Kepergok Mesum, Dua Sejoli di Tapin Langsung Dinikahkan di Depan Warga Habib Banua Sedih Jokowi Legalkan Produksi Miras, Sentil Para Pembisik Presiden Kronologis Penangkapan Penusuk Wildan, Mahasiswa Tanbu yang Tewas Dikeroyok BRAVO! Para Penusuk Wildan Mahasiswa ULM asal Tanbu Diringkus Polisi Transkrip PPK Banjar Terima Rp10 Juta Beredar, Bawaslu Turun Tangan

Dua Raksasa Teknologi China Saling Gugat

- Apahabar.com Kamis, 4 Februari 2021 - 08:24 WIB

Dua Raksasa Teknologi China Saling Gugat

Ilustrasi Bytedance. (AFP/Greg Baker)

apahabar.com, JAKARTA – Aplikasi TikTok versi China bernama Douyin yang dimiliki oleh ByteDance menggugat Tencent. Douyin menuding Tencent telah menyalahgunakan dominasi pasar untuk mengungguli saingannya.

Douyin yang berbasis di Beijing mengajukan gugatan yang menuduh bahwa aplikasi perpesanan WeChat dan QQ milik Tencent melarang pengguna mereka berbagi konten dari Douyin selama tiga tahun.

Melansir CNN, Douyin meminta Tencent untuk mencabut pembatasan kontennya dan membayar kerugian ekonomi sebesar US$14 juta atau Rp196 miliar.

“Kami percaya bahwa persaingan lebih baik bagi konsumen dan mempromosikan inovasi. Kami telah mengajukan gugatan ini untuk melindungi hak kami dan hak pengguna kami,” kata juru bicara Douyin dalam sebuah pernyataan.

Menanggapi gugatan itu, Tencent menyatakan juga berencana untuk menuntut balik ByteDance. Tencent menuduh menuduh Douyin telah memperoleh informasi pengguna WeChat secara ilegal dan melanggar hak konsumen.

“Tuduhan dari ByteDance adalah murni palsu dan pembingkaian berbahaya,” kata Tencent.

Melansir Engadget, kedua perusahaan telah berselisih beberapa kali selama beberapa tahun, tetapi ini adalah pertama kalinya ByteDance menantang saingannya dari sudut antitrust.

Gugatan ByteDance muncul hanya beberapa bulan setelah China membuka penyelidikan terhadap grup Alibaba milik Jack Ma.

Perusahaan teknologi China bukan satu-satunya yang menghadapi pengawasan antitrust dari regulator lokal. Google dan Facebook saat ini juga digugat atas dugaan pelanggaran yang sama oleh otoritas AS.

ByteDance dan Tencent adalah dua pemain terbesar di media sosial Tiongkok. WeChat memiliki lebih dari 1,2 miliar pengguna aktif bulanan, sementara aplikasi QQ memiliki hampir 700 juta pengguna aktif bulanan.

Douyin milik ByteDance tidak merilis angka bulanan, tetapi bulan lalu dilaporkan bahwa rata-rata sekitar 600 juta pengguna aktif setiap hari.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

PT Super Sukses Motor Bakal Gelar Nongkrong Bareng Komunitas Kawasaki di Banjarmasin
apahabar.com

Gaya

Waspada Heat Stroke, Berikut Gejala dan Tips dari Dokter Rudi Rafisa
apahabar.com

Gaya

4 Trik agar Anak Mudah Bangun untuk Sahur
apahabar.com

Gaya

Punya Spek dan Harga Mirip, Berikut Pesaing Oppo Reno 4
Guru Besar FKUI: Belum Ada Pembuktian Covid-19 Menular via Udara

Gaya

Guru Besar FKUI: Belum Ada Pembuktian Covid-19 Menular via Udara
apahabar.com

Gaya

Miss Universe 2018, Misi Sonia Mengembalikan Indonesia Top 15
Karantina

Gaya

Usai Libur Panjang, Epidemilog Sarankan Wisatawan Karantina Mandiri

Gaya

Catat, Ini Waktu Terbaik Minum Air Putih Versi Dokter
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com