Kakek di Banjarmasin Meninggal Misterius di Hotel, Polisi Lakukan Pemeriksaan Polisi Tewas di Sungai Martapura, Sudah 2×24 Jam Faisal Diperiksa Intens Akhirnya, Tunggakan Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Dibayar! Duh, Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Belum Dibayar Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

ASN Banjarmasin Masih Pakai Elpiji 3 Kg, “Jangan Dikambinghitamkan”

- Apahabar.com Kamis, 25 Februari 2021 - 14:36 WIB

ASN Banjarmasin Masih Pakai Elpiji 3 Kg, “Jangan Dikambinghitamkan”

Pemkot Banjarmasin meminta agar masyarakat tak mengambinghitamkan ASN atas kelangkaan elpiji yang belakangan waktu mendera. Foto ilustrasi: Dok.Pertamina

apahabar.com, BANJARMASIN – Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di Banjarmasin kedapatan masih menggunakan elpiji 3 kilogram (kg).

Temuan tersebut dibenarkan oleh Plh Wali Kota Banjarmasin Mukhyar.

“Kemungkinan itu mungkin ada 1 sampai 2 PNS, tapi itu karena kebutuhannya dan tidak semua ASN yang menggunakan,” ujarnya, Kamis (25/2).

Namun Mukhyar meminta masyarakat tak mengambinghitamkan ASN atas kelangkaan elpiji yang belakangan mendera.

Ketua Hiswana Migas Kalsel Saibani sebelumnya menyebut sejumlah ASN kedapatan masih mengonsumsi gas bersubsidi meski sudah ada larangannya. Harusnya mereka menggunakan bright gas 5,5 kg, karena gas subsidi hanya untuk mereka yang berpenghasilan di bawah Rp1,5 juta.

Selain itu, baru tadi Pemkot Banjarmasin menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 500/040/Ekosda. Isinya, seluruh ASN di ruang lingkup Pemkot Banjarmasin dilarang untuk menggunakan elpiji 3 kg.

Namun Hiswana, kata Mukhyar, juga mengakui kelangkaan elpiji buntut dari rantai distribusi yang terhambat karena akses utama Jalan Gubernur Syarkawi tak bisa dilewati. Hancurnya Jalan Gubernur Syarkawi membuat pengangkutan elpiji dialihkan menggunakan landing craft tank yang disewa Pertamina.

“Kalau ASN yang menggunakan berarti sebelum elpiji ini langka juga. Jadi jangan mengambinghitamkan ASN,” tegasnya.

SE dikeluarkan sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI nomor 26 tahun 2009 tentang penyediaan dan distribusi LPG 3 kg. Konsumennya, rumah tangga dengan berpenghasilan rendah dan usaha mikro.

“Sudah kita tandatangani supaya SKPD terkait menyampaikan ke ASN untuk tidak membeli elpiji 3 kg,” ujarnya.

Masih Mukhyar, bahwa PNS di Banjarmasin sangat sadar sehingga tidak perlu diimbau dan dilarang untuk tak menggunakan elpiji 3 kg.

“Saya yakin saja, tapi kemungkinan ASN yang menggunakan itu kecil,” tuturnya.

Terkait kelangkaan, Ketua Komisi II DRPD Banjarmasin menyampaikan faktor lainnya adalah masyarakat yang menyelewengkan kartu kendali gas elpiji 3 kg.

“Dijual dengan harga Rp300 ribu. Ini juga akan jadi perhatian kita, jika kedapatan maka akan kita keluarkan dari data warga penerima gas subsidi,” jelasnya, saat rapat dengar pendapat dengan Pertamina, dan Pemkot Banjarmasin, kemarin.

Dalam rapat itu, Faisal turut mendorong Pemkot Banjarmasin lebih tegas melarang ASN yang masih menggunakan gas subsidi.

“Kalau kedapatan berikan sanksi tegas,” jelasnya.

Pertamina sudah melebihi jatah elpiji 3 kilogram (kg), namun kelangkaan gas subsidi masih saja mendera warga di Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin.

Lantas apa faktor utamanya? Pertamina mengklaim bukan karena kuota, melainkan infrastruktur jalan yang rusak akibat banjir.

“Distribusinya tersendat. Bahkan tak hanya elpiji 3 kg saja yang terhambat, yang bright gas atau pun 12 kg itu juga tersendat,” kata Sales Branch Manager Rayon V Pertamina Kalsel-Kalteng, Ayub usai rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPRD Banjarmasin, Rabu (24/2).

Ayub turut memastikan kuota gas elpiji bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat Kota Banjarmasin aman.

Bahkan suplai yang diberikan oleh Pertamina sebut dia jauh lebih besar daripada kebutuhan masyarakat kategori miskin di Kota Banjarmasin sendiri.

“Untuk Kota Banjarmasin kita suplai 17.000 tabung setiap harinya. Itu jauh lebih besar daripada kebutuhan kepala keluarga kategori miskin yang terdata oleh Pemda,” katanya.

Terputusnya infrastruktur diakibatkan banjir beberapa waktu lalu menyebabkan distribusi dari Depot Mini Gas di Jembatan Barito ke SPPBE di kabupaten atau kota di Kalsel terpaksa lewat Landing Craft Tank (LCT).

Sementara, pantauan Antara, mobil tangki pengangkut gas elpiji tidak bisa melewati Jalan Gubernur Syarkawi yang rusak parah, dan belum berfungsinya Jembatan Kayutangi yang sedang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Di sisi lain, armada LCT yang mengangkut mobil gas juga harus menunggu air surut dan pasang di Muara Sungai Barito.

Pemkot Banjarmasin sementara ini baru memiliki solusi jangka pendek. Yakni, meminta pemerintah provinsi untuk membuka Jembatan Alalak khusus untuk kendaraan pengangkut elpiji.

Jatah Lebih tapi Gas Langka di Banjarmasin, Kartu Kendali Dijual Rp300 Ribu!

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pengakuan Pembunuh Kakak Ipar di Pemurus Baru Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

PSBB Jilid Kedua di Batola, Pasar Menjadi Perhatian
apahabar.com

Kalsel

Giliran Normalisasi Sungai Balasung
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kotabaru: Sembuh 3, Positif Nihil
apahabar.com

Kalsel

Sungai Bilu Banjarmasin Heboh! Anak Hilang Diduga Disembunyikan Makhluk Halus
apahabar.com

Kalsel

Isu Ambil Untung Covid-19, Simak Penjelasan RSDI Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

PPDB Hari Pertama: Pendaftar di SMPN 1 Banjarmasin Membeludak
apahabar.com

Kalsel

Diduga Catut Ponpes Darussalam Minta Bantuan, Pria di Martapura Diamankan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com