Tolak KLB, Simak Sikap Demokrat Kalteng Almarhum Kombes Sapta Dikenal Sebagai Pribadi yang Sederhana Mantap! Polsek Tapin Utara Bekuk Kurir Sabu 9,14 Kg asal Kalbar Ratusan Anggota Polisi di Tabalong Jalani Vaksinasi Covid-19 Update Covid-19 Kotabaru: Positif 9, Sembuh 3

Ini Nasehat Gus Baha Bagi yang Belum Mampu Naik Haji

- Apahabar.com Sabtu, 6 Februari 2021 - 10:53 WIB

Ini Nasehat Gus Baha Bagi yang Belum Mampu Naik Haji

KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. Sumber: net

apahabar.com, BANJARMASIN – “Kalau tidak mampu naik haji, jangan dijadikan alasan bagi kita untuk memutus harapan berhaji,” Begitu KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha dalam tausiyahnya yang dikutip apahabar.com dari Laduni.id, Sabtu (6/2).

Seandainya kita tidak mampu naik haji, kata Gus Baha, kita tetap perlu menunjukkan keseriusan dalam berhaji melalui orang yang berhaji. Salah satu caranya dengan ikut merasa senang dengan orang yang berhaji.

“Misal kamu belum mampu berhaji, maka berilah uang orang yang berangkat haji,” kata Gus Baha.
Perbuatan kecil ini, sambung Gus Baha, mengandung hikmah.

“Supaya rezeki kita ikut terbawa ke tanah suci. Agar sebagian rezekimu ikut mengantar dia ke Makkah. Jadi kamu pede,” ucap ulama muda ini.

Gus Baha mendasarkan pendapat ini atas dasar kaidah fikih: “Jika tidak mampu ideal, maka jangan tinggalkan semuanya.”

Menurut Gus Baha, logika ini memang kadang tidak bisa diterima logika orang-orang modern. “Dalam logika orang modern, orang yang mampu berhaji seharusnya menyantuni orang di sekitarnya yang belum mampu berhaji,” terang Gus Baha.

Orang yang mampu berhaji kok malah disantuni oleh orang yang tidak mampu berhaji? begitulah pertanyaan kebanyak orang modern biasanya.

“Tapi dalam logika hikmah agama, tidak demikian. Justru bagi orang yang belum mampu naik haji, ikut memberi uang kepada orang berhaji menunjukkan rasa cinta kita kepada tanah suci. Bahkan sebagai upaya mendekatkan diri kepada Kanjeng Nabi yang makamnya ada di tanah suci”.

“Yang penting, niatnya ditujukan untuk menghormati orang berhaji, dan mencintai ibadah haji.”

Gus Baha mencontohkan yang beliau lakukan sendiri, yakni memberi uang kepada teman-temannya yang mondok di Makkah. Beliau menceritaan, bapak beliau sempat menyuruh untuk mondok ke Makkah. Namun beliau memilih untuk tetap menuntut ilmu di Indonesia.

Meski demikian, beliau tetap memberi uang saku kepada teman-teman beliau yang berangkat ke Makkah. “Tapi saya kasih mereka uang Real. Saya akali. Karena kalau saya kasih Rupiah, khawatir dibelanjakan di Indonesia!” kata beliau disambut tawa jamaah.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Arab Saudi Sukses Gelar Haji Tanpa Penularan Virus, Al Azhar: Selamat!
apahabar.com

Habar

Di Tengah Pandemi, Haul Habib Mancung ke-52 di Pacakan Kusan Hulu Digelar Terbatas

Habar

Menjelang Akhir Hayat, Guru Zuhdi Sempat Mendirikan Salat
apahabar.com

Hikmah

Akhlak Imam Hanafi dan Imam Malik Ketika Ditanya Siapa yang Lebih Utama
apahabar.com

Religi

10 Muslim yang Membesarkan Nama Amerika
apahabar.com

Habar

Kemenag Kalsel: Jemaah yang Batal Berangkat Dijadwalkan Tahun Depan
apahabar.com

Ceramah

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Manusia Sebagai Hamba Tidak Punya Daya Upaya
Menteri Agama

Habar

Menag Beri ‘Bekal’ Peserta Seleksi Imam untuk Luar Negeri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com