Kadesnya Dijebloskan ke Bui, Plh Bupati Kotabaru Buka Suara Breaking! Heboh Mobil Terbakar di Tapin, 1 Warga Jadi Korban Masih Ada 122 Ribu Rumah di Kalteng Tak Layak Huni Dituding Gelembungkan Suara, Komisioner KPU Banjar Belum Berniat Polisikan Saksi Pencuri Mobil di Balikpapan Tak Ditahan Polisi, Kok Bisa?

Kalsel Masuk Daftar Provinsi Uji Coba ASO

- Apahabar.com Kamis, 4 Februari 2021 - 16:36 WIB

Kalsel Masuk Daftar Provinsi Uji Coba ASO

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel, Marliyana. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Kalsel menjadi salah satu dari 12 provinsi di Indonesia yang menjadi lokasi ujicoba menerapkan Analog Switch Off (ASO) yang ditargetkan pada November 2022.

“Kalsel menjadi salah satu provinsi untuk ujicoba penerapan ASO pada pertengahan 2021 ini,” kata komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel, Marliyana, Kamis (4/2/2021), di Banjarmasin.

Menurut Marliyana, ASO atau migrasi dari teknologi analog ke teknologi digital ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, yang mensyaratkan ASO sudah terealisasi tahun 2022, dan tidak ada lagi siaran analog.

“Jadi migrasi ke siaran digital ini merupakan keharusan yang harus disiapkan lembaga penyiaran, terutama televisi,” tegas Yana, panggilan akrab Marliyana.

Tahap pertama migrasi ini dilakukan di 12 kota Nielson, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Medan, Banda Aceh, Banjarmasin, Samarinda, Tarakan dan Serang pada 39 Juni hingga 17 Agustus 2021.

“Juga prioritas perbatasan negara, yakni Batam,” tambah Marliyana yang belum lama ini mengikuti Rakor Simulasi Pelaksanaan ASO Bertahap, yang dilaksanakan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI.

Untuk kesiapan ASO tahap pertama, di Kalsel tersedia empat mux milik TVRI, Trans, Metro dan Emtek, untuk digunakan televisi analog, baik lembaga penyiaran swasta (LPS), lembaga penyiaran publik lokal (LPPL) maupun lembaga penyiaran komunitas (LKP).

“Jadi bisa menghubungi pemilik mux, untuk dapat menggunakan kanal digital yang sudah disediakan,” jelas perempuan yang akrab disapa Yana ini.

Sedangkan masalah tarif, menurut Yana, sebenarnya sudah diatur oleh pemerintah, sesuai dengan kualitas digital yang disediakan maupun biaya infrastruktur yang dikeluarkan pemilik mux tersebut.

“Masalah ini masih yang belum rampung, karena masih ada pemilih mux yang belum selesai proses penghitungannya untuk menetapkan biaya sewa mux per bulan,” katanya.

Diakui, masalah sewa mux ini memang menjadi perdebatan, karena televisi lokal kelihatannya tidak mampu untuk membayar sewa mux yang ditetapkan pemilik.

“Ini masih dibicarakan, namun diharapkan bisa mendapatkan harga standar yang tidak memberati televisi lokal, yang saat ini terkendala pemasukan selama Covid-19 berlangsung,” ujarnya.

Masalah lain juga menyangkut kesiapan masyarakat dan akses terhadap perangkat STB/TV digital yang berbeda, sehingga bisa menikmati tayangan televisi yang bersih, canggih dan jernih.

“Karena pembagian STB/TV digital ini hanya diperuntukkan bagi warga miskin sebanyak 554.219 rumah tangga miskin,” tambahnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Suka Duka Pengemudi Ojol Banjarmasin di Tengah Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Semakin Bersinar, Satu Hari Raih Dua Prestasi Nasional
apahabar.com

Kalsel

Sukses Perangi Sampah Plastik, IGES Jadikan Banjarmasin Percontohan
apahabar.com

Kalsel

Warisan Budaya Banjar Tembus UNESCO, Kemendikbud Tantang Ibnu Sina

Kalsel

Kronologis Perampokan Sadis di Alfa Mart Teluk Tiram Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Sowan ke Guru Danau, Ansharuddin: Beliau Seperti Orang Tua Saya
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Hujan, Batulicin dan Kotabaru Berpotensi Disertai Petir
HMI Kalselteng

Kalsel

Di Usia 74 Tahun, HMI Kalselteng Genggam Pancasila
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com