelanggan (consumer loyalty/ reward program) oleh penyelenggara voucher.

“Peraturan menteri ini mulai berlaku pada tanggal 1 Februari 2021,” bunyi Pasal 21 PMK yang diundangkan pada 22 Januari 2021 ini

PPN atas penyerahan pulsa dan kartu perdana yang dikenakan oleh pengusaha penyelenggara jasa telekomunikasi dan penyelenggara distribusi tingkat pertama terutang pada saat pembayaran diterima, termasuk saat penerimaan deposit.

Kemudian, PPN atas penyerahan pulsa dan kartu perdana oleh penyelenggara distribusi tingkat kedua atau tingkat selanjutnya terutang saat pembayaran diterima, termasuk saat penerimaan deposit oleh penyelenggara distribusi tingkat kedua.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Sukses Usaha Daster Sasirangan, Miliarder Asal Martapura Ini Luncurkan Aplikasi Olshop
apahabar.com

Ekbis

Tampil ‘Wajah’ Baru, Cafe Rumah The PanasDalam Tempat Instagramable
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, IHSG Diprediksi Bergerak Datar dan Rawan Terkoreksi
apahabar.com

Ekbis

Harga Minyak Melonjak pada Akhir Perdagangan Kamis
apahabar.com

Ekbis

Dibikin Perfect, Tak Perlu Lagi Kocek Variasi
apahabar.com

Ekbis

Berkat Pelindo, Rini Bisa Pasarkan Amplang di Ritel Modern
Rupiah Tertekan

Ekbis

Rupiah Tak Berdaya di Hadapan Semua Mata Uang

Ekbis

Pembukaan Pasar Hari Ini: Rupiah Masih Stagnan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com