Kondisi Seseorang Ditunda atau Gagal Vaksinasi Covid-19, Simak Penyebabnya SENGKETA Pilgub Kalsel, Eks Hakim MK: Paslon Suara Terbanyak Kedua Bisa Menang Temui AHY, Mantan Panglima GAM Muzakir Manaf Beri Dukungan Moril untuk Demokrat AJI Biro Banjarmasin Resmi Berdiri, Kasus Kekerasan Pers Jadi Atensi  2 Petani Tapin Terjerat Sabu 9 Kg, Polda Kalsel: Jaringan Besar

DPR Minta Kemenkes dan Kemenkeu Tak Sunat Insentif Nakes

- Apahabar.com Kamis, 4 Februari 2021 - 12:42 WIB

DPR Minta Kemenkes dan Kemenkeu Tak Sunat Insentif Nakes

Ilustrasi nakes. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan diminta tidak memangkas besaran insentif tenaga kesehatan (nakes) terkait penanganan Covid-19.

Komisi IX DPR RI khawatir pemotongan insentif itu membuat nakes yang berjibaku di garda terdepan menangani Covid-19 kecewa.

Apalagi Komisi IX mengaku sudah banyak mendapat keluhan dari nakes di daerah soal insentif yang tidak juga cair dalam beberapa bulan terakhir.

“Kalau seandainya garda terdepan ini mereka mendengar insentifnya dikurangi, ini pasti berbahaya. Dia sudah merelakan nyawanya, merelakan waktunya memakai APD 24 jam, mereka sudah mengerahkan semuanya 24 jam,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ansory Siregar dalam rapat dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Rabu (3/2) kemarin.

Dengan kondisi itu, Ansory mendesak agar rencana pemotongan insentif nakes dibatalkan, dan Kemenkes diharapkan segera melunasi insentif yang dilaporkan menunggak itu. Komisi IX pun seluruhnya sepakat untuk membawa dua kesimpulan itu dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kemenkes.

“Komisi IX mendesak Kementerian Kesehatan RI berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk tidak melakukan pemotongan insentif tenaga kesehatan yang tercantum pada Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor S-65/MK.02/2021 yang menindaklanjuti Surat Menteri Kesehatan Nomor KU.01.01/Menkes/62/2021 tanggal 2021 Januari tentang Permohonan Perpanjangan Pembayaran Insentif Bulanan dan Santunan Kematian Bagi Tenaga Kesehatan Daerah di seluruh wilayah Indonesia dapat segera dibayar,” demikian salah satu poin kesimpulan yang dibacakan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh, dilansir dari CNN Indonesia.

Merespons desakan itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemangkasan insentif nakes sebesar 50 persen masih dalam tahap diskusi antara Kemenkes dan Kemenkeu.

“Yang insentif nakes inilah memang agak apa ya. Di dalam ada diskusi, tadi pagi saya ada rapat dengan Pak Presiden dan ada ibu Menteri keuangan. Saya sudah bicara dengan beliau, kesimpulannya akan ada diskusi lagi,” kata Budi.

Budi melanjutkan rencana pemangkasan insentif itu masih akan dikaji lagi dengan pertimbangan aspirasi dari anggota legislatif. Kemenkeu, kata Budi bakal mengevaluasi dengan memeprtimbangkan keadaan batas anggaran Kemenkes.

“Jadi aspirasi ini ditangkap oleh Kemenkeu, nanti kita akan mendiskusikan lagi. Anggaran di Kemenkeu memang sudah kena dari batas yang diberikan izinnya komisi anggaran DPR RI,” imbuhnya.

Rencana pemotongan insentif nakes ini membuat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kecewa. Organisasi profesi ini menilai pemerintah tidak peka dan tidak memiliki sense of crisis di tengah kondisi nakes di saat pandemi ini.

Adapun rincian pemotongannya yakni dokter spesialis ditetapkan sebesar Rp7,5 juta dari sebelumnya Rp15 juta. Dokter umum dan gigi sebesar Rp5 juta dari sebelumnya Rp10 juta. Bidan dan perawat Rp3,75 juta dari sebelumnya Rp7,5 juta.

Kemudian Tenaga kesehatan lainnya sebesar Rp2,5 juta dari sebelumnya Rp 5 juta. Dan santunan kematian sebesar Rp300 juta masih tetap atau sama seperti tahun lalu. Ada pula insentif peserta PPDS sebesar Rp6,25 juta yang baru diberikan tahun ini.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Tinjau Pesantren Terdampak Banjir di Lebak
apahabar.com

Nasional

Longsor Sukabumi: 4 Meninggal dan 74 Orang Belum Ditemukan
apahabar.com

Nasional

Anak-anak Ikut Demo UU Cipta Kerja, Komisi Nasional PA: Memprihatinkan!
apahabar.com

Nasional

42 Tahun Perjuangan Mencari Patok Indonesia-Malaysia, Ini Hasilnya
apahabar.com

Nasional

Tradisi Rutin Jelang Ramadan, Megawati Ziarah Makam Bung Karno
apahabar.com

Nasional

Cerita Lora Fadil: Boyong  3 Istrinya di Pelantikan DPR
apahabar.com

Nasional

Ustaz Arifin Ilham Diperbolehkan Meninggalkan RS Gleneagles
apahabar.com

Nasional

Pencatatan Meteran Listrik Dinilai Tak Seharusnya Manual
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com