Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

Waspada, Debit Air di Jejangkit Batola Mulai Meningkat

- Apahabar.com Selasa, 12 Januari 2021 - 21:25 WIB

Waspada, Debit Air di Jejangkit Batola Mulai Meningkat

Kondisi salah satu rumah warga di Desa Jejangkit Muara yang mulai digenangi air. Foto-Jejangkit Raya Rescue

apahabar.com, MARABAHAN – Terimbas banjir di Kabupaten Banjar, jalan dan sejumlah rumah di Kecamatan Jejangkit, Barito Kuala, juga mulai digenangi air.

Situasi terparah terjadi di Desa Jejangkit Muara, karena ketinggian air sudah mulai mengkhawatirkan.

“Dari hasil penyisiran, 2 rumah di RT 03 Jejangkit Muara sudah dimasuki air setinggi sekitar 15 sentimeter,” ungkap anggota BPK Jejangkit Raya Rescue, Hairullah, Selasa (12/1) sore.

“Sementara di luar rumah, ketinggian air sekitar 30 sampai 40 sentimeter. Tentu kami berharap ketinggian tidak lagi bertambah,” imbuhnya.

Sedangkan di RT 01, tercatat 4 rumah sudah digenangi air setinggi sekitar 10 sentimeter. Kemudian 2 rumah lagi di RT 02 dengan kondisi serupa.

“Kalau dari desa lain seperti di Jejangkit Pasar, air belum sampai masuk rumah. Namun hampir semua pekarangan rumah warga dan jalan sudah tergenang,” beber Hairullah.

Dari kecamatan lain, debit air terpantau meningkat di Mandastana, terutama desa-desa yang berada di bantaran sungai seperti Tanipah, Lokrawa dan Puntik Luar.

Seiring peningkatan debit air, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batola juga telah menetapkan status siaga darurat.

“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Jejangkit dan Mandastana merupakan titik rawan banjir, karena berbatasan langsung dengan Banjar,” papar Sumarno, Kepala Pelaksana BPBD Batola.

“Dalam dua hingga tiga hari terakhir, peningkatan debit air sekitar 10 hingga 15 sentimeter. Namun belum mengharuskan warga dievakuasi,” sambungnya.

Diharapkan banjir tidak terjadi di Hulu Sungai Utara. Namun andai terjadi juga, limpasan air dari kabupaten tetangga itu dipastikan menuju Kecamatan Kuripan dan Tabukan.

“Mengantisipasi situasi yang tidak diinginkan, kami sekaligus mengimbau masyarakat untuk selalu siaga,” beber Sumarno.

“Di sisi lain, kami juga sudah mempersiapkan langkah-langkah darurat, di antaranya rencana penempatan posko pantau, bantuan dan penampungan,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Batola

Meski Pandemi, Pemilihan Atak Diang Batola 2020 Tetap Dilaksanakan

Batola

Perekrutan Pengawas TPS Pilgub 2020 di Barito Kuala Masih Dibuka
apahabar.com

Batola

Seminggu Beroperasi di Marabahan, Ojekin Langsung Laris Manis
Pandemi

Batola

Kemeriahan Digerus Pandemi, Hari Jadi Batola Ke-61 Justru Menjadi Sejarah
Covid-19

Batola

Covid-19 Masih Mengancam di Batola, Ini Buktinya
apahabar.com

Batola

Terimbas Pandemi Covid-19, Target Pajak di Barito Kuala Merosot
apahabar.com

Batola

Belawang Dongkrak Kasus Positif Covid-19 di Batola
apahabar.com

Batola

Lewat Team Mobile, Kodim 1005 Marabahan Bantu Percepatan Penanganan Covid-19 di Batola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com