Praktik Jual-Beli Pangkalan Elpiji Kalsel Terendus di Level Agen! Catat! Warga Banjarmasin Sudah Divaksin Corona Tetap Harus Swab Pengadaan Mobdin di Banjarmasin Terancam Berhenti, Simak Alasannya Puluhan Pangkalan Elpiji di Kalsel-Teng Diputus Pertamina! Simak Alasannya Ketika Presiden Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing

Anggota Wanadri Meninggal di Meratus Berdarah Banjar

- Apahabar.com Minggu, 14 Februari 2021 - 21:02 WIB

Anggota Wanadri Meninggal di Meratus Berdarah Banjar

Anggota Wanadri Sarbini atau akrab disapa Beben (55) meninggal di Pegunungan Meratus, HST. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Dunia pencinta alam Tanah Air khususnya Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali berkabung.

Hal itu menyusul berpulangnya anggota Wanadri, Sarbini, pada Sabtu (13/2) sekitar pukul 16.00 Wita.

Sarbini meninggal saat dalam perjalanan menuju Desa Juhu, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

“Iya benar, sekarang masih dalam proses evakuasi,” ucap Pembina Pecinta Alam HST, Muhammad Yani kepada apahabar.com, Minggu (14/2) sore.

Lantas siapa sebenarnya mendiang Sarbini?

Mendiang merupakan lelaki berdarah Banjar yang berdomisili di Ibu Kota Jakarta. Berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), mendiang lahir di Banjarmasin, 10 Oktober 1966.

Namun saat ini, mendiang bersama istri menetap di Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

“Ya benar, beliau tinggal di Jakarta. Namun beliau kelahiran Banjarmasin,” ucap Pembina Pencinta Alam HST, Muhammad Yani kepada apahabar.com, Minggu (14/2) malam.

Yani mengaku sangat kehilangan sosok Sarbini. Dia berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Sarbini.

Kepala Dinas LH HST ini berterima kasih yang tak terhingga atas dedikasi mendiang selama hidupnya untuk kelestarian alam.

Selama hidup, Sarbini dikenal dengan sosok yang peduli dengan lingkungan, khususnya Meratus.

Tak jarang mendiang terlibat aktif dalam pergerakan Save Meratus yang selama ini digaungkan para aktivis di Banua, sebutan Kalsel.

Sebelumnya, mendiang bersama rekannya satu organisasi di Wanadri baru selesai melaksanakan kegiatan sosial peduli banjir di Desa Hantakan.

Akan tetapi, mendiang memilih untuk bertahan dan bertekat melanjutkan perjalanan menuju Desa Juhu untuk menyaksikan aruh adat masyarakat Dayak Meratus.

Mendiang tak sendiri, melainkan didampingi tim medis dan warga setempat.

Setelah beberapa hari melakukan perjalanan, Yani mendapatkan kabar, mendiang menghembuskan nafas terakhir di Puncak Gunung Kilai.

Gunung Kilai merupakan tanjakkan terakhir menuju Desa Juhu. Ketinggiannya kurang lebih 1.500 MDPL.

“Sekitar 25 orang telah melakukan evakuasi,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Sayangnya, Alan tidak menjelaskan secara detail kasus yang menimpa Vanessa Angel.

Nasional

Vannesa Angel Jadi Tersangka Lagi
apahabar.com

Nasional

Dipecat dari TNI, Pelaku Pencabulan Anak Diserahkan ke Polisi
Nakes Mesum

Nasional

Nakes Mesum Sesama Jenis Dinonaktifkan dari Wisma Atlet
apahabar.com

Nasional

Dapat Mengelak Ketika Ditusuk, Ustadz Yusuf Mansyur: Syekh Ali Jaber Pernah Belajar Silat
apahabar.com

Nasional

Jubir: Orang dari Episentrum Covid-19 Harus Isolasi Diri
apahabar.com

Nasional

Bundaran HI Mulai Padat, Jalan Ditutup untuk Jakarta Muharam Festival
apahabar.com

Nasional

Presiden Ajak Seluruh Rakyat Ikuti Peringatan Detik-Detik Proklamasi
apahabar.com

Nasional

Pusat Pembelajaran Kelor Terbesar se-Asia Dibangun di Palu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com