Utak-atik RTRW Banjarmasin, Kantor Pemkot Diusulkan Pindah Kadesnya Dijebloskan ke Bui, Plh Bupati Kotabaru Buka Suara Breaking! Heboh Mobil Terbakar di Tapin, 1 Warga Jadi Korban Masih Ada 122 Ribu Rumah di Kalteng Tak Layak Huni Dituding Gelembungkan Suara, Komisioner KPU Banjar Belum Berniat Polisikan Saksi

Kasus Korupsi Bansos, Besok Sidang Perdana Penyuap Juliari Batubara

- Apahabar.com Selasa, 23 Februari 2021 - 19:48 WIB

Kasus Korupsi Bansos, Besok Sidang Perdana Penyuap Juliari Batubara

Mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara, tersangka korupsi dana Bansos Covid-19. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Apa kabar kasus koruspsi bantuan sosial (Bansos)? Besok akan digelar sidang perdana penyuap mantan menteri sosial, Juliari Batubara.

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, menghadirkan dua penyuap Jualiri Batubara, yakni Harry Van Sidabuke dan Ardian Iskandar M.

“Sebagaimana informasi yang kami terima, tim JPU KPK telah menerima penetapan hari sidang dalam perkara dugaan korupsi suap bansos Kemensos TA 2020 dengan terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar M,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, dilansir detikcom, Selasa (23/2/2021).

“Sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan kedua terdakwa tersebut dijadwalkan besok Rabu, 24 Februari 2021 sekitar jam 09.00 WIB, di PN Tipikor Jakarta Pusat,” lanjut Fikri.

Seperti diketahui, Juliari Batubara ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bansos Covid-19.

Juliari dijerat bersama empat orang lainnya, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabuke.

Matheus dan Adi merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos.

Sedangkan Ardian dan Harry adalah pihak swasta sebagai vendor pengadaan Bansos.

KPK menduga Juliari Batubara menerima jatah Rp 10 ribu dari setiap paket sembako senilai Rp 300 ribu per paket.

Total setidaknya KPK menduga Juliari Batubara sudah menerima Rp8,2 miliar dan Rp8,8 miliar.

Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers sebelumnya, mengungkapkan, pada pelaksanaan paket Bansos sembako periode pertama, diduga diterima fee kurang-lebih sebesar Rp 12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh MJS (Matheus Joko Santoso) kepada JPB (Juliari Peter Batubara) melalui AW (Adi Wahyono) dengan nilai sekitar Rp 8,2 miliar.

“Untuk periode kedua pelaksanaan paket bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai Desember 2020 sejumlah sekitar Rp 8,8 miliar, yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan JPB,” imbuh Firli saat itu.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kobar

Nasional

UPDATE Serpihan Misterius di Kobar Diduga Badan Pesawat
FPI

Nasional

Soal Larangan Akses Konten FPI, Berikut Penjelasan Polri
apahabar.com

Nasional

Geger, Video Pria Tua Minum Darah Sapi Kurban
apahabar.com

Nasional

Rencana Bangun Museum Nabi Muhammad SAW di Indonesia, Dua Lokasi Alternatif Ditawarkan
apahabar.com

Nasional

PLN Ajak Masyarakat Beralih ke Kompor Listrik, Katanya Hemat Rp 50.000 per Bulan
gempa bumi

Nasional

Berkah Orang Tua, Ustaz Das’ad Latif Selamat dari Gempa di Sulbar
apahabar.com

Nasional

MA Hukum Lion Air Rp 6,4 Miliar
apahabar.com

Nasional

HUT Polri Ke-73, Ini Harapan Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto kepada Polri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com