Tolak KLB, Simak Sikap Demokrat Kalteng Almarhum Kombes Sapta Dikenal Sebagai Pribadi yang Sederhana Mantap! Polsek Tapin Utara Bekuk Kurir Sabu 9,14 Kg asal Kalbar Ratusan Anggota Polisi di Tabalong Jalani Vaksinasi Covid-19 Update Covid-19 Kotabaru: Positif 9, Sembuh 3

Dewan Kalsel Dukung SKB 3 Menteri Soal Aturan Berpakaian di Sekolah

- Apahabar.com Jumat, 5 Februari 2021 - 17:40 WIB

Dewan Kalsel Dukung SKB 3 Menteri Soal Aturan Berpakaian di Sekolah

Penegakan aturan jadi tantangan terhadap SKB 3 Menteri berisi larangan memaksa dan mewajibkan seragam agama tertentu di sekolah negeri. Foto-Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang mengatur tentang penggunaan seragam bagi peserta didik mendapat dukungan dari Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin.

“Saya mendukung sekali hak kebebasan beragama. Bukan hanya bagi kaum muslim atau non muslim, tapi juga ajaran agama tentang cara berpakaian,” katanya, Jumat (5/2).

SKB 3 Menteri itu diteken oleh
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, belum lama ini.

Surat itu diterbitkan setelah adanya kontroversi yang terjadi di SMK Negeri di Padang, Sumatera Barat. Di sekolah tersebut, siswi non muslim diwajibkan menggunakan jilbab. Alhasil, hal itu memantik reaksi dari berbagai kalangan.

Muhammad Lutfi menilai siswi non muslim tidak boleh dipaksa berpakaian dengan cara muslim. Begitu pun sebaliknya. Apalagi jika itu terjadi di sekolah negeri.

“Yang terpenting masih dalam batas kesopanan dan kewajaran berpakaian,” tegas politikus Partai Gerindra ini.

Di Kalsel, Lutfi menyebut belum ada peristiwa serupa yang terjadi. Tapi dia berjanji akan melakukan pengawasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Komisi IV yang salah satunya membidangi masalah pendidikan.

“Ada atau tidak SKB ini juga selalu kami jalankan tupoksi itu. Namun selagi belum ada pihak yang melapor terkait hal itu, maka tentu bisa kita anggap tidak ada masalah kebebasan berpakaian di sekolah di Kalimantan Selatan,” tambahnya lagi.

Ia juga meminta peran serta masyarakat untuk melaporkan kepada pemerintah jika ada kasus serupa terjadi di Kalsel. Itu agar bisa disikapi dengan tepat.

Sebelumnya, jagat dunia maya dihebohkan dengan rekaman video adu argumen antara pihak sekolah dengan orangtua siswi di salah satu SMK negeri di Padang, Sumatera Barat.

Dalam video tersebut, orang tua siswi yang bersangkutan menyatakan keberatan atas aturan sekolah yang mewajibkan penggunaan jilbab bagi seluruh siswi, tanpa terkecuali.

Padahal sebagai sekolah negeri, sekolah tersebut tak hanya diisi oleh peserta didik yang beragama Islam, melainkan juga agama lain.

Masalah tersebut juga mendapat sorotan dari berbagai pihak, hingga akhirnya diterbitkannya SKB 3 Menteri sebagai acuan bagi sekolah dalam menerapkan kebebasan beragama bagi peserta didik dan tenaga kependidikan.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Deklarasi Desa Peduli Anak, Desa Bungin Balangan Layak Anak
apahabar.com

Kalsel

Proyek Diduga Bermasalah, 14 Oktober Jalan Sungai Puting Tapin Terancam Ditutup Paksa
Banjir

Kalsel

Pantau Posko Banjir, Wali Kota Banjarbaru: Pakaian Dalam Paling Dibutuhkan
apahabar.com

Kalsel

Hari Armada, apahabar.com Sabet Penghargaan Media Online Ter-update
apahabar.com

Kalsel

Bicara Pengembangan Kemasan, Puluhan Pegiat UMKM Datangi Sekretariat PDI Perjuangan

Kalsel

Waspada! Hujan Petir Intai Kotabaru dan Tanah Laut Hari Ini
Tugboat

Kab. Tanah Laut

Penyebab Tugboat CPO Kelapa Sawit Terbalik di Tanjung Dewa Tala
apahabar.com

Kalsel

Bahas Sistem Zonasi, Komisi V DPRD Kalbar Studi Banding ke Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com