Hasil MotoGP Portugal: Fabio Quartararo Sempurna, Marc Marquez Finis Ketujuh Bawaslu Perintahkan Copot Spanduk Denny-Difri di Martapura, Raziv: Error in Subject Duh, Pembayar Pajak Terbesar Kedua di Kalsel Curhat Jalan Rusak! Cari Lansia Diduga Tenggelam, Relawan Gabungan Tapin Dirikan Posko Usai Beri Makan Kucing, Kai Tj Diduga Tenggelam di Sungai Tapin

Kemenkes Target Vaksinasi Covid-19 Selesai Akhir Tahun

- Apahabar.com Jumat, 26 Februari 2021 - 20:19 WIB

Kemenkes Target Vaksinasi Covid-19 Selesai Akhir Tahun

Ilustrasi. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan vaksinasi Covid-19 bisa selesai dalam kurun 1 tahun.

“Vaksinasi gotong-royong ataupun pelaksanaan vaksinasi melalui vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah harus kita selesaikan dalam jangka waktu 1 tahun atau 12 bulan yang artinya vaksinasi ini harus bisa diselesaikan pada Desember 2021,” ujar juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, dilansir dari detik.com, Jumat (26/2/2021).

Siti mengatakan ada kemungkinan vaksinasi program pemerintah dengan vaksinasi gotong royong dilakukan secara bersamaan.

Namun bisa saja pelaksanaan kedua jenis vaksinasi Corona itu tidak berbarengan karena serangkaian persiapan.

“Persiapan-persiapan yang harus dilakukan terkait ketersediaan vaksin dan juga proses pelaksanaan lainnya sebelum vaksinasi gotong royong dimulai,” jelasnya.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia TarmiziJuru Bicara Vaksinasi Covid-19, dr Siti Nadia Tarmizi (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Diberitakan sebelumnya, Kemenkes menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021 yang mengatur pelaksanaan vaksinasi mandiri atau disebut vaksinasi gotong royong. Kemenkes menegaskan vaksinasi gotong royong tidak akan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksinasi program pemerintah.

Vaksinasi gotong royong tidak boleh menggunakan Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer. Opsi vaksin untuk vaksinasi gotong royong adalah Sinopharm dan Moderna.

Diketahui, Permenkes No 10/2021 itu membedakan vaksinasi program dengan vaksinasi gotong royong.

Vaksinasi program adalah pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat yang pendanaannya ditanggung atau dibebankan kepada pemerintah.

Sementara vaksinasi gotong royong pendanaannya ditanggung perusahaan atau badan hukum/badan usaha.

Vaksinasi gotong royong ini memudahkan para buruh memperoleh vaksinasi yang didanai oleh perusahaan.

Adapun tujuan vaksinasi adalah meningkatkan kekebalan seseorang terhadap penyakit sehingga, apabila suatu saat terpapar, tidak akan sakit atau hanya mengalami gejala ringan dan tidak menjadi sumber penularan.

“Vaksinasi gotong royong adalah pelaksanaan vaksinasi kepada karyawan/karyawati, keluarga, dan individu lain terkait dalam keluarga yang pendanaannya ditanggung atau dibebankan pada badan hukum/badan usaha,” tulis Pasal 1 ayat 5 Permenkes Nomor 10/2021 itu.

Lebih lanjut, karyawan beserta keluarga karyawan tidak dipungut biaya untuk mendapatkan vaksin tersebut. Hal itu diatur dalam Pasal 5 ayat 3 Permenkes Nomor 10 Tahun 2021.

“Karyawan/karyawati, keluarga dan individu lain terkait dalam keluarga sebagai penerima vaksin Covid-19 dalam pelayanan Vaksinasi Gotong Royong sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak dipungut bayaran/gratis,” demikian isi Permenkes.

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kodim 1003/Kandangan Bantu Pembangunan Rumah Ibadah Dusun Sindawak Hutan Meratus
apahabar.com

Nasional

Prabowo Dapat Dukungan Komunitas Tionghoa
apahabar.com

Nasional

BNPB: Kalteng dan Kalbar Penyumbang Hotspot Terbesar
apahabar.com

Nasional

I2 Ungkap 10 Pilkada yang Ramai Disorot Media Online
apahabar.com

Nasional

18 Nelayan Indonesia Ditangkap UPM Timor Leste
apahabar.com

Nasional

Viral, Aksi Bule Atur Lalu Lintas yang Bikin Warga Malu
apahabar.com

Nasional

Di Sidang Umum PBB, Presiden Jokowi Kembali Tegaskan Mendukung Kemerdekaan Palestina
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Dorong Terwujudnya Perlindungan Pekerja Perempuan dari Pelecehan Seksual
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com