Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Kadin Sebut 7 Ribuan Perusahaan Daftar Vaksin Mandiri

- Apahabar.com Sabtu, 27 Februari 2021 - 18:11 WIB

Kadin Sebut 7 Ribuan Perusahaan Daftar Vaksin Mandiri

Ilustrasi vaksinasi. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kurang lebih 7 ribu perusahaan telah mendaftar untuk berpartisipasi dalam vaksin mandiri.

Angka tersebut diperoleh dari pendataan yang dilakukan Kamar Dagang dan Industri terhadap perusahaan yang ada di Indonesia hingga hari ini.

“Total sudah ada 7 ribu perusahaan yang terdata dari berbagai sektor usaha,” ungkap
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani, dilansir CNNIndonesia.com, Sabtu (27/2).

Shinta mengatakan sektor usaha yang paling banyak adalah manufaktur atau industri pengolahan.

Hal tersebut, menurutnya, menunjukkan tingginya antusiasme pengusaha untuk membantu pemerintah dalam penyediaan vaksin dalam rangka mencapai target herd immunity.

Meski demikian, pengusaha masih menunggu informasi dari pemerintah terkait jenis vaksin yang akan diberikan.

“Ini sukarela ya, jadi bukan cuma perusahaan swasta nasional saja, tapi juga PMA, PMDN bahkan UKM yang, tujuannya utk membiayai karyawan mendapatkan vaksin secara gratis,” tambahnya.

Shinta juga mengatakan ada sekitar 6,5 juta karyawan yang akan mendapatkan vaksin dari 7.000 perusahaan yang telah mendaftar tersebut. Diperkirakan, total jumlah karyawan yang akan mendaftar hingga penutupan pendaftaran besok, Minggu (28/2), mencapai 7 juta.

“Kalau target total karyawannya 20 juta yang akan mendapatkan vaksin. Karena itu setelah penutupan pendaftaran kami akan evaluasi lagi, apakah atau kapan akan dibuka lagi pendaftaran perusahaan yang ikut vaksin mandiri,” tuturnya.

Shinta juga menegaskan vaksin mandiri bersifat opsional, sehingga tak ada kewajiban bagi perusahaan untuk mendaftar.

“Ini sukarela, ya, jadi bukan cuma perusahaan swasta nasional saja, tapi juga PMA, PMDN bahkan UKM yang, tujuannya untuk membiayai karyawan mendapatkan vaksin secara gratis,” tambah Shinta menjelaskan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Ichsan Hanafi mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima permintaan kerja sama untuk melakukan vaksinasi mandiri dari para pengusaha.

Namun, RS swasta memastikan siap untuk bekerja sama dalam menjalankan program vaksinasi mandiri.

“Selama ini, kan, kami sudah sering kerja sama dengan pengusaha termasuk untuk penyediaan PCR test. Tapi, untuk vaksin belum, tapi kami siap untuk kerja sama,” ucapnya.

Hingga saat ini asosiasi juga masih menunggu keterangan pemerintah terkait dengan skema pengadaan vaksin.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

12.000 Personel TNI-Polri Siap Amankan Aksi Unjuk Rasa di Patung Kuda Jakarta
Kapolri

Nasional

Calon Kuat Kapolri, Segini Harta Kekayaan Komjen Gatot, Agus dan Boy Rafli
apahabar.com

Nasional

Kunjungi Gamchoen Busan, Jokowi: Bisa Jadi Inspirasi Kepala Daerah
apahabar.com

Nasional

Skandal Ukraina, Presiden AS Dimakzulkan oleh DPR
apahabar.com

Nasional

KLHK: Karhutla Berkaitan dengan Buka Lahan Perkebunan
apahabar.com

Nasional

WNI Pemerkosa di Inggris, Disdukcapil: Reynhard Sinaga Warga Depok
apahabar.com

Nasional

Pekan Depan, Komisi II Mulai Bahas Pemindahan Ibu Kota Negara
apahabar.com

Nasional

Baseko Surabaya: Proyek Basement RS Siloam Diduga Ambleskan Jalan Gubeng
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com