Kronologis Laka Maut di Kandangan Hingga Pemotor Tewas Terlindas Truk Adik Maliki Jadi Saksi, Tegaskan Duit Fee Diminta Abdul Wahid Siap-Siap, Distribusi Air Bersih PT AM Bandarmasih Setop 6 Jam Jalani Sidang Perdana, Suami ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin Didakwa Pasal Penipuan & Penadahan Lanjutan Sidang ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin, Terdakwa Ngaku Jual Slot Fiktif

Bantah Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Hiswana Migas Kalsel Beri Penjelasan

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kalsel membantah adanya isu kelangkaan gas elpiji tiga kilogram (Kg)
- Apahabar.com     Sabtu, 20 Februari 2021 - 12:58 WITA

Bantah Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Hiswana Migas Kalsel Beri Penjelasan

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Kalsel membantah adanya isu kelangkaan gas elpiji tiga kilogram. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kalsel membantah adanya isu kelangkaan gas elpiji tiga kilogram (Kg) atau gas melon.

“Kategori kelangkaan elpiji itu tidak ada. Saya sampaikan Pertamina dan Hiswana punya stok elpiji yang banyak,” ujar Ketua Hiswana Migas Kalsel, H Saibani, Sabtu (20/02).

Saibani mengatakan stok gas melon di Kalsel mencapai 2.876 metrik ton (MT) untuk kebutuhan hampir 8 hari.

Namun pasca-musibah banjir, terdapat infrastuktur yang hancur, khususnya di kawasan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar yang menjadi akses utama penyaluran tabung gas elpiji 3 Kg.

Dengan demikian, pihaknya tidak bisa melakukan distribusi gas kepada stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPBE) di sejumlah wilayah Kalsel.

“Disimpulkan oleh Kadishub Kalsel jalan Gubernur Syarkawi tidak bisa dilewati. Meski bisa, tapi risikonya luar biasa,” pungkasnya.

Lebih jauh, Saibani mengklaim tidak bisa memastikan hingga kapan jalan Gubernur Syarkawi diperbaiki oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

“Selama infrastuktur ini tidak ditangani maksimal, saya khawatir selama itu juga akan terjadi kekurangan suplai elpiji ke masyarakat,” tegasnya.

Lantas, apa langkah Pertamina dan Hiswana Migas menyikapi persoalan ini?

Ia menerangkan bahwa mereka sudah menyewa Landing Craft Tank (LCT) khusus untuk memasok elpiji.

Perjalanan gas melon dilakukan dari depot dekat Jembatan Barito menuju dermaga Banjar Raya, Banjarmasin.

LCT itu digunakan khusus untuk melayani masyarakat di Banjarbaru, Banjarmasin, Banjar dan Tanah Laut.

Meski begitu, ia kembali mengklaim langkah ini tetap tidak maksimal karena LCT butuh waktu satu malam untuk sekali pengangkutan.

Tak hanya itu, jam kerja karyawan juga bertambah dalam memastikan stok gas elpiji 3 Kg sampai kepada masyarakat.

“Kalau berlawanan arus itu hampir 5 jam perjalanannya. Itu belum lagi turun dan naiknya,” pungkasnya.

Namun langkah menggunakan LCT untuk mengangkut gas elpiji 3 Kg terpaksa dilakukan Pertamina dan Hiswana Migas. Setiap kali pengangkutan, LCT bisa membawa sebanyak 13 ton tabung gas subsidi.

“Jika tidak, maka bisa dipastikan Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar dan Tanah Laut tidak mendapatkan elpiji,” tambahnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

RS Pertamina Tanjung

Kalsel

Tarif PCR di RS Pertamina Tanjung Belum Turun, Begini Alasannya
apahabar.com

Kalsel

Tenang, ABK SSE Jerome yang Sandar di Kotabaru Bebas Corona
Liang Anggang-Bati Bati

Kalsel

Kontraktor Jalan Liang Anggang-Bati Bati Terancam Di-blacklist
apahabar.com

Kalsel

Sukses Tangani Covid-19, Kapolda Kalsel Acungkan Jempol untuk Kapolsek, Danramil dan Camat di Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Jauhi Angka Kematian, Pasien Sembuh Covid-19 di Kalsel Terus Bertambah
apahabar.com

Kalsel

Menyesal, Predator Anak Kandung di Kotabaru Khilaf karena Miras
Pria paruh baya di Pasar Kasbah Banjarmasin. Foto-Istimewa

Kalsel

Keluarga Tolak Otopsi, Pria Paruh Baya di Kasbah Banjarmasin Diduga Meninggal Lantaran Sakit
Teguh Baramarta

Kalsel

Skandal Baramarta, Eks Dirut Bongkar Sosok Oknum Jaksa Diduga Penikmat Korupsi Dana Taktis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com