Mardani H Maming: Hipmi Optimis Pemimpin Muda Kalsel Mampu Bangkitkan Ekonomi Daerah Ketua DPRD Banjar: 100 Hari Program Bupati Harus Penangan Pascabanjir DPP Demokrat Pecat Marzuki Alie dan 6 Kader, Simak Alasannya Duh, Positif Covid-19 Kapuas Bertambah Lagi 50 Kasus Tiga Gus Pimpin Jatim, Bak Angin Segar Bagi Kinerja ASN

Banjir Kalsel, LSM dan Advokat Siapkan Gugatan Class Action

- Apahabar.com Senin, 1 Februari 2021 - 00:29 WIB

Banjir Kalsel, LSM dan Advokat Siapkan Gugatan Class Action

Perwakilan Lembaga Swasta Masyarakat (LSM) dari 11 Kabupaten/Kota dan masyarakat terdampak banjir dibantu dengan 50 advokat gelar rapat persiapan di Markas P3HI. Foto-Madani

apahabar.com, MARTAPURA – Banjir terparah sepanjang sejarah di Kalsel bakal masuk ranah hukum. Perwakilan LSM 11 kabupaten/kota bersama 50 advokat bersiap melayangkan gugatan class action ke PN Banjarmasin, besok Senin (1/2).

Ketua Umum Perkumpulan Pengacara dan Penasehat Hukum Indonesia (P3HI) Kalsel, Aspihani Ideris menegaskan, dampak banjir di Kalsel ini menjadikan dasar LSM bersama advokat dari P3HI akan melakukan gugatan class action.
“Gugatan class action ini yang pertama di Kalsel, bahkan di Kalimantan,” kata Aspihani Idris.

Gugatan class action tersebut akan dilayangkan ke perusahaan pertambangan.

“Gugatan ini kita lakukan dengan harapan pemerintah dapat melakukan seleksi dengan ketat untuk perusahaan tambang, juga perkebunan sawit besar,” tekannya.

Gugatan itu siap diajukan bukan tanpa sebab. Dijelaskan Aspihani, banyak masyarakat yang mengalami kerugian karena banjir besar yang dimulai karena rusaknya lingkungan.

Dari segi materi, mungkin nilainya mencapai triliunan. Akibat banjir, sawah rusak, tambak ikan warga hanyut disapu banjir.

Untuk korban jiwa, Aspihani mengemukakan, ada yang meninggal karena tersengat listrik, hingga satu keluarga tertimbun longsor.

Dari beberapa hal tersebut membuat pihaknya mantap mengajukan gugatan. Ia sadar jika melawan pemerintah, kadang sulit untuk memenangkan sebuah perkara.

Namun ia tetap berupaya membuktikan jika hukum di Kalsel berjalan dengan maksimal.

“Kita semua berharap hukum itu sebuah panglima perang, yang artinya kita berharap jangan sampai tajam ke bawah tapi tumpul di atas,” ucapnya.

Aliansyah, aktivis LSM berharap, dengan adanya gugatan class action ini, tidak ada lagi banjir besar di Kalsel.

“Semoga apa yang kita alami hari ini tidak akan dirasakan lagi oleh anak cucu kita,” tutupnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pemprov Kalsel Kucurkan Jaring Pengaman Sosial Rp 19 Miliar, Rp 100 Ribu Per KK

Kalsel

Breaking News: Tabrakan Maut di Tapin, Pelaku Misterius
Pleno

Kalsel

Rapat Pleno KPU Banjarbaru, Simak Hasilnya untuk Pilwali Banjarbaru dan Pilgub Kalsel

Kalsel

Menanti Ustad Somad ke Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Polsek Banjarmasin Selatan Kembali Bagikan Sembako
apahabar.com

Kalsel

Saban Hari di Banjarbaru, 100 Ton Sampah Diangkut
Cegah Covid-19, DPC Gerindra Banjarmasin Bagikan Masker ke Pedagang

Kalsel

Cegah Covid-19, DPC Gerindra Banjarmasin Bagikan Masker ke Pedagang
apahabar.com

Kalsel

Kenaikan Pangkat Guru Kabupaten Banjar di 2019, Bisa Dipantau dari Rumah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com