Kakek di Banjarmasin Meninggal Misterius di Hotel, Polisi Lakukan Pemeriksaan Polisi Tewas di Sungai Martapura, Sudah 2×24 Jam Faisal Diperiksa Intens Akhirnya, Tunggakan Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Dibayar! Duh, Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Belum Dibayar Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

Dituding Gelembungkan Suara, Komisioner KPU Banjar Belum Berniat Polisikan Saksi

- Apahabar.com Kamis, 25 Februari 2021 - 21:35 WIB

Dituding Gelembungkan Suara, Komisioner KPU Banjar Belum Berniat Polisikan Saksi

Dalam sidang pembuktian sengketa hasil Pilgub Kalsel 2020 di MK, saksi termohon mengungkap adanya praktik penggelembungan suara. Foto: Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Sengketa hasil Pilgub Kalsel 2020 di Mahkamah Konstitusi (MK) memanas.

Hal itu setelah Komisioner KPU Kabupaten Banjar, Abdul Muthalib dituding melakukan penggelembungan 5.000 suara untuk pasangan calon urut 01 Sahbirin Noor-Muhidin, dalam sidang pembuktian di MK, Senin 22 Februari.

Dugaan Penggelembungan Suara Pilgub Kalsel, Muthalib: Paraf Saya Dipalsukan

Kepada awak media, Muthalib menyanggah tudingan yang disampaikan saksi Denny Indrayana sebagai pihak pemohon.

Muthalib turut membantah telah membuat surat pernyataan di atas materai untuk menambah suara Sahbirin Noor-Muhidin dan mengurangi perolehan suara Denny Indrayana-Difriadi, masing-masing 5.000 suara seperti keterangan saksi bernama Manhuri dan Jurkani. Surat pernyataan tersebut dijadikan pemohon sebagai alat bukti persidangan.

Terkait dugaan pemalsuan dokumen itu, Muthalib memilih fokus terhadap proses sidang dan belum ada niatan melaporkan ke pihak kepolisian.

“Saat ini fokus menunggu sidang sengketa suara Pilgub Kalsel selesai,” tuturnya Kamis (25/2).

Muthalib telah membuat surat pernyataan bertanda tangan di atas materai 6000 sebagai bantahan atas tudingan oleh saksi pemohon. Surat pernyataan ini, ia buat dan diserahkan saat sidang penyerahan bukti-bukti, Senin 22 Februari lalu.

“Beruntung, surat pernyataan mengatasnamakan saya dibacakan di awal persidangan. Jadi, masih ada waktu melayangkan surat pernyataan bantahan dan dikirimkan ke MK melalui kuasa hukum,” jelasnya.

Dalam surat pernyataan bantahan itu, tegasnya, juga tidak ada terkait penambahan dan pengurangan suara masing-masing pasangan calon baik Pilgub Kalsel maupun Pilbup Banjar saat pleno rekapitulasi perhitungan suara KPUD Banjar.

“Isi surat pernyataan yang saya buat juga saya membantah dalam proses pleno rekapitulasi perhitungan perolehan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan tahun 2020 di tingkat Kabupaten Banjar tidak pernah adanya permasalahan soal penambahan ataupun pengurangan perolehan suara pasangan calon,” tandasnya.

Sebelumnya, Tim hukum Sahbirin Noor-Muhidin mengendus adanya dugaan pemalsuan barang bukti yang diajukan tim pemohon Denny Indrayana.

“Diduga kuat ada pemalsuan dokumen yaitu keterangan komisioner KPU Banjar. Mengingat yang bersangkutan mengaku tak memberikan pernyataan dalam dokumen yang diajukan pemohon,” ucap Andi Syafrani, salah satu kuasa hukum BirinMu, Selasa (23/2).

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya: 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Dapat Alokasi BOKB Rp 43 Miliar, BKKBN Kalsel Siap Kawal Pengelolaan Dana
apahabar.com

Kalsel

BPBD Banjar Imbau Masyarakat untuk Waspada Puting Beliung
Banjarmasin Sekumpul

Kalsel

BREAKING! Satgas Covid-19 Rilis Imbauan Haul Guru Sekumpul di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Termasuk Bayi, Sudah 33 Anak Terpapar Covid-19 di Batola
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Buruk Ancam Distribusi Gas dan BBM ke Kalimantan Selatan
apahabar.com

Kalsel

Pemuda Tanggung Nekad Curi Motor di Tabunganen
apahabar.com

Kalsel

BPP Klaim Prabowo Kuasai Kalsel, TKD No Comment
apahabar.com

Kalsel

Polres Tapin Sebar Petugas pada 580 TPS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com