Tolak KLB, Simak Sikap Demokrat Kalteng Almarhum Kombes Sapta Dikenal Sebagai Pribadi yang Sederhana Mantap! Polsek Tapin Utara Bekuk Kurir Sabu 9,14 Kg asal Kalbar Ratusan Anggota Polisi di Tabalong Jalani Vaksinasi Covid-19 Update Covid-19 Kotabaru: Positif 9, Sembuh 3

Eks Ketua dan Sekretaris KONI Banjarmasin Dituntut 5 Tahun Penjara

- Apahabar.com Kamis, 11 Februari 2021 - 15:25 WIB

Eks Ketua dan Sekretaris KONI Banjarmasin Dituntut 5 Tahun Penjara

Sidang kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Banjarmasin yang menyeret nama Eks Ketua KONI Banjarmasin Djumadri Masrun dan Sekretaris Widharta di PN Tipikor Banjarmasin. Foto-Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – Eks Ketua KONI Banjarmasin Djumadri Masrun dan Sekretaris Widharta dituntut masing-masing 5 tahun penjara atas kasus dugaan korupsi dana hibah KONI.

Tuntutan dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Banjarmasin, Rabu (10/2). Kedua terdakwa dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) lantaran dinilai telah bersalah.

“Kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana pada pasal 3 pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dan ditambah pada UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” ujar JPU M Irwan saat membacakan tuntutan.

Selain dituntut hukuman kurungan, kedua terdakwa juga dituntut membayar denda masing-masing Rp100 juta atau subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu, Djumadri Masrun juga dituntut membayar ganti rugi Rp500 juta. Apabila tak membayar makan gantinya hukuman kurungan 2 tahun penjara.

Sementara untuk Widharta dituntut membayar uang pengganti Rp380 juta. Dan jika tak membayar bisa diganti dengan hukuman kurungan satu tahun penjara.

Atas tuntutan JPU, kedua terdakwa yang didampingi masing-masing penasehat hukum akan melakukan pembelaan.

“Atas tuntutan JPU kami akan melakukan pembelaan yang mana dalam pembelaan nantinya akan kami kupas fakta hukum yang terungkap di persidangan,” ucap Bujino A Salan penasehat hukum terdakwa Djumadri Masrun.

Hal serupa juga dikatakan DR Marudut Tampubolon SH MH, penasehat hukum terdakwa Widharta.

“Yang menurut kami agak rancu mengenai uang pengganti, karena dari fakta hukum dan berdasarkan saksi ahli yang dinikmati klien kita sebesar Rp50 Juta, itu pun sudah diganti, tapi kemana di tuntutan muncul angka 380 Juta,”kata Marudut.

“Terkait adanya perbedaan uang pengganti dari dakwaan dan tuntutan JPU itu yang akan menjadi pembahasan dalam pembelaan kita,” beber Marudut.

Sebagai pengingat, dua terdakwa ini tersandung kasus dugaan korupsi dana hibah KONI untuk keperluan Porprov Tabalong pada 2017 silam.

Mereka berdua didakwa atas dugaan korupsi dana hibah senilai Rp14 miliar. Dimana dari audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ditemukan kerugian negara sebesar Rp2,1 miliar.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November
apahabar.com

Kalsel

Kabupaten Banjar Juara Umum Festival Durian Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Operasi Mantap Brata 2018, Intip Kesiapan Polda Kalsel Amankan Pemilu
Kena Imbas Puting Beliung, 3 Warga di Pesisir Kotabaru Terima Bantuan

Kalsel

Kena Imbas Puting Beliung, 3 Warga di Pesisir Kotabaru Terima Bantuan  
Kalsel Banjir

Kalsel

Kalsel Banjir, Ratusan Gardu Listrik Dipadamkan PLN

Kalsel

Respon Psikolog soal Kekerasan Remaja Banjarbaru yang Viral di Medsos
Banjir Susulan

Kalsel

3 Hari Banjir Susulan, Warga di Martapura Mengungsi Secara Mandiri
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Kampung Arab, Ita Kaget Melihat Langsung Rumahnya Hangus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com