Ssttt.. Aziz Lapor Polda Kalsel Buntut Isu Penggelembungan Suara Banjar  Isu Penggelembungan Suara Kabupaten Banjar, KPU Cecar Komisioner Aziz  Beredar Transkrip PPK Banjar Terima Rp10 Juta, Kordiv Bawaslu Terkejut Teriakkan Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Mahasiswa Banjarmasin Serbu Pertamina Puluhan Pangkalan Elpiji di Kalsel-Teng Diputus Pertamina! Simak Alasannya

Epidemiolog Nilai Zonasi RT/RW di PPKM Mikro Terlalu Rumit

- Apahabar.com Sabtu, 13 Februari 2021 - 13:04 WIB

Epidemiolog Nilai Zonasi RT/RW di PPKM Mikro Terlalu Rumit

Ilustrasi - Pemerintah mulai menerapkan PPKM skala mikro mulai 9-22 Februari 2021 untuk tujuh provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Foto-Liputan6.com/Herman Zakharia

apahabar.com, JAKARTA – Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, menilai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro yang berbasis sistem zonasi RT/RW terlalu rumit.

Sebab, menurut Dicky, indikator penentuan warna zonasinya tidak valid. Selain itu, warna zonasi juga akan terus berubah-ubah dan ini akan menyulitkan penanganan Covid-19.

“Sistem zonasi di RT/RW ini terlalu rumit, tidak valid indikatornya, bisa jadi tiap Minggu berubah warnanya dan tiap perubahan juga responsnya berbeda. Ini akan menyulitkan mereka, tidak aplikatif dan tidak user friendly,” kata Dicky seperti dilansir dari Okezone.com, Sabtu (13/2).

Dicky juga menilai, kebijakan PPKM Mikro memperkuat penanganan Covid-19 di level komunitas. Namun ia melihat konsep kebijakan ini belum tepat.

Menurutnya konsep komunitas hingga pembentukan zonasi di tingkat RT/RW terlalu rendah. Seharusnya, lanjut Dicky, sistem komunitas itu sampai tingkat desa atau kelurahan saja.

“Konsep komunitas RT/RW terlalu rendah harusnya di desa dan kelurahan karena di sana [institusi] pemerintahan paling rendah. Kalau RT/RW kan masyarakat. Repot nanti RT/RW-nya,” ujar Dicky.

Sebagaimana diketahui, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerbitkan instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 3 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro hingga tingkat RT.

Instruksi tersebut diberikan untuk tujuh gubernur beserta jajaran hingga tingkat bupati dan wali kota, salah satunya DKI Jakarta.

Pada PPKM Mikro diatur 4 zonasi RT, yakni zona hijau, zona kuning, zona oranye dan zona merah. Khusus untuk RT yang masuk kategori zona merah, akan dilakukan isolasi mandiri atau terpusat dengan pengawasan ketat, menutup rumah ibadah dan tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial.

Kemudian melarang kerumunan lebih dari tiga orang, membatasi keluar masuk wilayah RT maksimal pukul 20.00 WIB, dan meniadakan kegiatan sosial masyarakat. Kebijakan PPKM Mikro mulai berlaku sejak 9 Februari hingga 22 Februari 2021.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Magnitudo

Nasional

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Positif 41.431, Sembuh 16.423
apahabar.com

Nasional

Pakta Integritas Tak Bocorkan Soal Debat Capres, Jika Melanggar Moderator dan Panelis Kena Sanksi
apahabar.com

Nasional

Korban Dioperasi Bedah Plastik 3 Kali, Polisi Bentuk Tim Gabungan

Nasional

Benarkah Depresi? Ibu Terduga Pembunuh Anak Kandung di Batu Benawa HST di Mata Warga
apahabar.com

Nasional

Besok Ada Gerhana Matahari, di Kalsel Puncaknya Pukul 16.25
Perpres Miras

Nasional

Cabut Perpres Investasi Miras, Twitter Jokowi Banjir Pujian
apahabar.com

Nasional

Cerita Bocah Ajaib, Korban Tsunami yang Diselamatkan dari Reruntuhan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com