POPULER KALSEL SEPEKAN: Panasnya Sidang MK, Penangkapan Pedofil Tapin, hingga Kisruh Elpiji Langka Update Covid-19 Kotabaru: Positif 4, Sembuh 11 Orang Pelambuan Membara, Belasan Rumah Terbakar Dini Hari Kebakaran Pelambuan, BPBD Banjarmasin Taksir Kerugian Rp1,2 Miliar Kandang Ternak di Kintap Tala Terbakar, Ribuan Ekor Ayam Terpanggang

Dampak Banjir Banjar, DPTH Taksir Kerugian Rp23 Miliar

- Apahabar.com Kamis, 11 Februari 2021 - 13:13 WIB

Dampak Banjir Banjar, DPTH Taksir Kerugian Rp23 Miliar

Banjir masih merendam sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Banjar. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Musibah banjir di Kabupaten Banjar sejak awal Desember 2020 tadi, menimbulkan dampak besar.

Salah satunya mengakibatkan sejumlah tanaman pangan dan holtikultura terendam di 14 kecamatan, Kabupaten Banjar.

Dari 14 kecamatan tersebut, 10 kecamatan terdampak sangat parah. Di antaranya Kecamatan Cintapuri Darussalam, Pengaron, Mataraman, Astambul, Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat, Sungai Tabuk, Kertak Hanyar, dan Kecamatan Karang Intan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DPTH) Kabupaten Banjar, Eddy Hasby melalui Nurul Chatimah selaku Kepala Bidang (Kabid) TPH Kabupaten Banjar menerangkan, yang sedang terdampak saat ini berada di 4 kecamatan.

“Kecamatan Beruntung Baru, Aluh Aluh, Tatah Makmur, dan Kecamatan Gambut, berdasarkan laporan dari petugas Pengawasan Organisme Pengganggu Tanaman,” ujarnya.

Ditambahkan, pada bencana banjir di tahun ini, ada dua kategori tanaman TPH yang terdampak, seperti persemaian dan tanaman.

Diungkapkan oleh Nurul Chatimah, tanaman persemaian yang terdampak banjir terdata sekitar 178.622 Kg atau setara sekitar 4.500 Hektar. Sedangkan yang puso atau mati sekitar 45.170 Hektar.

Sementara untuk tanaman yang terdampak banjir terdata seluas 3.220 Hektar, dan yang puso sekitar 1.292 Hektar.

Nurul Chatimah menyebut, kerugian tanaman pangan dan holtikultura seperti pohon jeruk, pisan, cabe, timun, dan lain sebagainya, selain tanaman padi, ditaksir mencapai Rp23 Miliar.

“Hitugangan yang kami lakukan ini dengan hitungan seminimal mungkin, atau hanya menghitung terkait sarana produksinya saja. Tidak termasuk biaya tenaga kerja dan lain sebagainya. Sedangkan kerusakan yang ditimbulkan bencana banjir ini memang sangat besar,” tegasnya.

Untuk meringankan beban para petani di Kabupaten Banjar yang terdampak banjir, DTPH tengah melakukan segala upaya.

Salah satunya, dengan mengupayakan anggaran kegiatan di tahun 2021 ini, baik yang beralokasi dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banjar, maupun dari APBN yang diarahkan untuk mengantisipasi dampak bencana banjir.

“Berdasarkan dari arahan Pak Mokhammad Hilman (Sekda Banjar) kami harus membuat proposal usulan untuk disampaikan ke Kementerian Pertanian. Mudah-mudahan nantinya usulan kami mendapat titik terang untuk menanggulangi permasalahan yang dihadapi petani. Dengan begitu, kondisi petani yang saat ini terpuruk dapat segera bangkit seperti semula,” harapnya.

Karena musibah yang telah terjadi ini, Nurul Chatimah memprediksi akan terjadi pergeseran masa tanam.

Jika semestinya dilakukan pada Februari 2012, maka kali ini kemungkinan baru dapat dilakukan penanaman pada April, Mei, atau Juni 2021 mendatang.

“Pada beberapa kecamatan masih ada yang terendam banjir, di antaranya Kecamatan Martapura Timur, Astambul, Sungai Tabuk. Namun, untuk daerah yang sudah surut, seperti Kecamatan Beruntung Baru, Aluh Aluh, Gambut, dan Tatah Makmur sudah dapat melakukan penanaman. Untuk itu, saat ini kami sangat berharap anggaran penanggulangan pasca banjir segera terealisasi,” terangnya.

Sementara itu, Camat Astambul, H Sirajuddin Ali berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar kepada instansi terkait agar memberikan bantuan berupa bibit kepada para petani di Kecamatannya.

Sebab, hampir semua tanaman dan lahan pertanian rusak karean dampak banjir.

“Akibat bencana banjir ini, bantuan sekitar 4.000 bibit pohon jeruk yang dulu diberikan pemerintah melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura (DTPH) Kabupaten Banjar, kini semuanya rusak terdampak banjir. Bahkan, berdasarkan data sementara ini, sekitar 300 karung gabah padi milik warga Desa Pingaran Ulu terendam banjir. Belum lagi di desa-desa lainnya yang saat ini masih dilakukan pendataan,” bebernya.

Tidak sampai di sana, lahan pertanian dan perkebunan warga yang didominasi tanaman buah jeruk siam sebagai varietas unggulan di Desa Sungai Alat, Kecamatan Astambul, pun rusak akibat terdampak banjir.

“Sekitar 250 pohon jeruk milik saya yang baru berusia 2,5 tahun rusak semuanya terendam banjir sekitar 3 pekan lamanya. Baru satu kali dilakukan panen di awal pertama berbuah. Mestinya di tahun ini kebun jeruk yang memasuki usia 3 tahun panennya akan lebih banyak. Tapi, semua mati. Kalau pun masih ada yang nampak hidup, dan berbuah, pohonnya tetap akan mati karena akarnya busuk dan akan diserang hama,” ujar Hanir, Warga Desa Sungai Alat.

Karena tidak tergabung dalam kelompok tani, Hanir pun berharap kepada pemerintah daerah agar memberikan bantuan berupa bibit jeruk dan tanaman lainnya yang rusak akibat terdampak bencana banjir.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

sekumpul martapura

Kabupaten Banjar

Hujan Berjam-Jam, Jalan Sekumpul Martapura Tergenang
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Bantuan Sosial Tunai Disalurkan, PKM Kabupaten Banjar Dapat 600 Ribu Per Bulan

Kabupaten Banjar

Eksekusi Lahan Selesai, Jalan Lingkar Mataraman–Sungai Ulin Kalsel Ditargetkan Selesai 2021
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Terdampak Covid, 380 Guru Agama Non PNS Terima Insentif dari Pemkab Banjar
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Jumatan di Masjid Al-Karomah Martapura, Kesadaran Masyarakat Terus Meningkat
Bupati Banjar Minta Penyuluh Tani Tak Gaptek!

Kabupaten Banjar

Bupati Banjar Minta Penyuluh Tani Tak Gaptek!
Banjir

Kabupaten Banjar

Soroti Banjir Banjar, Dewan Kalsel Nilai Pemkab Lambat
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Diiringi Takbir, Pemkab Banjar Sembelih 5 Ekor Sapi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com