Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Halo Warga Kalsel: Ingin Kredit Rumah? Mulai Besok KPR DP 0 Persen

- Apahabar.com Minggu, 28 Februari 2021 - 15:42 WIB

Halo Warga Kalsel: Ingin Kredit Rumah? Mulai Besok KPR DP 0 Persen

Ilustrasi perumahan menengah atas yang dibangun pengembang. Foto-jawapos.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Per 1 Maret 2021 atau tepatnya besok Bank Indonesia (BI) resmi menerapkan pelonggaran aturan loan to value (LTV) atau financing to value (FTV) untuk pembelian properti.

Ini artinya konsumen bisa mendapatkan fasilitas uang muka (DP) sebesar 0 persen.

Dengan adanya DP 0 persen ini untuk cicil KPR, apakah ini saat yang tepat untuk beli rumah?

Perencana Keuangan Senior Aidil Akbar mengungkapkan, meski sudah ada DP KPR 0 persen, bukan berarti menjadi saatnya untuk beli rumah.

Malah dia menyarankan bagi yang sama sekali belum merencanakan beli rumah dari jauh-jauh hari untuk tidak melirik program ini.

Aidil menjelaskan memang DP KPR 0 persen dapat memudahkan masyarakat memiliki rumah.

Masyarakat tak perlu lagi menabung lama untuk membayar DP rumah, namun program ini berpotensi membuat cicilan menjadi bengkak.

“Menurut saya masyarakat mesti hati-hati jangan sampai terjebak dengan DP 0 persen. Kalau memang belum ada rencana beli rumah jauh-jauh hari jangan langsung tergiur deh. Karena ini kan berpotensi menambah cicilan rumah,” ucap Aidil dilansir Detikcom, Minggu (28/2).

Aidil memaparkan DP 0 persen hanya memindahkan beban biaya DP rumah di awal untuk masuk ke dalam cicilan.

Misalnya, saja membeli rumah seharga Rp 100 juta, biasanya harus membayar DP 30 persen, maka sisa utang yang harus dibayarkan hanya Rp 700 juta saja.

Lain lagi kalau DP 0 persen, semua harga rumah akan menjadi utang dan ditanggung pada cicilan tiap bulan.

Aidil menilai hal ini justru akan menambah beban cicilan bulanan.

“Kan ini hanya memindahkan DP di awal ke belakang, arahnya ya nambah cicilan. Tadinya kita utang 70 persen doang jadi 100 persen. Kalau bunga cicilan turun sih nggak masalah, tapi kan bunganya tetap aja,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Hasil Rapat Fed Diumumkan, Rupiah Menguat
Cicilan dan Sederet Kredit Ditangguhkan Jokowi, Berikut Aturannya

Ekbis

Cicilan dan Sederet Kredit Ditangguhkan Jokowi, Berikut Aturannya
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Datang, Anggota DPRD Kalsel Harap Realisasi PSN
apahabar.com

Ekbis

Nataru, Telkomsel Prediksi Trafik Internet di Kalimantan Naik 45%
apahabar.com

Ekbis

IHSG Ditutup Menguat Seiring Positifnya Bursa Nasional
apahabar.com

Ekbis

Harga Cabai Diprediksi Anjlok
apahabar.com

Ekbis

Gandeng BI Kembangkan UMKM
apahabar.com

Ekbis

Harga Galaxy S10 1TB Tembus Rp25 Juta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com