Mardani H Maming: Hipmi Optimis Pemimpin Muda Kalsel Mampu Bangkitkan Ekonomi Daerah Ketua DPRD Banjar: 100 Hari Program Bupati Harus Penangan Pascabanjir DPP Demokrat Pecat Marzuki Alie dan 6 Kader, Simak Alasannya Duh, Positif Covid-19 Kapuas Bertambah Lagi 50 Kasus Tiga Gus Pimpin Jatim, Bak Angin Segar Bagi Kinerja ASN

Gempa 73 Magnitudo di Jepang Lukai Ratusan Orang, Operasional Kereta Terhenti

- Apahabar.com Minggu, 14 Februari 2021 - 11:43 WIB

Gempa 73 Magnitudo di Jepang Lukai Ratusan Orang, Operasional Kereta Terhenti

Dinding yang runtuh akibat gempa yang kuat digambarkan di Kunimi, prefektur Fukushima, Jepang, pada Minggu (14/2/2021). Foto-Reuters/Kyodo via Antara/Pri

apahabar.com, IWAKI – Gempa yang mengguncang lepas pantai Fukushima, Jepang, pada Sabtu (13/2) malam, menyebabkan lebih dari 100 orang terluka.

Operasional kereta cepat dihentikan di sebagian besar wilayah timur laut “Negeri Sakura” tersebut, Minggu (14/2).

Dilansir Antara, gempa berkekuatan 7,3 magnitodo yang terjadi pada Sabtu sesaat sebelum tengah malam itu menyebabkan dinding retak dan kaca pecah, serta mengakibatkan longsor di Fukushima wilayah terdekat ke episentrum gempa.

Gempa tersebut juga mengakibatkan guncangan pada bangunan di ibu kota Tokyo, yang jaraknya ratusan kilometer dari pusat gempa.

Menurut laporan televisi nasional NHK, sedikitnya 104 orang mengalami luka, termasuk patah tulang, namun tidak ada laporan korban jiwa.

Tidak terjadi pula tsunami, serta tidak ada laporan mengenai ketidakwajaran pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Fukushima.

Bagaimanapun, peristiwa itu mengingatkan pada gempa dahsyat 11 Maret 2011 yang mengakibatkan tsunami dan kecelakaan PLTN di kawasan yang sama.

Layanan kereta cepat Shinkanshen menuju kebanyakan wilayah bagian utara Jepang ditangguhkan karena terjadi kerusakan pada jalurnya, dan kemungkinan belum dapat berfungsi hingga Selasa (16/2).

Meskipun semalam sambungan listrik ke ratusan ribu rumah dan bangunan terputus sesaat setelah gempa, yang terjadi pukul 23.08 waktu setempat, pagi ini kebanyakan sambungan listrik telah kembali menyala.

Namun, beberapa ribu rumah masih dalam kondisi tanpa air, dan para warga mengantre sambil membawa wadah plastik untuk mendapatkan air bersih dari truk pemasok air.

Gempa bumi biasa terjadi di Jepang, sebagai daerah dengan aktivitas seismik paling tinggi di dunia. Sekitar 20 persen gempa berkekuatan 6 SR atau lebih di seluruh dunia terjadi Jepang.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Rekor Global, WHO Catat 230.370 Kasus Covid-19 dalam 24 Jam
Hikmah

Internasional

Hikmah di Balik Covid-19, Emisi Karbon Dioksida Turun Catat Rekor
apahabar.com

Internasional

Rusia Sebut Vaksin Covid-19 Beri Perlindungan Lebih dari 2 Tahun
apahabar.com

Internasional

Trump Luapkan Amarah di Twitter: Hentikan Penghitungan!
Patung

Internasional

160 Tahun Hilang, Akhirnya Patung Kepala Kuda Kembali ke Beijing
apahabar.com

Internasional

Hari Ini Singapura Buka Gerbang untuk Turis
apahabar.com

Internasional

Dikabarkan Kritis Gegara Corona, Donald Trump Masih Berambisi
apahabar.com

Internasional

Dimenangi Joe Biden, Gedung Putih Pastikan Menerima Hasil Pilpres AS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com