Warga Banjarmasin Terpesona Menikmati Pantai Teluk Tamiang Kotabaru Duh! Anggaran Pembinaan Atlet Banjarmasin Tertunggak 6 Bulan Isu Lemahnya KPK Digaungkan, Mahasiswa Siap Geruduk DPRD Kalsel Kritik PSU Kalsel, Dosen Uniska Uhaib ‘Dihadiahi’ Somasi Tim BirinMu Heboh Dikira Disembunyikan Makhluk Gaib, Ibu Muda di HST Akhirnya Ditemukan

Ketika Umar bin Khattab RA Menolak Makan Ikan

- Apahabar.com Senin, 1 Februari 2021 - 11:14 WIB

Ketika Umar bin Khattab RA Menolak Makan Ikan

Ilustrasi. Foto-istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Demi memenuhi keinginan, terkadang seseorang mengupayakannya secara berlebihan dan merugikan orang lain. Hal yang seperti ini, tidak disukai seorang Amirul Mukminin, Umar bin Khattab RA.

Amirul Mukminin Umar RA pernah menegur hamba sahayanya karena telah berlebihan dalam memenuhi keinginan dirinya.

Kisah Umar menegur hamba sahayanya itu terdapat dalam kitab Fadhilah Haji oleh Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandahlawi.

Dilansir dari Republika yang mengutip kitab Fadhilah Haji karya Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandahlawi, seorang bernama Aslam RA bercerita, hamba sahaya Umar RA berkata, “Suatu ketika diketahui bahwa Umar ingin makan ikan segar.”

Maka hamba sahaya itu pergi ke pantai dengan mengendarai untanya yang dijuluki Yarfa untuk membeli ikan segar.

Karena dipacu dengan kencangnya, maka unta itu bermandikan keringat. Setelah kembali, hamba sahayanya itu memandikan untanya supaya keringatnya hilang.

Umar RA berkata, “Mari kita lihat untamu.” Ajak umar kepada hamba sahayanya.

Setelah Umar melihat unta itu, ia melihat bahwa masih ada keringat di bawah telinga yang belum dibasuh. Melihat hal itu Umar RA berkata.

“Ini lupa dibasuh,” kata Umar.

Apa yang disampaikan Umar itu seakan-akan ia mengejeknya bahwa hamba sahayanya telah memandikan untanya agar tidak diketahui bahwa untanya berkeringat. Setelah itu ia berkata.

“Demi untuk memenuhi nafsu satu orang, kamu telah menyiksa binatang ini,” kata Umar.

Karena inilah Umar berjanji tidak akan memakan ikan yang didapat dengan cara merugikan makhluk Allah SWT yang lain. Inilah komitmen Umar sebagai pemimpin bahwa semua makhluk ciptaan Allah tidak boleh dirugikan demi memenuhi hasrat makhluk lain.

“Demi Allah Umar tidak akan makan ikan ini,” katanya.

Abdullah bin Amir RA berkata, ketika aku pergi haji bersama Umar ia tidak dibuatkan kemah. Sehingga ia menghamparkan selai kulit atau kulit binatang di bawah sebatang pohon dan berteduh di bawahnya.

Inilah keteladanan seorang pemimpin umat Islam yang patut menjadi teladan oleh pemimpin-pemimpin lain.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Syekh Ali Jaber Kini Kembali ke Indonesia, Setelah Sempat Dirawat di RS Al Anshar Madinah
apahabar.com

Habar

Update Haul Guru Sekumpul Ke-15, Puluhan Ribu Relawan akan Diterjunkan
apahabar.com

Religi

Dulu Panas Dengar Adzan, Natalia Kini Adem Jadi Mualaf
Ilustrasi.Foto-net

Hikmah

3 Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Sya’ban
apahabar.com

Habar

Bulan Maulid Tiba, Simak 5 Poin yang Harus Ditaati Warga Tabalong untuk Merayakannya
apahabar.com

Religi

Tajamnya Firasat Guru Husin Ali, Penerbangan Pesawat Ditunda
apahabar.com

Religi

Menolak Ajakan Istri Berhubungan, Apakah Suami Berdosa?
apahabar.com

Habar

Hari Ini, Masjid Nabawi Dibuka untuk Umum
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com