Sadarkan Diri, Dokter Ungkap Kondisi Terkini Echa Si Putri Tidur Banjarmasin POPULER SEPEKAN: Waspada Air Pasang, Ambruknya Pasar Ujung Murung, hingga Viral Putri Tidur Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Buron Biang Tenggelamnya Polisi di Sungai Martapura Belum Ditemukan Panas Lagi, Laporan Bakul Denny Indrayana Berbalas Jadwal Imsakiyah

Dituding Palsukan Barang Bukti di MK, H2D Bereaksi Keras

- Apahabar.com Rabu, 24 Februari 2021 - 14:40 WIB

Dituding Palsukan Barang Bukti di MK, H2D Bereaksi Keras

Denny Indrayana dalam sidang pembuktian sengketa hasil Pilgub Kalsel 2020 didampingi kuasa hukumnya M. Raziv Barokah. Foto: Dok MK

apahabar.com, BANJARBARU – Dalam sidang pembuktian di Mahkamah Konstitusi (MK), kuasa petahana Sahbirin-Muhidin (BirinMu) mengendus dugaan pemalsuan barang bukti yang diajukan tim pemohon Denny Indrayana.

MK melanjutkan sidang sengketa hasil Pilgub Kalsel 2020 Senin kemarin (22/2). Sidang yang tak disiarkan langsung tersebut berjalan sembilan jam lamanya.

“Diduga kuat ada pemalsuan dokumen yaitu keterangan komisioner KPU Banjar. Mengingat yang bersangkutan mengaku tak memberikan pernyataan dalam dokumen yang diajukan pemohon,” ucap Andi Syafrani, salah satu kuasa hukum BirinMu, Selasa (23/2).

Komisioner KPU Banjar, Abdul Muthalib ikut membantah segala tudingan praktik penggelembungan suara tersebut.

“Saya tidak pernah membuat dan menandatangani pernyataan yang pada pokoknya menerangkan adanya penambahan suara sebanyak 5.000 untuk pasangan calon nomor urut 1, dan pengurangan suara sebanyak 5.000 untuk pasangan nomor urut 2,” ujar Muthalib kepada apahabar.com.

Saat coba dikonfirmasi lebih jauh media ini Rabu (24/2), Denny sendiri enggan menanggapi.

“Ke kuasa saja (Jurkani),” ujar Denny.

Terpisah, Jurkani menanggapi santai tudingan itu. Ia justru meminta pihak yang tak terima atas keterangannya di MK menempuh jalur hukum.

“Kalau memang itu dinyatakan mengarang atau palsu, silakan yang bersangkutan melapor ke polisi. Kalau memang dia merasa bukti kami tidak benar silakan lapor ke pihak kepolisian,” ucap Jurkani.

Ketimbang hanya berkoar di media, sebaiknya kata Jurkani langsung saja dibawa ke jalur hukum.

“Enggak usah teriak teriak, ditunggu di jalur hukum. Kan kita ada jalur hukum bukan jalur asumsi atau berita berita,” terangnya.

Bahkan Jurkani menekankan bahwa dirinya sudah siap dipanggil polisi atas dugaan pemalsuan barang bukti tersebut.

“Berani tidak dia melaporkan itu, itu tantanganku. Kalau aku dipanggil polisi, aku siap,” pungkas mantan perwira polisi tersebut.

Dalam sidang, Jurkani selaku saksi pemohon Denny-Difri (H2D) membeberkan adanya keterangan salah satu komisioner KPU Banjar mengenai manipulasi menaikkan suara BirinMu sebanyak 5.000 suara. Jurkani mengaku memperoleh bukti bukti keterangan tersebut dari seorang yang ia namai Mr X.

Bukti itu menyebutkan bahwa Abdul Muthalib diduga terlibat dalam penambahan suara di enam kecamatan Kabupaten Banjar.

Menurutnya jika benar hasil pemilu terus diubah, maka ada ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara sesuai UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada Pasal 178 E.

“Saya punya alat bukti yang lengkap, dan itu sudah diserahkan ke MK,” ujar Jurkani.

Komisioner KPU Banjar Tepis Tuduhan Penambahan 5 Ribu Suara BirinMu

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bupati Banjar Siapkan Kamar Buat Al Fatih di Jakarta
apahabar.com

Kalsel

Mahasiswa dan Pelajar Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas
apahabar.com

Kalsel

Plt Ketum PPP Tiba di Kalsel, Orientasi Calon Anggota DPRD Terpilih
Awasi Pilkada 2020, Bawaslu Banjarmasin Libatkan Penyandang Disabilitas

Kalsel

Awasi Pilkada 2020, Bawaslu Banjarmasin Libatkan Penyandang Disabilitas
apahabar.com

Kalsel

Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang, Sebagian Wilayah Banjarmasin Gelap
PT BUMA

Kalsel

Dugaan PHM di Tanbu: Sidang Ditunda, Kehadiran Perwakilan PT BUMA Diragukan
apahabar.com

Kalsel

Satpol PP Siap Kawal Perda Ramadhan
apahabar.com

Kalsel

Bantu Petani, Babinsa di Tabalong Bangun Penggilingan Padi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com