Mardani H Maming: Hipmi Optimis Pemimpin Muda Kalsel Mampu Bangkitkan Ekonomi Daerah Ketua DPRD Banjar: 100 Hari Program Bupati Harus Penangan Pascabanjir DPP Demokrat Pecat Marzuki Alie dan 6 Kader, Simak Alasannya Duh, Positif Covid-19 Kapuas Bertambah Lagi 50 Kasus Tiga Gus Pimpin Jatim, Bak Angin Segar Bagi Kinerja ASN

Jokowi Diusulkan Jabat 3 Periode, Cuitan Iwan Fals: Eng Ing Eng…

- Apahabar.com Minggu, 21 Februari 2021 - 14:14 WIB

Jokowi Diusulkan Jabat 3 Periode, Cuitan Iwan Fals: Eng Ing Eng…

Iwan Fals. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Usulan Joko Widodo (Jokowi) bisa kembali maju sebagai calon presiden di Pemilu 2024 mendatang, mendapat tanggapan dari musisi Iwan Fals.

Lewat akun Twitter @iwanfals, ia mengusulkan agar Jokowi maju sebagai wakil presiden karena telah dua kali menjabat sebagai presiden. Jika ingin mencalonkan diri sebagai wapres, Iwan menyebut Jokowi bisa memilih Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai pendamping.

Sebagai informasi, aturan mengenai masa jabatan presiden dan wapres sudah diatur dalam Pasal 7 UUD 1945. Merujuk pasal tersebut, baik presiden dan wakil presiden maksimal menjabat paling lama dua periode atau sepuluh tahun.

“Eng ing eng… Hmm kan cuma boleh 2 x ya, tapi kalau maju jadi Wakil Presiden boleh nggak, cari presidennya siapa gitu, Ahok atau Rocky Gerung umpamanya…,” cuit Iwan, seperti dilansir CNNIndonesia, Minggu (21/2).

Sebelumnya, usulan agar UUD 1945 diamandeman berhembus agar Jokowi dapat kembali maju sebagai calon presiden pada 2024 untuk periode ketiga.

Kader Partai Gerindra Arief Poyuono menilai Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak akan mampu menjadi presiden RI pada 2024 karena bakal kewalahan menghadapi dampak pandemi virus corona yang diprediksi berlangsung lama.

Dia menuturkan, perubahan batas maksimal masa jabatan presiden dari maksimal dua menjadi tiga periode patut dipertimbangkan berkaca dari keberhasilan Jokowi selama menjabat sebagai presiden.

Salah satu keberhasilan Jokowi, Poyuono mencontohkan, berhasil membuat ekonomi Indonesia tidak terkontraksi terlalu tinggi di tengah pandemi Covid-19.

“Itu keberhasilan dan kemampuan seorang Jokowi untuk mengolah negara di saat krisis,” katanya.

Dia melanjutkan, perubahan batas maksimal masa jabatan presiden dari maksimal dua menjadi tiga periode juga perlu dipertimbangkan, karena tidak ada sosok yang tepat untuk memimpin Indonesia selain Jokowi.

Dua kader Partai Gerindra yaitu Prabowo dan Sandiaga Uno, menurutnya, juga tidak mampu memimpin Indonesia di periode berikutnya.

Poyuono menjelaskan bahwa ketidakmampuan Prabowo menjadi Presiden RI pada 2024 mendatang juga terlihat dari hasil survei sejumlah lembaga sejauh ini. Elektabilitas Prabowo selalu berada di bawah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Vaksin Covid-19

Nasional

Vaksin Covid-19 Dapat Pulihkan Iklim Investasi?
apahabar.com

Nasional

Giliran Kantor PDIP di Cileungsi Bogor Dilempar Molotov
apahabar.com

Nasional

Sempat Viral di Medsos, Akhirnya Nenek Sumirah Dapat Bantuan Pangan dan Uang dari Jokowi
apahabar.com

Nasional

Review Arahan Presiden, Paman Birin: Dapat Barangnya, Bukan Realisasi Belanjanya

Nasional

Ketua PBNU Minta Revisi UU ITE Harus Tetap Atur Ujaran Kebencian
apahabar.com

Nasional

‘Diserang’, Jokowi Tak Ambil Pusing
apahabar.com

Nasional

Garuda dan Sriwijaya Sempat Pecah Kongsi, Ini Penyebabnya
apahabar.com

Nasional

Bingung di Bilik Suara, Amien Rais Tanya Petugas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com