Praktik Jual-Beli Pangkalan Elpiji Kalsel Terendus di Level Agen! Catat! Warga Banjarmasin Sudah Divaksin Corona Tetap Harus Swab Pengadaan Mobdin di Banjarmasin Terancam Berhenti, Simak Alasannya Puluhan Pangkalan Elpiji di Kalsel-Teng Diputus Pertamina! Simak Alasannya Ketika Presiden Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing

Indikasi Suap, Erick Thohir: Garuda Kebalikan 12 Pesawat Bombardier CRJ

- Apahabar.com Rabu, 10 Februari 2021 - 16:03 WIB

Indikasi Suap, Erick Thohir: Garuda Kebalikan 12 Pesawat Bombardier CRJ

Tangkapan layar Menteri BUMN, Erick Thohir dan Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam konferensi pers daring di Jakarta, Rabu (10/1/2021). Foto-Antara/Zubi Mahrofi

apahabar.com, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memutuskan untuk mengakhiri lebih awal kontrak sewa pesawat dengan Nordic Aviation Capital (NAC).

Selain itu Garuda juga akan mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1000 kepada Nordic Aviation Capital (NAC) yang akan jatuh tempo pada 2027.

“Kita memutuskan untuk mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1000 untuk mengakhiri kontrak kepada NAC. Tentu keputusan ini ada landasannya, kita tahu bagaimana kami mempertimbangkan tata kelola perusahaan yang baik transparan akuntanbilitas dan profesional,” ujar Menteri Erick dalam konferensi daring di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (10/2).

Menteri Erick juga menyampaikan keputusan itu juga melihat dari keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan juga penyelidikan Serious Fraud Office (SFO) Inggris terhadap indikasi pidana suap dari pihak pabrikan kepada oknum pimpinan Garuda saat proses pengadaan pesawat tahun 2011 lalu.

Selain itu, lanjut Menteri Erick, keputusan mengakhiri kontrak sewa pesawat itu juga untuk efisiensi biaya.

“Kondisi covid-19 ternyata masih berkelanjutan, tidak hanya di Indonesia tapi di banyak negara lain juga masih berlangsung pada tahun ini. Jadi efisiensi menjadi kunci,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa saat ini Garuda Indonesia menjadi salah satu maskapai dengan kontrak sewa yang paling tinggi di dunia, sebesar 27 persen.

“Proses negosiasi ini tentu sudah terjadi berulang-ulang kali antara Garuda dan NAC. Tapi sayangnya early temination belum mendapatkan respon,” kata Menteri Erick.

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan perseroan memiliki 18 pesawat Bombardier, sebanyak 12 pesawat sewa dari NAC dengan skema operating lease hingga 2027.

“Apabila kita terminasi sampai akhir masa kontrak [2027] kita akan saving lebih dari 220 juta dolar AS. Ini sebuah upaya untuk mengurangi kerugian untuk penggunaan pesawat ini di Garuda Indonesia,” katanya.

Sedangkan 6 pesawat Bombardier lainnya, lanjut dia, menggunakan skema financial lease dari penyedia financial lease Export Development Canada (EDC) dengan masa sewa sampai 2024, juga sedang melakukan pembicaraan terkait kelanjutan kontrak sewa pesawat.

Irfan juga mengatakan bahwa pihaknya sudah memutuskan untuk mengganti rute-rute penerbangan yang dilayani pesawat Bombardier CRJ dengan Boeing 737.

“Kita juga tidak ada niatan dalam waktu dekat untuk membeli pesawat baru untuk menggantikan ini. jadi kita akan maksimalkan utilisasi pesawat-pesawat yang ada saat ini,” katanya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Firli Bahuri Enggan Jelaskan Isi Sidang Etik KPK
apahabar.com

Nasional

Obituari Penderita Kanker: Wasiat Mendiang Nana Bikin Terenyuh
apahabar.com

Nasional

Jubir: Jumlah Terinfeksi Corona Masih akan Terus Meningkat
apahabar.com

Nasional

Kaltim Jadi Ibu Kota, Kukar Minta Jalan Trans Kalimantan Diperbaiki
apahabar.com

Nasional

Dapat Penghargaan dari Presiden, Fahri Hamzah Sebut Saatnya Pelihara Persatuan
apahabar.com

Nasional

Pelataran Tawaf Masjidil Haram Dibuka, Ini Dekrit Raja Salman
apahabar.com

Nasional

Berat Turun! Intip Kondisi Terkini Titi Wati
Kementerian Kelautan dan Perikanan

Nasional

Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com