Peserta KLB Demokrat Dijanjikan Rp 100 Juta, Ternyata Hanya Terima Rp 5 Juta Polisi Bakal Tindak Parkir Sembarangan di Kawasan Taman Kota-Masjid Raya Kotabaru Kemenkes Sebut 4 Pasien yang Terserang Corona B117 Tak Bergejala Berat Menkes Ungkap Tambahan Kasus Mutasi Corona Baru, 1 dari Kalsel Amuntai Heboh! Belasan Balita Diduga Keracunan Usai Konsumsi Soto

Definisi Perempuan di KBBI Dikritik Lagi, Komnas: Salah Besar

- Apahabar.com Jumat, 5 Februari 2021 - 11:21 WIB

Definisi Perempuan di KBBI Dikritik Lagi, Komnas: Salah Besar

Ilustrasi perempuan. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Komisi Nasional (Komnas) Perempuan mendukung perbaikan definisi kata ‘perempuan’ dalam Kamus Besar Bahasan Indonesia (KBBI).

Komisioner Komnas Perempuan Bahrul Fuad menilai arti kata perempuan dalam KBBI terlalu “bias gender dan terkesan patriarkis”.

Menurutnya, perempuan di KBBI hanya diposisikan pada kerja-kerja domestik rumah objek seksual yang pasif.

“Jelas itu salah besar. Ini tanggung jawab ahli bahasa untuk merumuskan definisi perempuan dalam KBBI secara konstruktif, obyektif, dan positif dengan melibatkan ahli gender dan aktivis perempuan,” kata Bahrul, dilansir CNN Indonesia, Kamis (4/2).

Lebih lanjut kata Bahrul, definisi perempuan dalam KBBI kental dengan stigma dan stereotipe negatif. Oleh sebab itu, dia menilai definisi tersebut harus diperbaiki agar definisi perempuan lebih konstruktif dan berkonotasi positif.

Dia menilai bahasa berkontribusi besar dalam membangun citra, baik negatif maupun positif.

“Karena itu dalam konteks definisi perempuan ini ahli bahasa harus mengembangkan definisi yang positif terkait definisi perempuan ini,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah aktivis dan pegiat hak perempuan telah lama melayangkan kritik terhadap arti kata perempuan pada KBBI. Mereka menilai definisi perempuam di KBBI terlalu merendahkan kaum hawa.

Merespons kritik tersebut, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menerangkan definisi perempuan adalah contoh, bagaimana masyarakat memandang kaum hawa, dan konotasi seperti apa yang dilekatkan pada mereka.

Dalam rilisnya, Badan Bahasa menjelaskan, perubahan definisi kata perempuan bukan dilakukan dengan mengubah entri kata tersebut di KBBI. Pengubahan, katanya, dilakukan dengan mengubah konotasi dan stigma masyarakat terhadap perempuan di tataran yang lebih tinggi.

“Jika perubahan konotasi dan stigma negatif masyarakat terhadap perempuan dapat dilakukan, entri-entri baru dengan makna yang positif akan muncul dalam korpus dan tercatat dalam KBBI secara alami,” demikian penegasan Badan Bahasa, Rabu (3/2).

Pada situs kbbi.kemdikbud.go.id yang diakses 3 Februari 2020, arti kata ‘perempuan’ ditulis sebagai berikut:

1. n orang (manusia) yang mempunyai vagina, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui; wanita
2. n istri; bini: –nya sedang hamil
3. n betina (khusus untuk hewan)

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Viral Pria Tawaf Sendirian di Kakbah, Mimpi 20 Tahun yang Jadi Kenyataan
Helikopter

Nasional

Helikopter Diberondong Peluru, Siapa Pelakunya?
apahabar.com

Nasional

Sah! Jokowi Lantik Riza Patria Sebagai Wagub DKI Jakarta
Sriwijaya Air

Nasional

Analisis Sementara Tragedi Sriwijaya Air, Pesawat Pecah Menghantam Laut
apahabar.com

Nasional

Bus Sekolah DKI Evakuasi 1.973 Pasien Covid-19 ke Sejumlah Rumah Sakit
apahabar.com

Nasional

PT. Maming Enam Sembilan Dukung Piala Dunia Basket 2023
apahabar.com

Nasional

Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 2.000 Meter
Menteri Baru

Nasional

Istana Pastikan Hari Ini Jokowi Akan Kenalkan Calon Menteri Baru, Siapa Saja?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com