Terciduk Warga, Begal Sapi Tanah Bumbu Lari Tunggang-langgang di Kotabaru Transkrip Rekaman Sengketa Pilgub Kalsel Beredar, Petinggi KPU Akui PPK Terima Duit Heboh Kades di Kelumpang Tersangka Pungli, Giliran Apdesi Kotabaru Buka Suara Mardani H Maming: Hipmi Optimis Pemimpin Muda Kalsel Mampu Bangkitkan Ekonomi Daerah Ketua DPRD Banjar: 100 Hari Program Bupati Harus Penangan Pascabanjir

Identik dengan PKI, Begini Sejarah Lagu Genjer-Genjer yang Kontroversial

- Apahabar.com Sabtu, 6 Februari 2021 - 21:48 WIB

Identik dengan PKI, Begini Sejarah Lagu Genjer-Genjer yang Kontroversial

Ilustrasi. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Lagu Genjer-Genjer begitu identik dan sering kali dihubungkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Salah satu penyebabnya karena lagu tersebut digunakan dalam film Penghianatan G30S/PKI besutan sutradara Arifin C.

Lagu itu ditampilkan dalam adegan ketika para para jenderal tengah disiksa oleh anggota Gerwani.

Belakangan diketahui film tersebut bukanlah fakta sejarah, melainkan terdapat unsur fiksi di dalamnya. Namun, sayangnya citra lagu itu dengan PKI tetap melekat.

Namun juga tidak dapat dipungkiri, lagu itu memang sempat digunakan oleh partai tersebut ketika berkampanye dulu.

Melansir detikHOT, Genjer-Genjer sebenarnya merupakan lagu rakyat yang diciptakan oleh seniman angklung asal Banyuwangi bernama Muhammad Arief.

Lagu itu tercipta pada 1942 di masa sebelum Indonesia merdeka. Ketika menulisnya, M Arief ingin menggambarkan penderitaan rakyat Banyuwangi yang kala itu tengah dijajah oleh Jepang.

Di bawah kependudukan Jepang, M Arief melihat rakyat Banyuwangi hidup semakin sengsara dari sebelumnya. Oleh karena itu, ia melayangkan protesnya lewat lagu.

Oleh karena itu, sebenarnya, lagu Genjer-Genjer bukan lah lagu yang digunakan PKI untuk berkampanye belaka. Lagu itu hadir sebagai kritik sosial yang lahir dari kegelisahan rakyat di masa penjajahan Jepang.

Musik dari lagu Genjer-Genjer disebutkan diadaptasi dari lagu dolanan berjudul Tong Alak Gentak.

Tanaman genjer (limnocharis flava) merupakan tanaman gulma yang tumbuh di rawa dan kerap dikonsumsi itik.

Genjer dipilih untuk menggambarkan kesengsaraan rakyat Banyuwangi kala itu, dengan penggambaran bahwa bahkan rakyat kini memakan daun genjer demi menyelamatkan diri dari kelaparan.

Lagu berisi kritik sosial itu kemudian menjadi populer setelah dinyanyikan oleh Bing Slamet dan Lilis Suryani pada 1962.

Kepopuleran lagu yang berkisah mengenai perjuangan kelas akar rumput itu, kemudian dimanfaatkan oleh PKI untuk menjadi lagu kampanye bagi mereka.

Sejak itulah citra lagu Genjer-Genjer begitu lekat dengan PKI. Bahkan hingga kini, setelah puluhan tahun berlalu sejak peristiwa 30 September 1965, lagu itu dan PKI masih kerap dikait-kaitkan.

Berikut lirik dari lagu Genjer-Genjer:

Genjer-genjer nong kedokan pating keleler
Genjer-genjer nong kedokan pating keleler
Emaké thulik teka-teka mbubuti génjér
Emaké thulik teka-teka mbubuti génjér

Emake jebeng padha tuku nggawa welasah
Genjer-genjer saiki wis arep diolah

Genjer-genjer mlebu kendhil wedang gemulak
Genjer-gnjer mlebu kendhil wedang gemulak
Setengah mateng dientas ya dienggo iwak
Setengah mateng dientas ya dienggo iwak
Sega sak piring sambel jeruk ring pelanca

Simak Video “Promotor Musik Tunggu Angin Segar dari Pemerintah”

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hiburan

Vidi Aldiano dan Prilly Latuconsina Tak Bisa Bersama, Ada yang Merasa Senasib
apahabar.com

Hiburan

Dua Pekan Dirawat, Amitabh Bachchan Akhirnya Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Hiburan

Di Rutan, Lucinta Luna Minta Dibawakan Bulu Mata Palsu hingga Teh Diet
apahabar.com

Hiburan

Kolaborasi Vidi Aldiano dan Prilly Latuconsina Libatkan Sutradara Candi Soeleman
apahabar.com

Hiburan

Film Koboy Kampus Lebih dari Sekadar Hiburan

Hiburan

VIDEO: Intip Aksi Kocak Gimar Jid Kala Menghibur Ibu-Ibu PKK
apahabar.com

Hiburan

Salat Id Syahrini di Rumah, Reino Barack Jadi Khatib Intip HP
apahabar.com

Hiburan

Kim Jong Un Larang Warganya Nonton Drakor, Kenapa?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com