Kepergok Mesum, Dua Sejoli di Tapin Langsung Dinikahkan di Depan Warga Habib Banua Sedih Jokowi Legalkan Produksi Miras, Sentil Para Pembisik Presiden Kronologis Penangkapan Penusuk Wildan, Mahasiswa Tanbu yang Tewas Dikeroyok BRAVO! Para Penusuk Wildan Mahasiswa ULM asal Tanbu Diringkus Polisi Transkrip PPK Banjar Terima Rp10 Juta Beredar, Bawaslu Turun Tangan

Agen Ancam Sanksi Tegas Pangkalan Elpiji 3 Kg Nakal di Tabalong

- Apahabar.com Kamis, 18 Februari 2021 - 10:54 WIB

Agen Ancam Sanksi Tegas Pangkalan Elpiji 3 Kg Nakal di Tabalong

Karyawan agen gas elpiji 3 kilogram saat mendistribusikan ke pangkalan. Foto-apahabar.com/Muhammad Al-Amin

apahabar.com, TANJUNG – Peringatan bagi sejumlah pangkalan gas elpiji 3 kilogram di Tabalong yang berani memainkan harga. Sebab agen siap menerapkan sanksi tegas.

Diketahui, Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji bersubsidi 3 kg Rp 17.500 per tabung.

Dikemukakan admin agen elpiji 3 kilogram dari PT Barito Sakti Utama dan PT Hulu Benua Enam, Atmadi mengatakan, bagi pangkalan yang tidak mengikuti aturan dari Pertamina dan agen akan diberikan sanksi.

“Sanksinya mulai pengurangan kuota, skorsing sampai pemutusan hubungan, ini sudah banyak dikenakan bagi mereka yang tidak mengikuti aturan tersebut,” tegas Atmadi.

Sementara itu untuk pasokan gas elpiji 3 kilogram dari Pertamina ke kedua agen tersebut lancar saja. “Setiap hari ada kouta,” jelas Atmadi.

Ujarnya lagi, pasokan gas 3 kilogram untuk Barito Sakti Utama rata-rata per bulan mendapatkan kouta dari Pertamina sebanyak 70 ribu tabung.

Jumlah tersebut didistribusikan ke 70 pangkalan aktif yang terbesar di seluruh Kabupaten Tabalong.

Sementara itu, untuk PT Hulu Benua Enam pasokan gas 3 kilogram dari Pertamina setiap bulannya sebanyak 40 tabung yang disalurkan ke 57 Pangkalan di seluruh wilayah Kabupaten Tabalong.

Saat ditanya kebutuhan akan Elpiji 3 kilogram di Tabalong apakah sudah cukup dengan kouta yang diterima agen? Atmadi mengatakan, seharusnya data dari dinas terkait yang menyebutkan masyarakat tidak mampu baru disandingkan dengan kuota, baru bisa dibilang cukup atau tidak. Untuk saat ini data ini yang tidak punya.

Sedangkan terkait sasarannya, Atmadi tidak menampik ada yang tidak tepat sasaran dalam penggunaan gas elpiji 3 kilogram.

“Untuk tepat sasaran saya jawab belum karena masih banyak masyarakat yang kita pandang mampu masih menggunakan Elpiji 3 kilogram, ” pungkasnya.

 

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ratusan Personel Amankan Malam Takbiran di Banjarmasin
Cara Warga Haliau HST Ungkapkan Syukur Saat Musim Buah

Kalsel

Cara Warga Haliau HST Ungkapkan Syukur Saat Musim Buah
apahabar.com

Kalsel

Meriahnya Pembukaan MTQ di Kotabaru, Paman Birin Ajak Peserta Tingkatkan Prestasi
apahabar.com

Kalsel

Dituntut 20 Tahun Penjara, Pelaku Mutilasi di Sungai Tabuk Tertunduk !
apahabar.com

Kalsel

Wajah Balai Kota Banjarmasin Akan Dipermak
apahabar.com

Kalsel

Sempat Adu Mulut, Prajurit Kodim Bongkar Paksa Rumah Warga di HST
HST

Kalsel

Pascabanjir di Hantakan HST, TNI Bersama Relawan Bangun Jembatan Darurat
apahabar.com

Kalsel

Siap Tertibkan APK Tahap Ketiga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com