Hilang di Sangkulirang, Mahasiswa Kedokteran Kaltim Ditemukan Meninggal Dunia Pandemi, Rp8 M Insentif Ribuan Guru Ngaji-Marbot di Banjarmasin Disiapkan Utak-atik RTRW Banjarmasin, Kantor Pemkot Diusulkan Pindah Kadesnya Dijebloskan ke Bui, Plh Bupati Kotabaru Buka Suara Breaking! Heboh Mobil Terbakar di Tapin, 1 Warga Jadi Korban

Duh, Banjarmasin Terkendala Fasilitas Penyimpanan Plasma Konvalesen

- Apahabar.com Senin, 8 Februari 2021 - 23:03 WIB

Duh, Banjarmasin Terkendala Fasilitas Penyimpanan Plasma Konvalesen

dr Rama Supit bersama perwakilan dari RSUD Ulin Banjarmasin usai uji terapi plasma konvalesen ke pasien Covid-19. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarmasin mengaku terkendala fasilitas penyimpanan stok plasma konvalesen.

Hal ini sejalan dengan alat pendingin yang suhunya -30°C hingga -40°C untuk diperuntukan bagi pasien Covid-19 rusak.

“Jadi. Solusinya kerja sama dengan BUMN. Kebetulan BUMN bisa membantu pengadaan alat,” ujar Ketua Unit Donor Darah (UDD) PMI Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit.

Menurutnya, keberadaan alat tersebut sangat berpengaruh kepada tingkat produksi stok plasma konvalesen yang dilakukan oleh PMI Banjarmasin.

“Kalau disimpan pakai alat khusus, plasma konvalesen produksi kita bisa bertahan selama setahun. Tapi dengan kondisi sekarang, hanya bisa bertahan selama 7 hari saja,” imbuhnya.

Untuk hari ini Senin (8/2), Rama membeberkan pihaknya sudah memilih sebanyak 30 orang dari keluarga besar BUMN. Namun yang lolos dan memenuhi persyaratan dalam skrining hanya sebanyak 10 orang.

Mengerucutnya jumlah pendonor plasma tersebut dikarenakan titer antibodi yang terkandung di tubuh pendonor sangat sedikit. Sehingga tidak bisa dilanjutkan ke skrining berikutnya

“Mereka semua berkomitmen sesuai arahan Pak Menteri BUMN mereka siap berkontribusi dalam mendonorkan plasma darahnya. Karenanya, kita sangat memerlukan alat penyimpanan khusus agar plasma konvalesen bisa bertahan lama,” pungkasnya.

Oleh karena itu, rencananya PMI Banjarmasin akan mengajukan proposal kepada ketua Satgas BUMN dalam pengadaan alat penyimpanan khusus bagi plasma tersebut.

Menanggapi itu, Ketua Satgas BUMN Kalsel Emiliana Ririn Purworini mengaku siap membantu keperluan PMI dalam hal pengadaan alat penyimpanan khusus.

“Demi kelancaran produksi plasma konvalesen, nanti akan kita coba usulkan untuk pengadaannya,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bhabinkamtibmas Polsek Danau Panggang Sosialisasikan Perbup HSU Saat RKP Desa
apahabar.com

Kalsel

Nongkrong Bawa Sabu, Pemuda Amuntai Ini Kena Batunya
apahabar.com

Kalsel

Ops Ketupat Intan 2020 Banjarmasin: Angka Pelanggaran Turun, Kecelakaan Meningkat
apahabar.com

Kalsel

Kesaksian Korban Kebakaran di Jalan Veteran, Api Diduga dari Dapur
apahabar.com

Kalsel

Dinilai Membina Pelayanan Publik Sangat Baik, Ibnu Sina Mendapat Penghargaan dari Menpan RB
apahabar.com

Kalsel

Gandeng PCNU Banjar, Disbudpar Siapkan Rp56 Juta untuk Lomba di Hari Santri
apahabar.com

Kalsel

Teknologi Kuno Solusi Hindari Defisit, Wiranto: AS, Jepang, Cina Saja Punya Utang
apahabar.com

Kalsel

Penemuan Mayat Membusuk di Rumah Kontrakan, Masyarakat Kusan Hilir Geger
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com