Kakek di Banjarmasin Meninggal Misterius di Hotel, Polisi Lakukan Pemeriksaan Polisi Tewas di Sungai Martapura, Sudah 2×24 Jam Faisal Diperiksa Intens Akhirnya, Tunggakan Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Dibayar! Duh, Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Belum Dibayar Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

4 Nakes ICU RS Doris Sylvanus Palangka Raya Terpapar Covid-19

- Apahabar.com Minggu, 28 Februari 2021 - 16:40 WIB

4 Nakes ICU RS Doris Sylvanus Palangka Raya Terpapar Covid-19

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, PALANGKA RAYA — Empat tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di ruang Intensive Care Unit (ICU) non isolasi Covid-19 RS Doris Sylvanus Palangka Raya, terpapar virus Corona.

Namun, hanya satu orang saja yang menjalani perawatan di RS, karena faktor usia dan komorbit. Sedangkan tiga lainya melakukan isolasi mandiri, karena tidak bergejala.

Empat nakes yang terpapar, tiga di antaranya sudah divaksin Sinovac, sedangkan satu lagi batal divaksin karena memiliki gejala komorbit.

“Mereka terinfeksi tidak sekaligus bersamaan. Ada yang tanggal 18, 19 dan 20 Februari,” kata Direktur RS Doris Sylvanus Palangka Raya drg Yayu Indriaty belum lama ini.

Kendati demikian, pelayanan di 8 ICU non Covid-19 ini tetap berjalan seperti biasa dan tidak ada penutupan, karena masih ada 20 nakes yang tidak terpapar.

Yayu menjelaskan, sebenarnya pihaknya telah melakukan antisipasi, jika nakes yang terpapar lebih dari 4 orang, maka nakes dari High Care Unit (HCU) atau Instalasi Gawat Darurat (IGD) diperbantukan.

“Tetapi karena hanya 4 orang, sehingga tidak jadi dilakukan dan ICU berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Seluruh petugas pun telah menjalani pemeriksaan, ruangan sudah dibersihkan dan dilakukan dekontaminasi permukaan.

Yayu menduga, para nakes yang terkonfirmasi positif, bukan terpapar dari kawasan RS. Sebab, para pasien yang berobat di IGD, menjalani skrining ketat.

“Apakah ada gejala gangguan pernafasan, punya riwayat perjalanan, jika dilihat dari pemeriksaan klinis terutama kalau paru-paru didapat kecurigaan maka akan dilakukan rontgen dan pemeriksaan laboratorium,” ucapnya.

Kemudian, jika dari pemeriksaan penunjang itu akan terlihat lebih ke gejala Covid-19, maka untuk sementara masuk ke ruang transit sampai dapat hasil swab.

Apabila swab negatif, baru dikirim ke ruang non isolasi. Tapi kalau positif, malamnya dikirim ke ruang isolasi.

Menurut Yayu, walau seseorang sudah divaksin, bisa saja terkonfirmasi Covid-19, karena belum terbentuk antibodi dan ada gejala ringan, namun tidak terlalu fatal jika terinfeksi.

Oleh sebab itu, meskipun sudah vaksin, tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) karena antibodi terbentuk 14 hari setelah vaksin dosis kedua.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Sekretaris

Kalteng

Septedy Resmi Jabat Sekretaris Daerah Kapuas
apahabar.com

Kalteng

Hore, 12 Pasien Covid-19 Sembuh di Kalteng
Teweh

Kalteng

Penggerebekan di Kelayan, Polisi Bekuk Spesialis Pecah Kaca di Bank Teweh

Kalteng

Disdukcapil Kapuas Jemput Bola Perekaman KTP Lansia
apahabar.com

Kalteng

Dampak Kabut Asap, 427 Warga Barito Utara Terserang ISPA

Kalteng

Ini Jam Kerja ASN di Kapuas Selama Ramadan

Kalteng

Relawan Demokrasi Sosialisasikan Pilkada kepada Emak-Emak di Selat Utara Kapuas
apahabar.com

Kalteng

Petugas Coklit Data Pemilih di Kapuas Jalani Rapid Test
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com