Teriakkan Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Mahasiswa Banjarmasin Serbu Pertamina Puluhan Pangkalan Elpiji di Kalsel-Teng Diputus Pertamina! Simak Alasannya Sempat Mangkir, Aziz Akhirnya Penuhi Panggilan KPU Kalsel Gejolak Pengadaan Mobil Dinas Baru, Pimpinan DPRD Banjarmasin Angkat Bicara Awal Usul Buka Investasi Miras di 4 Provinsi, Berikut Penjelasan Bahlil

Dua Pekan, 81 Pasien Covid-19 di Balikpapan Meninggal

- Apahabar.com Senin, 15 Februari 2021 - 22:01 WIB

Dua Pekan, 81 Pasien Covid-19 di Balikpapan Meninggal

Satgas Covid-19 Kota Balikpapan saat melakukan press rilis di halaman pemkot pada Senin (15/2/2021) sore tadi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Satgas Covid-19 Kota Balikpapan sepertinya harus mencari cara guna menekan penyebaran virus asal Wuhan ini. Sebab saat ini angka kasus terus meningkat dan tidak menunjukkan perkembangan yang baik.

Bukan hanya angka kasus saja, saat ini pemkot juga menyoroti angka pasien Covid-19 yang meninggal cukup tinggi. Bahkan hanya dalam waktu 15 hari, tercatat sebanyak 80 orang pasien Covid-19 meninggal dunia.

“Yang menjadi perhatian kita bersama yakni dalam waktu 15 hari terakhir ini pasien yang meninggal jumlahnya sudah mencapai 81 orang,” kata Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi saat press rilis Covid-19 di halaman Pemkot, Senin (15/2).

Rizal mengatakan bahwa hampir sebagian besar yang meninggal tersebut merupakan pasien usia lanjut. Pasien tersebut hampir semuanya memiliki penyakit penyerta atau komorbid yang membuat kondisinya makin memburuk.

“Mereka yang meninggal di usia lanjut yang banyak memiliki komorbid. Walaupun petugas berusaha tangani Covidnya, tapi komorbidnya juga mempengaruhi kesehatannya,” ungkap Rizal.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty menyebutkan mereka yang meninggal mulai dari usia termuda 23 tahun sampai yang tertua usia 83 tahun. Dari jumlah tersebut, wanita yang kerap disapa Dio ini menyebutkan ada 8 pasien yang baru datang ke rumah sakit kemudian meninggal.

“Dari tanggal 1 sampai tanggal 15 Februari ada 81 yang meninggal. Dari usia termuda 23 tahun dan usia tertua 83 tahun. Kemudian ada 8 kasus yang meninggalnya tidak sampai 1 hari di rumah sakit, jadi pas datang, meninggal. Ini bukti ada keterlambatan dari masyarakat untuk mewaspadainya. Jadi mohon kepada masyarakat kalau ada batuk pilek, badan nggak enak, segera periksa. Jangan menunggu sesak baru ke rumah sakit,” paparnya.

Penambahan kasus pun terus terjadi termasuk pasien meninggal. Hari ini (15/2/2021) terdapat penambahan 104 kasus positif dan 2 pasien yang meninggal.

“Hari ini saja ada dua orang yang meninggal. Jadi mohon perhatian masyarakat semuanya agar sama-sama mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Dewan Kaltim: Pemerintah Harus Serius Tangani Jalan Trans Kalimantan
apahabar.com

Kaltim

Hari Air 2019, Warga Kaltim Deklarasi Sungai Bebas Sampah
apahabar.com

Kaltim

Muncul di Kebun Warga, Orangutan Berhasil Diselamatkan di Bontang
apahabar.com

Kaltim

Dipasang Hanger, Jembatan Mahakam IV Ditarget Rampung Februari
apahabar.com

Kaltim

Perlu Ratusan Juta untuk Tes Urine PNS-THL di Penajam
apahabar.com

Kaltim

Lima Anggota DPRD Gugat Gubernur Kaltim
apahabar.com

Kaltim

Jelang Natura, Gubernur Kaltim: Tarif Angkutan Udara Jangan Memberatkan
apahabar.com

Kaltim

Ajak Semua Elemen Selesaikan Banjir Samarinda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com