Peserta KLB Demokrat Dijanjikan Rp 100 Juta, Ternyata Hanya Terima Rp 5 Juta Polisi Bakal Tindak Parkir Sembarangan di Kawasan Taman Kota-Masjid Raya Kotabaru Kemenkes Sebut 4 Pasien yang Terserang Corona B117 Tak Bergejala Berat Menkes Ungkap Tambahan Kasus Mutasi Corona Baru, 1 dari Kalsel Amuntai Heboh! Belasan Balita Diduga Keracunan Usai Konsumsi Soto

Buntut Pembalakan Liar, 2 Pemuda HST Didaulat Jaga Meratus

- Apahabar.com Senin, 15 Februari 2021 - 23:08 WIB

Buntut Pembalakan Liar, 2 Pemuda HST Didaulat Jaga Meratus

Masyarakat adat mengusulkan puluhan ribu hektare kawasan di Pegunungan Meratus sebagai hutan adat, bukan sebagai wilayah pertambangan. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pascapembalakan liar, warga di sekitar Pegunungan Meratus semakin waspada.

Bahkan sejumlah desa seperti Pantai Mangkiling, Datar Ajab, Alat, dan Hinas Kanan melakukan konsolidasi terkait pelestarian hutan lindung dan hutan adat di Meratus.

Dalam pertemuan itu, seorang tokoh masyarakat Desa Mangkiling, Sumiyati mengajak semua warga untuk memerangi oknum jahat yang ingin merusak hutan lindung di Meratus.

“Kalau sudah kita nyatakan di dalam hutan lindung itu tidak bisa lagi ditebang, meskipun dibuat rumah,” ucap Sumiyati dikutip apahabar.com dari akun Instagram Kalselsatu.net, Senin (15/2) malam.

“Makanya kita ada di sini. Kalau hutan adat masih boleh dibuat rumah, tempat produksi ataupun ladang, namun apabila hutan lindung itu tidak bisa lagi diganggu gugat, apapun tidak diperbolehkan,” lanjutnya.

View this post on Instagram

A post shared by kalselsatu.net (@kalselsatunet)

Berdasarkan hasil konsolidasi, warga bersepakat menunjuk 2 pemuda untuk ditugaskan menjaga Meratus dan tanah di Mangkiling, Desa Datar Ajab, Kecamatan Hantakan agar terhindar dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

2 pemuda itu di antaranya Heriyadi dari Dusun Baya Wana dan Syahrani dari Pantai Mangkiling.

“Terima kasih telah dipercaya sebagai penerus atau yang melanjutkan pergerakkan tetuha bahari atau tetuha kampung di Desa Pantai Mangkaling, terutama Ibu Sumiyati sama Kai Musa. Nah beliau salah satu pejuang bahari yang memperjuangkan hutan Meratus yang sampai saat ini tidak dijamah oleh penebang kayu,” ungkap Syahrani.

Menariknya, kawasan hutan lindung yang berada di Desa Pantai Mangkiling ini tidak hanya menjadi resapan utama sumber air, tetapi juga menjadi sumber air pertama di bagian hulu.

Bukit yang berseberangan langsung dengan Puncak Halau-Halau mempunyai wilayah eksotisme masih asri dan hijau.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Selepas Isya, Api Mengamuk di Pekapuran Laut Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Cegah Radikalisme dan Separatisme, Kodim 1007/Banjarmasin Gelar Komunikasi Sosial
apahabar.com

Kalsel

Anggota DPRD Banjarmasin Periode 2014-2019 Pamitan
apahabar.com

Kalsel

Diterpa Isu Pencabulan, Ketua KPU Banjarmasin Akhirnya Buka Suara
apahabar.com

Kalsel

Karantina Wilayah, Forwadek Dukung Langkah Pemkot Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

PT Batulicin Enam Sembilan dan Yayasan Haji Maming Distribusikan 5.5 Ton Beras untuk Korban Banjir
apahabar.com

Kalsel

Disebut Mulia, Mampu Legislator Menjalankan Fungsinya?
PDI Perjuangan Kalsel Serahkan APD ke RSUD Ulin

Kalsel

PDI Perjuangan Kalsel Serahkan APD ke RSUD Ulin  
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com