Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

632 Bencana Landa Indonesia Dua Bulan Terakhir, Didominasi Banjir

- Apahabar.com Sabtu, 27 Februari 2021 - 07:18 WIB

632 Bencana Landa Indonesia Dua Bulan Terakhir, Didominasi Banjir

Banjir yang terjadi di Kalsel. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Bencana terjadi di Indonesia pada tahun 2021 ini sebanyak 632 kejadian, didominasi banjir.

Adapun data soal bencana itu bisa dilihat langsung di Twitter resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia, @BNPB_Indonesia, sejak 1 Januari 2021 hingga 26 Februari 2021 ini hingga pukul 15.00 WIB, jumlah kejadian bencana sebanyak 623 kejadian.

Kejadian bencana alam mendominasi adalah bencana banjir, diikuti puting beliung, dan tanah longsor.

Adapun jumlah kejadian berdasarkan jenisnya berupa gempa bumi 11 kejadian, Karhutla 52 kejadian, Kekeringan 1 kejadian, Banjir 296 kejadian, Tanah Longsor 123 kejadian, Puting Beliung 129 kejadian, dan Gelombang Pasar dan Abrasi 11 kejadian.

Bencana alam menimbulkan terdampak dan mengungsi sebanyak 3.398.132 jiwa, sedangkan sebanyak 265 jiwa meninggal dunia, 11 hilang, dan 12.125 jiwa luka-luka. Selain bencana alam, pada tanggal 13 April 2020 pemerintah menetapkan penyebaran Covid-19 sebagai Bencana Nasional non alam.

Sedangkan dampak kerusakan bencana tersebut membuat total 52.684 rumah rusak dengan rincian 4.754 rumah rusak berat, 5.646 rumah rusak sedang, dan 42.284 rumah rusak ringan. Lalu, fasilitas rusak sebanyak 1.674 dengan rincian 853 fasilitas pendidikan rusak, 640 fasilitas peribadatan rusak, dan 181 fasilitas kesehatan rusak, 285 kantor rusak, dan 87 jembatan rusak

Dikutip dari Okezone, berdasarkan data tersebut, tampak sebaran kejadian bencana alam sejak tanggal 1 Januari – 26 Februari 2021 terbagi menjadi 3 zona, zona hijau dengan jumlah kejadian kurang dari 50 kejadian, zona oranye dengan jumlah kejadian di kisaran 50-150 kejadian, dan zona merah dengan jumlah kejadian lebih dari 150 kejadian.

Pada zona hijau, hampir di sejumlah wilayah Indonesia terjadi, seperti Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Papua, NTB, Jakarta, dan Banten. Lalu, zona oranye dengan jumlah kejadian di kisaran 50-150 terjadi di Aceh, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Terakhir, zona merah dengan jumlah kejadian lebih dari 150 ada di Jawa Barat.

 

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Bawaslu

Nasional

Rekom Bawaslu, 2 TPS Gelar Pemungutan Suara Ulang
apahabar.com

Nasional

Firli Bahuri Enggan Jelaskan Isi Sidang Etik KPK
apahabar.com

Nasional

Bandung Barat Diamuk Puting Beliung, Belasan Rumah Rusak
apahabar.com

Nasional

143 Ribu Paspor Calon Jamaah Haji Siap Diproses Visa
apahabar.com

Nasional

Angin Segar untuk Guru Honorer, Seleksi Honorer Jadi Setara PNS Digelar 2019
apahabar.com

Nasional

Gubernur Jambi Zumi Zola Pasrah Hadapi Putusan Pengadilan Tipikor
apahabar.com

Nasional

Terus Pantau Info Gempa di Maluku, Jokowi Puji Manajemen Bencana
apahabar.com

Nasional

34,5% Mahasiswa Jakarta Berpikir Bunuh Diri, Ini Kata Suicidolog
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com