Teritip Geger! Pekebun Tewas Tergantung di Kamar Mandi Majikan Praktik Jual-Beli Pangkalan Elpiji Kalsel Terendus di Level Agen! Catat! Warga Banjarmasin Sudah Divaksin Corona Tetap Harus Swab Pengadaan Mobdin di Banjarmasin Terancam Berhenti, Simak Alasannya Puluhan Pangkalan Elpiji di Kalsel-Teng Diputus Pertamina! Simak Alasannya

Indikasi Kebijakan Longgar The Fed, Rupiah Berpeluang Menguat

- Apahabar.com Kamis, 18 Februari 2021 - 11:31 WIB

Indikasi Kebijakan Longgar The Fed, Rupiah Berpeluang Menguat

Ilustrasi rupiah dan dolar AS. Foto-Antara/Puspa Perwitasari

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (18/2) berpeluang menguat.

Penguatan rupiah hari ini diprediksi seiring indikasi kebijakan pelonggaran moneter oleh bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed).

Pada pukul 9.37 WIB, rupiah masih melemah 15 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp 14.035 per dolar AS dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp 13.020 per dolar AS.

“Rupiah berpotensi menguat hari ini terhadap dolar AS seiring dengan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mulai terkoreksi,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis.

Ariston menuturkan sikap The Fed yang tertulis dalam notula rapat terakhir pada Januari yang dirilis dinihari tadi, menunjukkan dukungan terhadap kebijakan pelonggaran moneter. Hal tersebut bisa mendukung pelemahan dolar AS hari ini.

Di sisi lain, lanjut Ariston, pasar masih mewaspadai pergerakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang masih di level tinggi.

“Kenaikan yield bisa mendorong penguatan dolar AS lagi dan menekan rupiah,” ujar Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp 13.950 per dolar AS hingga Rp 14.050 per dolar AS.

Pada Rabu (18/2) lalu, rupiah ditutup melemah 90 poin atau 0,65 persen ke posisi Rp 14.020 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp 13.930 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Dari Banjarmasin, Giliran NAM Air Perkuat Bandara Samarinda

Ekbis

Hingga September 2020, Realisasi Penerimaan Pajak Terkontraksi 14,1 Persen
apahabar.com

Ekbis

Kucurkan Modal UMKM di Kalimantan, Pertamina Tunggu Partisipasi Pengusaha
apahabar.com

Ekbis

Kelapa Sawit Indonesia Dilirik Peru, Gapki Kalsel: Pasar Potensial
apahabar.com

Ekbis

Efek Perang Dagang AS-Tiongkok, BI: 2020, Diprediksi Pertumbuhan Ekonomi Belum Pulih
apahabar.com

Ekbis

Terikat Utang Online Abal-abal, Korban Disuruh Jual Ginjal
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Kehilangan Daya Magis
IHSG

Ekbis

Seiring Kenaikan Bursa Saham AS, IHSG Akhir Pekan Berpeluang Menguat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com