Sah! Jaksa Tetapkan Kades di Kelumpang Kotabaru Tersangka Pungli Cafe Jual Miras di Banjarmasin Bak Kebal Hukum, Buntut Izin Pusat? Catat! Pengecer di Banjarmasin Bakal Dilarang Jual Gas 3 Kg Dugaan Penggelembungan Suara Pilgub Kalsel, Muthalib: Paraf Saya Dipalsukan Lepas Kepemilikan Klub, Begini Penjelasan Manajemen Martapura FC

Isi Waktu Senggang, Guru di Tabalong Kembangkan Sayuran Hidroponik

- Apahabar.com Senin, 22 Februari 2021 - 15:22 WIB

Isi Waktu Senggang, Guru di Tabalong Kembangkan Sayuran Hidroponik

Asri Fatimah saat memanen selada hidroponik miliknya. Foto - Istimewa.

apahabar.com, TANJUNG – Selama pandemi Covid-19, guru masih memberikan pembelajaran dalam jaringan (daring). Ini membuat guru memiliki lebih banyak waktu luang.

Tak ingin waktu terbuang percuma, salah seorang guru di Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong memanfaatkannya dengan berkebun sayuran hidroponik.

Guru tersebut bernama Asri Fatimah. Dia adalah guru di Sekolah Dasar Negeri 1 Pulau Kuu, Muara Uya. Dia dibantu sang suami membangun bisnis hidroponik sederhana dengan dua buah instalasi media tanam terbuat dari pipa di pekarangan rumahnya.

Kepada apahabar.com, Asri Fatimah mengatakan, saat ini dirinya sudah mempunyai dua instalasi hidroponik dengan lobang masing-masing 60 dan 200.

Berbisnis sayuran hidroponik ini sudah dilakoninya sejak 3 bulan yang lalu. Adapun yang ditanam adalah selada yang biasa digunakan membuat hamburger atau kebab, bisa juga untuk lalapan warung Lamongan.

“Sejak tanam, sayuran ini akan dipanen 40 hari ke depan, ini sudah kali ke 4 kami memanennya,” kata Asri, Senin (22/2).

Harga selada Rp 30 ribu per kilogramnya, namun dirinya hanya menjual Rp 25 perkilogram.

Tiap batang Selada beratnya mencapai 1,5 hingga 2 ons. Jadi dalam 100 lobang bisa menghasilkan Rp 250 ribu.

“Setiap panen, Rp 2500 harga per batang dikali 260 loban, maka sekali panen kami menghasilkan Rp 650 ribu, belum dipotong modal sekitar 25 persen. Itulah hasil tambahan yang diperoleh,” jelas Asri.

Untuk jaringan hidroponik sendiri, ukuran kecil 60 lobang memerlukan biaya Rp 800 ribu dan lobang 200 memakan biaya Rp 1,7 juta.

Ke depan, Asri berencana menambah jaringan instalasi hidroponiknya, mengingat mudahnya memasarkan sayurnya.

“Bila modal sudah terkumpul, kami berencana menambah kembali jaringan hidroponik ini,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Rutan

Kalsel

Empat Napi Rutan Kelas IIB Tanjung Nikmati Remisi Natal

Tabalong

Detik-Detik Kebakaran di Tabalong, Tetangga Selamatkan Korban di Tengah Kobaran Api
apahabar.com

Tabalong

Selesaikan SKK, Kejari Tabalong Dapat Apresiasi dari BPJS
apahabar.com

Tabalong

Amankan Aksi Buruh, Polres Tabalong Turunkan 250 Personel
Protokol

Tabalong

Nekat Tak Pakai Masker, 6 Warga Tabalong Terjaring Operasi Yustisi
apahabar.com

Tabalong

Sempat Tak Berpengunjung, Ekonomi di Pokta Tabalong Mulai Menggeliat

Tabalong

Pilkada Kalsel, KPU Tabalong Mulai Lakukan Pelipatan Surat Suara
apahabar.com

Tabalong

Jalan Penghubung Sungai Hanyar-Banua Lawas Longsor, Pengendara Diminta Berhati-hati
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com