Sah! Jaksa Tetapkan Kades di Kelumpang Kotabaru Tersangka Pungli Cafe Jual Miras di Banjarmasin Bak Kebal Hukum, Buntut Izin Pusat? Catat! Pengecer di Banjarmasin Bakal Dilarang Jual Gas 3 Kg Dugaan Penggelembungan Suara Pilgub Kalsel, Muthalib: Paraf Saya Dipalsukan Lepas Kepemilikan Klub, Begini Penjelasan Manajemen Martapura FC

Dapat Kuota 6.940 Dosis Vaksin, Ada Jatah Untuk Lansia di Kalsel

- Apahabar.com Selasa, 23 Februari 2021 - 15:09 WIB

Dapat Kuota 6.940 Dosis Vaksin, Ada Jatah Untuk Lansia di Kalsel

Juru bicara Satgas Covid-19 Kalsel, HM Muslim. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Setelah tenaga kesehatan, lansia di Kalimantan Selatan akan menjadi prioritas pada pelaksanaan vaksinasi tahap kedua mendatang. Pemprov Kalsel mendapat tambahan jatah kuota sekitar 6.940 dosis vaksin Sinovac.

“Lansia setelah vaksinnya datang, insyaallah dalam beberapa hari ini,” ungkap Juru bicara Satgas Covid-19 Kalsel, HM Muslim, Selasa (23/2).

Mengenai target pembagian penerima vaksin akan dilihat dari proporsi di berbagai wilayah. Penyesuaian data juga dilakukan bagi kelompok lain seperti polisi, TNI/Polri dan ASN.

“Tinggal kita mengatur strategi percepatannya. Di level TNI/Polisi misalnya, bisa dilakukan di fasilitas mereka dengan menghadirkan vaksinator yang ada,” lanjut Muslim.

Sementara pada vaksinasi di tingkat nakes sudah memenuhi 77 persen dan ditargetkan selesai pada akhir bulan ini. Pemprov Kalsel melakukan sistem vaksin mobile untuk memenuhi target pecapaian satu juta vaksin se-Indonesia.

Untuk diketahui, satu kemasan vaksin (vial) berisi 10 dosis vaksin. Penyuntikan vaksin asal China ini bertujuan untuk memberikan kekebalan fisik seseorang agar terhindar dari penularan penyakit. Namun, pemerintah mengingatkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan saat beraktivitas meskipun telah menerima suntikan vaksin tersebut.

“Semua harus memahami dirinya berpotensi terkena dan menularkan kepada orang lain,” kata Pj Gubernur Kalsel, Safrizal menambahkan.

Dari pengalamannya, vaksin Sinovac sudah teruji dan aman pada manusia. Laporan yang dia terima, kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) hanya menimbulkan pengaruh rasa ngantuk dan lapar.

“Vaksin sudah teruji. Saya, pak Kadis dan nakes sudah disuntik. Kebanyakan melaporkan hanya lapar dan ngantuk,” bebernya

Dia mengimbau agar masyarakat tidak takut untuk menerima vaksin dan tetap menerapkan prokes saat beraktivitas. Mengingat, ada kenaikan 26 persen kasus dalam dua minggu terakhir, dengan rata-rata sekitar 96 kasus per hari.

“Kasus variasi di beberapa kabupaten/kota. Karenanya masih kerja keras untuk menekannya. Kurangi kegiatan yang berpotensi kerumunan dan mengakibatkan penularan,” pesannya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pemprov Kalsel Gelar Diklat, Sekdaprov Ingin Peningkatan Tata Kelola Administrator
apahabar.com

Kalsel

Yayasan Haji Maming dan Geo Energy Group Kembali Salurkan Bantuan untuk Penanganan Covid-19
apahabar.com

Kalsel

VIDEO: Pengurus PDIP Resmi Laporkan Pemilik Akun FB
apahabar.com

Kalsel

Hujan Lebat Disertai Petir Hantui Sejumlah Wilayah Kalimantan Selatan
apahabar.com

Kalsel

Satpol PP Pantau Warung Sakadup, Berikut Daftar Lokasinya
apahabar.com

Kalsel

KNPI Kalsel: Pemkot Banjarmasin “Telantarkan” Anak Jalanan

Kalsel

Update Covid-19 Tapin: Ada Penambahan ODP Reaktif
apahabar.com

Kalsel

Realisasi Belanja Pemprov 2018Disebut Terendah Selama 5 Tahun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com