Hilang di Sangkulirang, Mahasiswa Kedokteran Kaltim Ditemukan Meninggal Dunia Pandemi, Rp8 M Insentif Ribuan Guru Ngaji-Marbot di Banjarmasin Disiapkan Utak-atik RTRW Banjarmasin, Kantor Pemkot Diusulkan Pindah Kadesnya Dijebloskan ke Bui, Plh Bupati Kotabaru Buka Suara Breaking! Heboh Mobil Terbakar di Tapin, 1 Warga Jadi Korban

Dibayangi Pelemahan Bursa Global, IHSG Diprediksi Turun

- Apahabar.com Selasa, 23 Februari 2021 - 11:56 WIB

Dibayangi Pelemahan Bursa Global, IHSG Diprediksi Turun

Ilustrasi - Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto-Antara/Hafidz Mubarak A/wsj

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (23/2), diprediksi melemah.

IHSG melemah karena dibayangi pelemahan bursa saham global.

IHSG dibuka menguat 12,14 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.267,45. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,87 poin atau 0,3 persen ke posisi 954,11.

“Dibayangi oleh pelemahan mayoritas indeks Wall Street dan Eropa, IHSG diperkirakan terkoreksi ke kisaran pivot level 6.200 pada perdagangan hari ini,” kata Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam laporan di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa.

Secara teknikal, terbentuknya inverted hammer pasca uji resisten 6.300 pada perdagangan Senin (22/2) kemarin, menjadi salah satu sinyal koreksi teknikal pada hari ini.

Disamping itu, Moving Average Convergence Divergence (MACD) mengindikasikan potensi fase konsolidasi pada rentang 6.150-6.300 dalam jangka pendek.

Di tengah perkiraan koreksi IHSG, saham-saham bank dan tambang dapat dicermati oleh investor. Saham bank seperti BBRI, BBTN, BBKP dan BMRI dapat dicermati, seiring ekspektasi akselerasi penyaluran kredit sektor konsumsi menyusul kebijakan pelonggaran Loan to Value (LTV) untuk kredit properti hingga 100 persen dan uang muka kredit kendaraan bermotor hingga nol persen.

Sementara saham-saham tambang seperti ANTM, TINS, INCO, ADRO, PTBA memperoleh katalis positif dari tren positif harga-harga komoditas, terutama nikel, timah dan batu bara.

Beberapa data ekonomi regional yang perlu dicermati adalah consumer confidence index Februari 2021 di Korea Selatan, house price index Januari 2021di China, dan inflasi Januari 2021 di Singapura.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Hang Seng menguat 165,53 poin atau 0,55 persen ke 30.485,36, indeks Shanghai naik 8 poin atau 0,22 persen ke 3.650,44, dan indeks Straits Times meningkat 16,83 poin atau 0,58 persen ke 2.898,04.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Perdana, Menteri Ketenagakerjaan RI Kunjungi Kilang Pertamina Balikpapan
apahabar.com

Ekbis

Ritel Modern di Banjarmasin Terancam Ditutup
apahabar.com

Ekbis

Telkomsel Sabet Penghargaan Prestisius di Telecom Asia Awards 2019
apahabar.com

Ekbis

Boeing Hentikan Produksi 737 Max
Tesla

Ekbis

Jokowi Ajak CEO Tesla Berinvestasi, Ingin RI Jadi Landasan Roket Space X
apahabar.com

Ekbis

Alfamart Gelar Pasar Murah Ramadan
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Melemah Seiring Koreksi Mata Uang Asia
apahabar.com

Ekbis

Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com