Kakek di Banjarmasin Meninggal Misterius di Hotel, Polisi Lakukan Pemeriksaan Polisi Tewas di Sungai Martapura, Sudah 2×24 Jam Faisal Diperiksa Intens Akhirnya, Tunggakan Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Dibayar! Duh, Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Belum Dibayar Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

Duh, Usai Divaksin Covid-19 Sejumlah Wartawan Pingsan

- Apahabar.com Jumat, 26 Februari 2021 - 20:28 WIB

Duh, Usai Divaksin Covid-19 Sejumlah Wartawan Pingsan

Presiden Joko Widodo saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal yang diperuntukkan kalangan wartawan di Hall A Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (25/2/) Foto-Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr via beritasatu.com

apahabar.com, JAKARTA – Pelaksanaan vaksinasi massal untuk kalangan wartawan pada hari kedua, Jumat (26/2) di Hall A Basket GBK Jakarta, diikuti sebanyak 2.000 wartawan.

Vaksinasi untuk kalangan wartawan sedianya berlangsung selama tiga hari dari Kamis (25/2) hingga Sabtu (27/2).

Pada pelaksanaan vaksinasi hari kedua puluhan wartawan mengalami pusing, mual-mual hingga pingsan usai diberi vaksin Covid-19.

Juru Bicara (Jubir) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmidzi, mengatakan, puluhan wartawan setelah divaksin mengalami gejala pusing keliyengan dan mual-mual hingga pingsan.

“Kami kemudian langsung gerak cepat dan mereka dibawa ke RS untuk diobservasi,” ujar Siti seperti dilansir Republika.co.id.

Lanjut Siti, setelah dicek di beberap rumah sakit dan ditemukan sejumlah penyebab yakni ternyata banyak wartawan begadang, tidur di atas pukul 22.00 WIB.

“Hal ini sangat berpengaruh ke metabolisme tubuh seseorang yang mau divaksin. Ini juga berpengaruh ke tensi dan kadar darah seseorang. Bahkan ada yang ditensi sampai 160 atau 170,” jelasnya.

Menurut Siti, bagi rekan-rekan wartawan yang akan melakukan suntik vaksin Covid-19 tahap lanjutan kedua yang akan berlansung dua pekan lagi diminta untuk tidak begadang atau tidur cukup sehari sebelum vaksin.

“Penyebab lainnya, banyak wartawan tidak sarapan layak. Keinginan cepat datang dan cepat selesai membuat banyak wartawan tidak sarapan dengan baik. Jenis sarapannya juga tidak bergizi dan ini juga sangat berpengaruh ke kondisi tubuh, terutama rendahnya gula darah. Jadi harus sarapan dan makan-makanan bergizi,” tuturnya

Siti menambahkan, kebanyakan dari wartawan yang terkapar ketika diinfus di rumah sakit beberapa jam kemudian langsung pulih. “Jadi, mohon kepada rekan-rekan wartawan untuk harus sarapan pagi yang benar ketika mau divaksin,” tegasnya.

Penyebab lainnya, lanjut dia, banyak wartawan ketakutan dan cemas saat mengantre. Hal ini juga memperparah kondisi tubuh seseorang.

“Dengan beban psikologis yang berat membuat sistem kekebalan tubuh menurun. Sementara kandungan SInovac vaksin Covid-19 mengharuskan untuk kita siap dari sisi tersebut,” terang Siti.

Hal ini selaras dengan data KIPI 64 persen peserta vaksinasi stres dan membuat mereka merasakan efek samping.

“Jadi, sarannya adalah tetap kalem dan tetap positif saat proses tersebut ya. Kalaupun ada efek, 1-2 hari ini masih dirasakan, seperti sedikit panas tubuh meningkat dan mengantuk,” kata Siti.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Ketua PBNU Minta Revisi UU ITE Harus Tetap Atur Ujaran Kebencian
apahabar.com

Nasional

BTN Siap Salurkan Kredit UMKM Properti Rp75 Miliar
apahabar.com

Nasional

Quick Count Dimulai, Simak Hasil Dua Lembaga Survei yang Berbeda
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Kepala Daerah dan Satgas Serius Tangani Covid-19
apahabar.com

Nasional

Anak Buah Jaksa Agung Terjaring Operasi Senyap KPK
apahabar.com

Nasional

BNPB: Kalteng dan Kalbar Penyumbang Hotspot Terbesar
apahabar.com

Nasional

Wagub Bali: Diharapkan Hipmi Mampu Imbangi Cepatnya Pembangunan Ekonomi
apahabar.com

Nasional

Menkopolhukam Klaim Pungli di Layanan Publik Berkurang 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com