Hilang di Sangkulirang, Mahasiswa Kedokteran Kaltim Ditemukan Meninggal Dunia Pandemi, Rp8 M Insentif Ribuan Guru Ngaji-Marbot di Banjarmasin Disiapkan Utak-atik RTRW Banjarmasin, Kantor Pemkot Diusulkan Pindah Kadesnya Dijebloskan ke Bui, Plh Bupati Kotabaru Buka Suara Breaking! Heboh Mobil Terbakar di Tapin, 1 Warga Jadi Korban

Diduga Depresi, Seorang Wanita Nyaris Terjun Dari Jembatan Rumpiang Batola

- Apahabar.com Minggu, 14 Februari 2021 - 15:15 WIB

Diduga Depresi, Seorang Wanita Nyaris Terjun Dari Jembatan Rumpiang Batola

Proses evakuasi YAS yang dilakukan anggota Polsek Bakumpai dan Koramil Cerbon dari sisi luar Jembatan Rumpiang. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Diduga akibat himpitan masalah rumah tangga, seorang wanita nyaris mengakhiri hidup dengan terjun dari Jembatan Rumpiang, Minggu (14/2) siang.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30, ketika wanita berinisial YAS (30) duduk di sisi luar jembatan sambil menjulurkan kaki.

Namun sebelum YAS menurutkan niat hati, melintas seorang anggota Polsek Bakumpai, Aipda Mardandi, di sekitar tempat kejadian.

Diliputi rasa curiga, Mardandi menyinggahi wanita tersebut dengan maksud menegur, mengingat posisi duduk YAS merupakan zona bahaya.

Namun YAS yang menangis dan gemetaran, tak banyak merespon teguran Mardandi. Wanita kelahiran Jawa Timur yang tercatat beralamat di Marabahan itu, hanya bergumam minta pertanggungjawaban.

View this post on Instagram

A post shared by apahabar.com (@apahabar)

“Sebenarnya YAS tidak sendirian di jembatan. Sang suami yang berinisial DF (27), duduk menunggu di sepeda motor. Ketika saya tanyai, jawaban DF juga tidak menyambung,” beber Mardandi.

Kendati menyadari potensi kejadian buruk yang bisa terjadi, Mardandi tidak gegabah untuk bertindak sendirian menarik YAS dari sisi jembatan.

“Sambil memberikan nasehat-nasehat kepada YAS, saya berdoa agar ada orang yang lewat. Alhamdulillah doa saya terkabul, karena lewat Pak Heriyanto dari Koramil Cerbon,” jelas Mardandi.

“Tetapi karena posisi kami hanya berdua, masih terlalu berbahaya melakukan evakuasi. Alhamdulillah seorang warga lagi datang membantu kami untuk mengangkat wanita tersebut,” sambung Bhabinkamtibmas Polsek Bakumpai ini.

Depresi

YAS masih menangis setelah ditarik anggota Polsek Bakumpai dan Koramil Cerbon bersama seorang warga lain. Foto: Istimewa

YAS sempat berusaha berontak ketika ditarik. Namun upaya itu tidak sebanding dengan tenaga ketiga pria yang berusaha memberikan pertolongan.

Ironisnya DF sama sekali tidak berusaha membantu evakuasi tersebut. Selanjutnya bersama YAS, DF diistirahatkan di Polsek Cerbon.

“Cukup sulit meminta keterangan dari YAS, karena terus-menerus menangis. Diketahui mereka memiliki dua anak masing-masing berusia 7 dan 2 tahun,” tandas Mardandi.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dewi Kasih Syafruddin H Maming Salurkan Bantuan Sembako
apahabar.com

Kalsel

Sekretariat DPRD Kalsel Belanja Mobil ‘Mewah’
apahabar.com

Kalsel

Tembus 404, Setengah Pasien Covid-19 di Kalsel Jalani Karantina Khusus
apahabar.com

Kalsel

8 Kasus Pelecehan Anak di Banjarmasin, Pelaku Didominasi Orang Dekat
banjir

Kalsel

Longsor di Tala Meluas, 4 Orang Lagi Dikabarkan Tertimbun
apahabar.com

Kalsel

Rasa Haru Warga Binaan Rutan Pelaihari, Ingat Anak Istri di Iduladha
apahabar.com

Kalsel

Warisan Budaya Banjar Tembus UNESCO, Kemendikbud Tantang Ibnu Sina
apahabar.com

Kalsel

KPU Kalsel Tetapkan 9.847 Pemilih Disabilitas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com