Duh, Jatah Ratusan Elpiji 3 Kg Bersubsidi Raib di Agen Muara Asam Asam Tala Keluh Pedagang Soal Penutupan Pasar Bauntung Lama ke Pemkot Banjarbaru: Kami Makan Apa? Kabupaten Banjar Lanjutkan PPKM Mikro ke Tahap Dua Sah! Jaksa Tetapkan Kades di Kelumpang Kotabaru Tersangka Pungli Cafe Jual Miras di Banjarmasin Bak Kebal Hukum, Buntut Izin Pusat?

BNNK Batola: Tiga Kecamatan Dalam Bahaya Narkoba

- Apahabar.com Rabu, 17 Februari 2021 - 19:44 WIB

BNNK Batola: Tiga Kecamatan Dalam Bahaya Narkoba

Kepala BNNK Barito Kuala, AKBP Agus Wijanarko, memberi paparan dalam workshop penguatan kapasitas media. Foto: apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Langsung berbatasan dengan daerah luar, BNNK Barito Kuala menyatakan tiga kecamatan dalam status bahaya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

Dalam pemetaan yang disusun BNNK, kecamatan dengan status bahaya tersebut adalah Alalak, Anjir Pasar dan Bakumpai.

Seperti diketahui Alalak berbatasan langsung dengan Banjarmasin. Kemudian Bakumpai dengan Tapin, serta Anjir Pasar yang merupakan kawasan perbatasan Kalsel dan Kalteng.

“Pemetaan tersebut berperan penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba di Batola,” ungkap Kepala BNNK Batola, AKBP Agus Widjanarko, Rabu (17/2).

Sementara Kecamatan Cerbon, Rantau Badauh dan Tamban ditetapkan dalam status waspada. Kemudian Marabahan, Mandastana dan Tabunganen berstatus siaga.

Dari 17 kecamatan di Batola, tersisa Kuripan, Tabukan, Barambai, Wanaraya, Belawang, Anjir Muara, Mekarsari dan Jejangkit yang berstatus aman.

Pun beragam upaya dilakukan BNNK Batola. Salah satunya menggandeng seluruh media cetak, online dan elektronik di Bumi Selidah.

Diawali dari workshop penguatan kapasitas, semua media diharapkan mendukung dan sekaligus mengkampanyekan Kota Tanggap Narkoba (Kotan).

“Ini merupakan salah satu langkah strategis, mengingat media menyediakan informasi terpercaya, akurat dan bertanggung jawab,” papar Agus.

“Adapun Kota Tanggap Narkoba sendiri bertujuan memperkuat kemampuan antisipasi, adaptasi dan mitigasi,” imbuhnya.

Berkaitan dengan upaya itu, penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba di Batola cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Tercatat sepanjang 2019, BNNK Batola telah merehabilitasi 110 pengguna narkoba. Sedangkan setahun sebelumnya, pengguna yang direhabilitasi berjumlah 71 orang.

Sementara sepanjang 2020, BNNK Batola menangani 2 laporan kasus dengan 3 berkas perkara. Sedangkan jumlah tersangka yang dijaring berjumlah 4 orang, semuanya ditangkap di Alalak.

“Menyikapi fakta itu, media berperan besar dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba,” sahut Ahmad Wahyuni, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Batola.

Selain menginformasikan jenis-jenis narkoba yang disalahgunakan, media menjadi sumber informasi dari imbas negatif penyalahgunaan dan peredaran gelap.

“Melalui produk jurnalistik, media bisa memunculkan antipati terhadap kriminalitas dan kekerasan yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba,” cetus Hery Sasmita, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Batola.

“Di sisi yang berbeda, media dapat menampilkan contoh-contoh kesuksesan individu sukses tanpa narkoba,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Batola

Sejumlah Pejabat Eselon II di Pemkab Batola Berubah, Berikut Daftarnya
Banjir

Batola

Bantu Korban Banjir di Batola, Pasutri Ini Rela Tinggalkan Anak
apahabar.com

Batola

Setelah Pensiun, Begini Kondisi Anggota Polres Batola Penyedia Bubur Gratis
apahabar.com

Batola

Mirip Organ Kewanitaan, Begini Khasiat Bunga Telang dari Danda Jaya Batola
Banjir

Batola

Curah Hujan Meningkat, Tiga Kecamatan di Batola Dikelilingi Banjir
apahabar.com

Batola

Keterwakilan Perempuan di BPD Batola Lampaui Kuota Nasional
apahabar.com

Batola

Belum Pasti Berangkat, CJH Barito Kuala Tetap Menjalani Tes Kebugaran
apahabar.com

Batola

IGD RSUD Abdul Aziz Marabahan Ditutup, Pasien Darurat Dirujuk ke Rumah Sakit Lain
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com