Agya Vs Scoopy di Stagen Kotabaru, Gadis 17 Tahun Patah Kaki Hari Ini, 22 Warga Kotabaru Positif Covid-19 Polisi Ungkap Kronologis Kecelakaan Maut di Cempaka yang Tewaskan 1 Pengendara Ratusan Gram Sabu Gagal Edar di Kukar, Polda Kaltim Ringkus 1 Pelaku Mulai Besok, Wisata Dadakan di Liang Anggang Ditutup!

Bupati Selayar Mengaku Tak Tahu Ada Jual Beli Pulau Lantigiang

- Apahabar.com Kamis, 4 Februari 2021 - 17:40 WIB

Bupati Selayar Mengaku Tak Tahu Ada Jual Beli Pulau Lantigiang

Ilustrasi - Pulau Lantigiang di Kabupaten Selayar, Sulsel yang merupakan kawasan Taman Nasional. Foto-Antara/Ho-Asdi

apahabar.com, MAKASSAR – Bupati Selayar, Basli Ali mengaku tidak mengetahui adanya transaksi jual beli di atas Pulau Lantigiang yang masuk dalam kawasan Taman Nasional.

“Kami tidak tahu adanya jua beli Pulau Lantigiang yang masih dalam teritorial Kabupaten Kepulauan Selayar,” kata Basli Ali dalam keterangannya pada media, seperti dilansir Antara, Kamis (4/2).

Menanggapi kisruh penjualan pulau di wilayah kerjanya. Basli menyayangkan sikap pihak pembeli, yakni Asdianti Baso yang tidak berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

Karena itu, Basli sangat menyesalkan tindakan dilakukan pihak yang bertransaksi dan tidak berkoordinasi dengannya, padahal kawasan itu masuk dalam kawasan yang dilindungi (Taman Nasional Takabonerate).

“Langkah yang harus ditempuh saat ini, Asdianti dan pengacaranya harus bertemu dengan saya, juga pihak kepala Balai Tamanan Nasional Takabonerate dan BPN untuk duduk bersama mencari solusinya,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, pada keterangan terpisah Asdianti yang merupakan pengusaha asal Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan mengaku membeli lahan seluas 4 hektare dengan harga Rp 900 juta, namun yang dia beli bukan pulau melainkan lahan di atas pulau.

Menurut dia, lahan itu dibeli dengan tujuan ingin membangun Water Bungalow dengan nilai investasi sekitar Rp 25 miliar, sebab ia juga bergerak di bidang pariwisata, sehingga menyayangkan jika pulau secantik Lantigiang tidak dikembangkan,apalagi pulau itu dan sekitarnya memiliki spot diving.

“Jadi, saya tidak pernah membeli Pulau Lantigiang, saya membeli hak tanah atas pulau. Jadi bukan sertifikat hak milik karena setahu saya di kawasan itu tidak mengeluarkan sertifikat, jadi saya minta hak pengelolaan untuk membangun resort di kawasan itu,” katanya.

Dia menjelaskan, sebelum membeli lahan di pulau itu, pihaknya pernah berkonsultasi dengan Balai Taman Nasional Takabonerate. Bahkan pihak balai menyebut Pulau Lantigiang di Kabupaten Kepulauan Selayar masuk zona pemanfaatan.

“Pada 2017 saya pun ke balai untuk berkonsultasi, pihak menyambut baik bahkah menyodorkan kalau Pulau Belang-Belang dan Pulau Lantigiang masuk ke zona pemanfaatan dan itu bisa dimanfaatkan, makanya saya urus,” paparnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Densus 88 Tembak Mati 2 Terduga Teroris di Bekasi, 2 Orang Kabur
apahabar.com

Nasional

Dirut BuLog: Tidak Ada Lagi Impor Beras Tahun Ini
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, DPR Kirim Draf RUU Cipta Kerja ke Presiden
apahabar.com

Nasional

Positif Gunakan Sabu, Kapolsek Kebayoran Baru Dicopot
apahabar.com

Nasional

Duh, Puluhan Tahanan di El Salvador Kena Covid-19
apahabar.com

Nasional

Hari Pangan Dunia, FAO Indonesia: Pangan Global Rapuh Akibat Pandemi
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tegaskan Pemerintah Tak Larang Warga Beribadah

Nasional

Wapres Minta Masalah Banjir Diselesaikan dengan Cerdas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com