POPULER SEPEKAN: Viral Penjual Gorengan di Sekumpul, Adaro-Pama Cerai, hingga Transkrip PPK Banjar Tolak KLB, Simak Sikap Demokrat Kalteng Almarhum Kombes Sapta Dikenal Sebagai Pribadi yang Sederhana Mantap! Polsek Tapin Utara Bekuk Kurir Sabu 9,14 Kg asal Kalbar Ratusan Anggota Polisi di Tabalong Jalani Vaksinasi Covid-19

BKPM Libatkan HIPMI dalam Tim Penilaian Kinerja Pemda

- Apahabar.com Kamis, 11 Februari 2021 - 11:20 WIB

BKPM Libatkan HIPMI dalam Tim Penilaian Kinerja Pemda

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Ketua Umum HIPMI Mardani H. Maming melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman di Kantor BKPM, Jakarta, Rabu (10/2). Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Untuk menilai implementasi kemudahan berusaha di kementerian/lembaga (k/l) dan pemerintah daerah (pemda), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melibatkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dalam sebuah tim independen.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan tim independen tersebut akan dikoordinatori BKPM. Tugasnya melakukan penilaian kinerja kementerian/lembaga, bupati hingga gubernur.

“Saya minta HIPMI dilibatkan untuk menilai pemda ini apakah mereka sudah bagus atau belum,” kata Kepala BKPM Bahlil Lahadalia usai penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama di Bidang Penanaman Modal dengan HIPMI, seperti dilansir CNN Indonesia, Rabu (10/2).

Dia mengatakan, kementerian/lembaga dan pemda yang tak cukup cakap dalam urusan kemudahan berusaha dan mengurus investasi bisa mendapat sanksi.

“Hukumannya ngeri-ngeri sedap juga, kalau ada daerah yang tidak mengurus investasi baik, sanksinya itu bisa sampai menahan dana transfer daerah,” katanya.

Saat ini, kata Bahlil, setiap investasi yang memperoleh insentif, wajib mengalokasikan sebagian pekerjaannya ke pengusaha daerah.

“Saya minta kepada HIPMI, jadi yang didorong itu pengusaha yang benar. Jangan yang bisnisnya gak jelas. Ini harus kolaborasi. BKPM akan bentuk Tim Independen. Kalau bagus silakan pakai HIPMI. Kalau tidak bagus, jangan! Karena ini negara,” tegas Bahlil yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI periode 2015-2019.

Investasi merupakan salah satu instrumen dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, di mana konsumsi menjadi komponen terbesar dalam pertumbuhan ekonomi, yaitu 57-60%, sedangkan investasi sebesar 30%.

Menurut Bahlil, lapangan pekerjaan merupakan salah satu faktor penentu dalam mendorong sektor konsumsi dan bermuara pada investasi.

“Dalam rangka percepatan investasi, BKPM membangun satu strategi bahwa kita harus menjemput bola serta strategi percepatan untuk memberikan perizinan berusaha. Pengusaha tidak boleh mengatur negara, negara yang mengatur pengusaha, tetapi negara tidak boleh semena-mena karena pengusaha ini adalah pahlawan yang menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan negara,” ujar Bahlil.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Hari Ini, Jokowi Akan Resmikan Bendungan Tukul di Pacitan
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Pandemi Tak Kurangi Kekhidmatan Detik-Detik Proklamasi
apahabar.com

Nasional

Bahas Masalah Papua, Menko Polhukam Kumpulkan Menteri
apahabar.com

Nasional

Bukalapak Tambah Server Hadapi Harbolnas
apahabar.com

Nasional

Ibu Kota Baru RI Bakal Dilengkapi Smart Mobility
apahabar.com

Nasional

Dirjen Cipta Karya: Indonesia Kekurangan Banyak Insinyur
apahabar.com

Nasional

Selama di Banjarmasin, Jokowi Dipastikan Shalat Magrib di Masjid Ini
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Pengusaha Pertahankan Pekerja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com