POPULER SEPEKAN: Viral Penjual Gorengan di Sekumpul, Adaro-Pama Cerai, hingga Transkrip PPK Banjar Tolak KLB, Simak Sikap Demokrat Kalteng Almarhum Kombes Sapta Dikenal Sebagai Pribadi yang Sederhana Mantap! Polsek Tapin Utara Bekuk Kurir Sabu 9,14 Kg asal Kalbar Ratusan Anggota Polisi di Tabalong Jalani Vaksinasi Covid-19

Harga Batu Bara China Drop, Batu Bara Australia Melandai

- Apahabar.com Senin, 15 Februari 2021 - 10:30 WIB

Harga Batu Bara China Drop, Batu Bara Australia Melandai

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kembali mewujudkan komitmennya dalam upaya hilirisasi dan peningkatan nilai tambah pertambangan batu bara. Salah satunya adalah dengan memproduksi karbon aktif dari bahan baku batu bara. Foto-CNBC Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Sepanjang tahun ini, harga batu bara bergerak dengan volatilitas tinggi. Harga kontrak futures (berjangka) batu bara ICE Newcastle yang aktif diperdagangkan menguat 1,07% sepanjang minggu lalu.

Pada Jumat (12/2/2021), harga kontrak batu bara yang berakhir pada 26 Maret 2021 tersebut turun 0,76% ke level US$ 84,9/ton. Pada periode 8-12 Februari 2021, harga kontrak ini mencapai level tertingginya di US$ 86,15/ton.

Melansir CNBC Indonesia, Senin (15/02) harga batu bara memang sudah naik signifikan. Apalagi dibandingkan dengan tahun lalu. Kendati pandemi Covid-19 merebak di seluruh dunia, permintaan batu bara China masih terbilang solid.

Di sepanjang tahun 2020 data Bea Cukai China melaporkan total impor batu bara termal China mencapai 124,5 juta ton atau naik 7,9% (yoy) dibanding tahun sebelumnya.

Patut dicatat, batu bara termal yang diimpor oleh China adalah jenis batu bara bituminus dan sub-bituminus yang berkalori rendah yang banyak digunakan untuk pembangkit listrik.

Volume ekspor batu bara Australia ke China diperkirakan masih akan rendah seiring dengan tensi geopolitik kedua negara yang tinggi. Hal ini akan menguntungkan Indonesia tentunya.

China mengimpor batu bara termal dari Indonesia. Selain itu Negeri Panda juga mengimpor batu bara metalurgi yang banyak digunakan untuk industri baja dari Negeri Kanguru.

Kenaikan signifikan harga batu bara sampai menyentuh level US$ 90/ton diakibatkan oleh pasokan China yang ketat dan dampak dari relaksasi kebijakan impor. Namun kini harga batu bara Qinhuangdao sebagai acuan batu bara termal China berangsur turun.

Selisih harga batu bara Australia dan China yang tadinya tembus US$ 70/ton kini sudah mulai kembali ke kisaran normal. Seiring dengan berakhirnya perayaan tahun baru Imlek dan jelang berakhirnya musim dingin, harga batu bara akan cenderung melunak.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Harga Turun, Petani Kalsel Malas Sadap Karet
apahabar.com

Ekbis

Inkindo dan Perkindo Gelar Dialog Hukum Lagi, Apa Hasilnya?
Subsidi Elpiji 3 Kg Dihapus, Pertamina Tunggu Arahan Pemerintah

Ekbis

Subsidi Elpiji 3 Kg Dihapus, Pertamina Tunggu Arahan Pemerintah
apahabar.com

Ekbis

Hiswana Kalsel: Perusda Penyalur Elpiji Bukan Solusi
apahabar.com

Ekbis

Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Menguat Jelang Rilis Neraca Perdagangan
apahabar.com

Ekbis

Kimia Farma Kini Kembangkan Bisnis Klinik Kecantikan
apahabar.com

Ekbis

Mulai Besok Citilink Kembali Buka Layanan Penerbangan Domestik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com