Kakek di Banjarmasin Meninggal Misterius di Hotel, Polisi Lakukan Pemeriksaan Polisi Tewas di Sungai Martapura, Sudah 2×24 Jam Faisal Diperiksa Intens Akhirnya, Tunggakan Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Dibayar! Duh, Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Belum Dibayar Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

Ditetapkan KPK Tersangka, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Bantah Terlibat Suap

- Apahabar.com Minggu, 28 Februari 2021 - 08:38 WIB

Ditetapkan KPK Tersangka, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Bantah Terlibat Suap

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (kiri) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021) dini hari. Foto-Antara/Dhemas Reviyanto/rwa

apahabar.com, JAKARTA – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) membantah terlibat dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi.

Suap dan gratifikasi tersebut terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta pembangunan infrastruktur di Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

“Ternyata Edy itu melakukan transaksi tanpa sepengetahuan saya. Sama sekali tidak tahu, demi Allah demi Allah,” ucap Nurdin di Gedung KPK, Jakarta, seperti dilansir Antara, Minggu (28/2) sebelum memasuki mobil tahanan KPK.

Selain Nurdin, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu Edy Rahmat (ER) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel atau orang kepercayaan Nurdin dan Agung Sucipto (AS) selaku kontraktor.

Ia mengaku ikhlas menjalani proses hukum yang menjeratnya saat ini dan memohon maaf kepada masyarakat Sulsel.

“Saya ikhlas menjalani proses hukum karena memang kemarin itu tidak tahu apa-apa kita, saya mohon maaf,” ujar Nurdin.

Nurdin diduga menerima total Rp 5,4 miliar dengan rincian pada 26 Februari 2021 menerima Rp 2 miliar yang diserahkan melalui Edy dari Agung.

Selain itu, Nurdin juga diduga menerima uang dari kontraktor lain di antaranya pada akhir 2020 Nurdin menerima uang sebesar Rp 200 juta, pertengahan Februari 2021 Nurdin melalui ajudannya bernama Samsul Bahri menerima uang Rp 1 miliar, dan awal Februari 2021 Nurdin melalui Samsul Bahri menerima uang Rp 2,2 miliar.

Atas perbuatannya, Nurdin dan Edy sebagai penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara sebagai pemberi, Agung disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

KPK telah menahan ketiganya selama 20 hari pertama sejak 27 Februari 2021 sampai dengan 18 Maret 2021.

Nurdin ditahan di Rutan Cabang KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, Edy di Rutan Cabang KPK pada Kavling C1 (Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK), dan Agung ditahan di Rutan Cabang KPK pada Gedung Merah Putih KPK.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kecam Macron, Ritel Modern di Banjarmasin Boikot Produk Perancis
apahabar.com

Nasional

YLKI Soroti Kepatuhan Kantor Pemerintah Sebagai Kawasan Tanpa Rokok
apahabar.com

Nasional

Kesaksian Turis Oystein Lund Kala Menjepret Anak Krakatau
apahabar.com

Nasional

Koper Jamaah Haji Aman Hingga Hotel

Nasional

Terungkap, Identitas Mayat Tanpa Kepala di Sungai Tabuk
apahabar.com

Nasional

Panji Petualang Klarifikasi Sejumlah Mitos Tentang Ular
apahabar.com

Nasional

Trump Ajukan Permintaan, India Langsung Izinkan Ekspor Obat Anti-Malaria
apahabar.com

Nasional

Keluarga Mendiang Ibu Rezky Febian Bersedia Apabila Diperlukan Autopsi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com