Bantah Ijazah Rahmad Masud Palsu, Rektor Untri Ancam Lapor Balik! Satu Warga Kalsel Tertular Corona B117, Pj Safrizal Imbau Perketat Prokes Varian Baru Corona B117 Sudah Masuk Kalsel, Banjarmasin Belum Ada Temuan Resmi, Kejari Tanbu Tetapkan Tersangka Kasus Pengadaan Kursi Peserta KLB Demokrat Dijanjikan Rp 100 Juta, Ternyata Hanya Terima Rp 5 Juta

Gletser Himalaya Pecah, 150 Warga India Diduga Tewas

- Apahabar.com Minggu, 7 Februari 2021 - 19:43 WIB

Gletser Himalaya Pecah, 150 Warga India Diduga Tewas

Ilustrasi pegunungan Himalaya. Foto-pixabay

apahabar.com, NEW DELHI – Gletser Himalaya pecah dan menghantam bendungan pada Minggu (7/2). Setidak 150 warga India diduga tewas dalam musibah tersebut.

“Jumlah sebenarnya belum dikonfirmasi, tetapi 100 hingga 150 orang dikhawatirkan tewas,” kata Om Prakash, Sekretaris Kepala Negara Bagian Uttarakhand, tempat insiden itu terjadi, seperti dilansir Republika yang mengutip Reuters.

Seorang saksi melaporkan dinding debu, batu, dan air saat longsoran salju menderu di lembah sungai.

“Itu datang sangat cepat, tidak ada waktu untuk memperingatkan siapa pun. Saya merasa bahwa bahkan kami akan tersapu,” kata Sanjay Singh Rana yang tinggal di desa Raini.

Dia mengungkapkan, penduduk desa setempat khawatir orang-orang yang bekerja di proyek pembangkit listrik tenaga air di dekatnya tersapu, termasuk warga yang berkeliaran di dekat sungai mencari kayu bakar atau menggembalakan ternak mereka.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan, dia sedang memantau situasi dengan cermat.

“India mendukung Uttarakhand dan bangsa itu berdoa untuk keselamatan semua orang di sana,” katanya di Twitter setelah berbicara dengan Kepala Menteri Negara Bagian.

Menurut pemerintah federal Angkatan Udara India sedang dipersiapkan untuk membantu operasi penyelamatan. Sementara itu Menteri Dalam Negeri India Amit Shah mengatakan tim tanggap bencana sedang diterbangkan untuk membantu dengan bantuan dan penyelamatan.

“Semua perwira yang bersangkutan bekerja dengan pijakan perang,” kata Shah lewat Twitter pribadinya.

Negara bagian tetangga Uttar Pradesh, negara bagian terpadat di India, juga membuat daerah tepi sungainya dalam keadaan siaga tinggi.

Uttarakhand di Himalaya rawan banjir bandang dan tanah longsor. Pada Juni 2013, rekor curah hujan menyebabkan banjir dahsyat yang merenggut hampir 6.000 jiwa.

Bencana tersebut dijuluki sebagai “Tsunami Himalaya” oleh media India. Hal itu karena aliran air yang mengalir di daerah pegunungan tersebut menyebabkan jatuhnya lumpur dan batu, mengubur rumah, menyapu bangunan, jalan serta jembatan.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

PP 49/2018 Memungkinkan Angkat Honorer Melampaui Batas Usia
apahabar.com

Global

Fakta Mengejutkan Tentang Pulau Sentinel
apahabar.com

Global

Jepang-Malaysia Sampaikan Duka Cita Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Global

Mantan Presiden AS George H.W Bush Wafat pada Usia 94 Tahun
Facebook

Global

Tak Hanya Twitter, Facebook hingga YouTube Blokir Akun Donald Trump
apahabar.com

Global

Perdana dalam Sejarah, Raja Malaysia Turun Takhta
apahabar.com

Global

Politisi Australia Minta Maaf Pernah Ancam Umat Islam di FB
apahabar.com

Global

Peristiwa Langka, Super Blood Moon akan Terlihat di Januari Mendatang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com