Meninggal di Rumah, Guru Khalil Sempat Tak Sadarkan Diri Sejak Kamis Dikenal Karismatik, Alumni Ponpes Darussalam Sukses Jadi Bupati Banjar Kini Telah Tiada Ibnu Sina Ingin Penerapan PPKM Level IV Banjarmasin Lebih Humanis Perkelahian di Lapo S Parman Banjarmasin, Seorang Pemuda Tertusuk Jadwal Olimpiade Tokyo 2020 Hari Ini: Angkat Besi Berpeluang Tambah Medali Indonesia

Warga Desa Tungkaran Tala Kosongkan Kampung Takut Longsor Susulan

- Apahabar.com     Selasa, 19 Januari 2021 - 15:11 WITA

Warga Desa Tungkaran Tala Kosongkan Kampung Takut Longsor Susulan

Warga Desa Tungkaran Kecamatan Pelaihari kosong kampung. Foto-istimewa

apahabar.com, PELAIHARI – Warga Desa Tungkaran, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala) terpaksa mengungsi takut longsor susulan terjadi.

Pengungsian massal ini dilakukan sejak Senin (18/1/2021) kemarin hingga hari ini.

Ketakutan warga itu cukup beralasan mengingat sudah enam korban jiwa melayang akibat dahsyatnya bencana ekologis di Tala.

Kepala Desa Tungkaran, Aliansyah, Selasa (19/1) mengatakan warga meninggalkan rumah bukan karena kebanjiran.

“Kalau kemarin hanya mengungsi ke daerah tinggi masih dalam desa lantaran rumah terendam air, kini warga menjauh dari kampung takut tebing gunung longsor,” kata dia.

Bahkan, menurut dia sudah ada beberapa titik gunung longsor dan terus bergerak. Apalagi sudah memakan korban jiwa.

Titik Longsor itu, kata dia, berada di Gunung Keramat, Desa Tungkaran. Wilayah tersebut perbatasan Tungkaran Buah, Panggung Baru, Tala.

Sementara, untuk akses hanya ada satu akses vital yang menghubungkan antar desa termasuk Desa Guntung Besar menuju Batilai, Panjaratan maupun alternatif ke pantai Takisung.

Saat ini warga berada di pengungsian Desa Telaga, Tala. Sebab lokasi pengungsian, seperti di depan SDN Tungkaran, kontur tanah pada tebing gunung tersebut terbuka hingga 20 sentimeter.

“Makanya, longsor perbatasan Desa Tungkaran di lokasi Gunung Keramat batas Panggung Baru sudah tidak bisa lagi di huni sementara. Tanah di tebing bergerak terus membahayakan,” ujar Aliansyah.

Ia menjelaskan Desa Tungkaran saat ini sudah ada puluhan titik longsor.

Sementara sebagian sudah terlihat retak, seperti di RT 1 ada lima titik, RT 5 parah lagi, puluhan gunung retak dan terbuka. Bahayanya, ada 250 meter yang longsor.

“Satu korban ditemukan di sana perbatasan Desa Panggung Baru dan Desa Tungkaran Buah,” beber Aliansyah.

Ia pun meminta ahli untuk meneliti apakah daerah itu masih aman dihuni atau tidak.

“Kami harap ada yang meneliti dari para ahli,” ujar Aliansyah.

Sementara itu di Desa Guntung Besar, Kecamatan Pelaihari, Tala, dilaporkan tidak ada lagi longsor pasca ditemukannya 5 orang korban tewas.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Penambang Pasir Ditertibkan, Sungai Amandit HSS Jernih
Donor Apheresis

Kalsel

Buruan! Donor Apheresis untuk Pasien DBD di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Di Menit Terakhir, Ketua AMPI Mantap Maju Musda Hipmi Kalsel

Kalsel

SMP Swasta di Banjarmasin Belajar Tatap Muka, Berikut Daftar Lengkapnya

Kalsel

Penegakan PPKM Banjarbaru: Tongkrongan Dibubarkan, Muda-Mudi Gagal Malam Mingguan
apahabar.com

Kalsel

43 Paskibra Balangan Siap Kibarkan Merah Putih  
apahabar.com

Kalsel

Siang Bolong Ramadan, 2 Pasangan Asyik Mesum di Tanah Bumbu
apahabar.com

Kalsel

Bulan Depan Resesi, Warga Kalsel Kencangkan Ikat Pinggang!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com