Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Harga Minyak Mentah Cetak Rekor, Kini Dekati US$ 70/Barel

- Apahabar.com Kamis, 25 Februari 2021 - 11:00 WIB

Harga Minyak Mentah Cetak Rekor, Kini Dekati US$ 70/Barel

Ilustrasi. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Harga minyak mentah terus mencetak rekor.

Setelah kemarin melesat 2,5%, hari ini Kamis (25/2/2021), harga minyak mentah kembali menguat.

Melansir CNBC Indonesia, pada perdagangan pagi, harga kontrak futures (berjangka) minyak mentah naik 0,2%. Harga kontrak Brent dipatok di US$ 67,16/barel dan kontrak West Texas Intermediate (WTI) di US$ 63,34/barel.

Kedua kontrak tersebut sekarang berada di posisi tertingginya dalam 13 bulan terakhir. Dengan begitu harga minyak mentah telah pulih dari gempuran pandemi Covid-19.

Harga minyak melesat setelah Badan Informasi Energi AS melaporkan ada penurunan produksi minyak mentah Negeri Paman Sam hingga 1 juta barel per hari (bph) atau setara dengan 10% dari total output.

Penurunan produksi diakibatkan oleh cuaca dingin ekstrem yang membuat pipa dan infrastruktur membeku serta dibarengi dengan kurangnya pasokan listrik. Input minyak mentah untuk kilang pun drop ke level terendah sejak 2008.

“Jika Anda mendapatkan penurunan seperti itu dalam satu minggu produksi EIA, Anda kemungkinan akan mendapatkan lebih banyak setelah itu,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures di Chicago kepada Reuters.

“Ada kekhawatiran bahwa ini akan menjadi penurunan produksi permanen jangka panjang.” lanjutnya.

Harga minyak mentah sudah melesat lebih dari 30% sejak awal tahun ditopang oleh berbagai sentimen positif dan perbaikan fundamentalnya. Vaksinasi Covid-19 yang gencar dilakukan serta mulai membaiknya mobilitas publik jadi katalis positif untuk harga minyak.

Selain itu permintaan minyak dunia juga ditopang oleh ekspansi ekonomi China sebagai importir terbesarnya secara global. Dari sisi pasokan upaya para kartel yang tergabung dalam OPEC+ untuk mempertahankan defisit pasokan juga diapresiasi pasar.

Bank-bank di Wall Street merevisi naik target harga minyak tahun ini. Melansir Reuters, riset komoditas Goldman Sachs menaikkan perkiraan harga minyak mentah Brent sebesar US$ 10 untuk kuartal kedua dan ketiga tahun 2021.

Alasan dibalik revisi ke atas harga minyak tersebut adalah stok yang lebih rendah serta biaya marjinal yang lebih tinggi untuk memulai kembali aktivitas hulu dan arus masuk spekulatif.

Goldman Sachs meramal harga minyak mentah Brent mencapai US$ 70/barel di kuartal kedua dan US$ 75/barel di kuartal ketiga. Sebelumnya Goldman Sachs memperkirakan harga Brent bakal berada di US$ 60 dan US$ 65 per barelnya masing-masing untuk kuartal kedua dan ketiga tahun ini.

Sama seperti Goldman Sachs, Morgan Stanley mengharapkan ready viewed harga minyak mentah Brent naik menjadi US$ 70/barel pada kuartal ketiga di tengah tanda-tanda pasar yang jauh lebih baik termasuk prospek peningkatan permintaan.

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

2 juta ton

Ekbis

Stok Beras Kalsel Surplus Hingga 2 Juta Ton
apahabar.com

Ekbis

Pengundian Pesta Akhir Tahun Telkomsel, Kesempatan Masih Dibuka
Sri Mulyani

Ekbis

Waduh! Sri Mulyani Pungut Pajak Penjualan Pulsa dan Token Listrik
apahabar.com

Ekbis

Tak Hanya Jelang Ramadan, Ini Penyebab Kenaikan Harga Gula
apahabar.com

Ekbis

Efek Corona, Harga Bawang di Banjarmasin Masih Melejit
apahabar.com

Ekbis

Mau ke Melbourne? Citilink Buka Penerbangan dari Denpasar
apahabar.com

Ekbis

Harga dan Spesifikasi Pocophone F1
apahabar.com

Ekbis

Tips Agar UMKM Bisa Tahan Banting Diterjang Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com